I HATE YOU, BECAUSE I LOVE YOU

2:27 PM Nur Mumtahana 0 Comments


“Ayah!” seru Vira saat pulang sekolah.
“Ada apa?” tanya ayah yang begitu kaget melihat sikap anaknya yang tiba-tiba manyun.
“Apanya yang ada apa?! Vira capek kalau setiap tiga bulan sekali kita harus pindah rumah. Vira sampe nggak sempat punya teman.”
“Mau gimana lagi?” ujar ayah yang langsung menghampiri anak satu-satunya itu. “Ini semua juga demi kamu.”
Sejenak keduanya saling diam.
Ayah Vira bekerja sebagai seorang pegawai yang hampir setiap tiga bulan sekali dipindah tugaskan. Biar bagaimana pun Vira juga harus ikut pindah karena tidak tahu harus ikut dengan siapa lagi.
Ibunya telah meninggal beberapa tahun yang lalu. Dan hal itu membuat Vira hanya bisa bergantung pada ayahnya.
“Jadi ayah udah dapat telepon dari kantor?” Vira nampak sedih.
“Udah.” Sahutnya, “Dua minggu lagi kita pindah ke Bandung.”
Tanpa berkata apa-apa Vira langsung menuju kamarnya. Dia berbaring di tempat tidurnya dan melamun. Memikirkan semua yang telah terjadi pada dirinya. Bayangkan saja, setiap tiga bulan sekali Vira harus pindah rumah dan meninggalkan teman-temannya. Hal itu membuatnya tidak punya teman dekat. Apa lagi yang namanya sahabat. Begitu banyak teman yang ingin menjadi sahabat Vira, tapi ia menolak karena hal tersebut akan membuatnya sakit saat harus berpisah.
Terakhir kali Vira punya sahabat adalah saat kelas 5 SD. Vira sampai menangis berhari-hari saat harus berpisah dengan sahabatnya. Sejak saat itu Vira tidak mau lagi dekat dengan siapa pun.
***
Dua minggu terakhirnya di sekolah ini hampir berakhir. Vira tidak terlalu sulit untuk meninggalkan teman-temannya. Mungkin teman-temannya pun tidak akan sulit untuk melepaskan Vira. Apa lagi mereka tidak begitu dekat.
Sekarang Vira dan Dani duduk berdua di teras kelas. Siswa yang lain sudah pulang, tapi karena Dani adalah ketua kelas, dia mewakili semuanya untuk perpisahan dengan Vira.
“Terima kasih untuk semuanya.” Hanya itu kata yang terucap pada saat-saat terakhir Vira di sekolah itu.
Dani memberikan sebuah kado pada Vira.
“Lebih baik tidak usah.” Tolak Vira.
“Kenapa?”
“Ini hanya akan membuatku sakit hati.”
Untuk yang tidak tahu pasti mengira kalau Vira tidak menyukai mereka semua. Tapi sebenarnya tidak. Vira menolaknya karena hadiah tersebut akan mengingatkannya pada teman-teman yang telah ia tinggalkan. Dan rasanya begitu menyakitkan.
“Apa kamu benci kami semua?” tanya Dani selaku ketua kelas.
“Nggak.” Wajahnya jadi murung dan matanya berkaca-kaca. “Aku Cuma ingin supaya perpisahan ini nggak bikin aku sedih.”
“Apa kami selalu bikin kamu sedih?”
“Nggak.”
“Lalu?”
Mulut Vira terbungkam. Dia tidak tahu harus berkata apa lagi.
“Aku merasa menjadi ketua kelas yang gagal.” Ujar Dani, “Ada anak baru, sudah hampir tiga bulan tapi aku nggak bisa bikin kamu dekat sama yang lain.”
“Itu bukan kesalahan kamu.” Vira mencoba menghapus pemahaman Dani.
“Baiklah.”
.....................

0 comments:

Silakan tinggalkan komentar. Boleh kritik, saran atau apapun.. Jangan lupa untuk selalu menggunakan kata-kata yang santun. Terima kasih.