BOKURA GA ITA - EP. 1

8:48 AM Nur Mumtahana 0 Comments




Semuanya berawal dari hari kedua Takahashi Nanami di SMA. Nanami mencoba untuk bisa berkenalan dengan teman-temannya. Tidak mudah memang, tapi Nanami tidak akan menyerah begitu saja. Sampai akhirnya dia berkenalan dengan seorang siswa perempuan dari sekolah Asahi bernama Yamamoto Yuri. Dia adalah siswi yang sangat pendiam. Nanami sendiri tidak tahu apa alasannya, tapi dia selalu berusaha untuk bisa mendekatkan diri dengan Yuri.




Sampai pada suatu hari, Nanami melihat seorang siswa laki-laki bernama  Yano Motoharu. Mendengar dari beberapa siswi lain, Yano adalah siswa populer di sekolah, bahkan sejak SMP. Dan pada saat pertama Nanami melihatnya, dengan sendirinya Nanami merasakan sesuatu yang aneh pada dirinya. Jantungnya berdebar begitu kencang. Dan hal itu terus terjadi setiap kali bertemu dengan Yano.




Nanami dan dua orang temannya yang nampak ingin tahu lebih tentang Yano mencoba untuk bertanya pada Yuri tentang Yano, karena Yuri dan Yano dulu adalah teman dari SMP yang sama. Tapi dengan nada dingin Yuri berkata, “Jangan bertanya padaku. Aku tidak tahu apa-apa.” Hal itu membuat Nanami dan temannya nampak begitu heran. Yuri terlihat tidak senang setiap kali Nanami membicarakan masalah Yano.


Waktu pulang sekolah, tiba-tiba saja Yano memanggil Nanami dari jendela kelas. Dia memanggil hanya untuk mengucapkan sampai jumpa. Dan itu nampak sangat manis bagi Nanami. Sekali lagi jantungnya berdebar kencang. Tidak pernah menyangka kalau Yano akan memanggil namanya.



Pada kesempatan yang lain, nilai nol yang didapatkan Nanami membuat suasana hatinya sedikit kacau. Akhirnya Nanami pergi ke loteng gedung sekolah. Tidak tahu untuk apa, tapi mungkin dirinya akan merasa lebih baik.




Tak menyangka. Sosok Yano ternyata ada di situ juga. Nanami merasakan hal yang sama setiap melihat Yano. Jantungnya tidak pernah bisa untuk tidak berdebar-debar. Sampai akhirnya Yano menyadari kehadiran Nanami dan mengajaknya untuk duduk.


Nanami merasa bahwa dirinya begitu kecil dibandingkan siapa pun. Apa lagi jika dibandingkan dengan Yano yang terlihat begitu sempurna baginya. Tapi Yano tidak merasa seperti itu, “Semua orang mungkin bisa bagus dalam setiap hal. Hanya perlu mencoba untuk melakukan yang terbaik.” Itulah yang diucapkan Yano untuk memberi semangat pada Nanami.

“Yano, apa kau selalu bagus dalam setiap hal?” bagitulah Nanami bertanya pada Yano yang selalu terlihat sempurna.

“Tidak.”

Nanami tidak percaya. Yang dilihatnya, Yano memang selalu nampak begitu sempurna dan tidak terlihat sedikit pun kekurangan pada dirinya.

“Tentu saja aku punya hal yang tidak begitu aku sukai.  Aku terlalu terkenal di kalangan siswa perempuan. Selalu terlihat, dan dipandang. Hal itu membuatku merasa terganggu. Melakukan piket kelas. Aku tidak bisa tidur di malam hari. Dan aku benci perempuan yang plin-plan.”

Sejak saat itu mereka sepakat untuk saling bercerita jika salah satu di antara mereka memiliki masalah. Dan Nanami nampak sangat senang dengan hal itu.

Pada hari yang lain, sekolah mengadakan sebuah perjalanan. Di situ Nanami yang berjalan di belakang Yano merasa begitu senang. Sampai akhirnya Nanami mengajak Yano untuk makan siang bersama. Namun belum sempat Nanami mengatakan itu, Takeuchi Masafumi datang. Langsung Nanami membatalkan niatnya dan justru mengajak Yuri untuk makan siang bersama.



Di tengah jalan Yuri nampak sakit. Begitu Yano datang untuk menolong, Yuri nampak tidak senang dengan keberadaan Yano. Dengan sikap dinginnya Yuri mengabaikan setiap perkataan Yano. Tapi pada akhirnya Yuri tidak keberatan jika Yano dan Nanami akan meminta bantuan pada guru mereka yang berada cukup jauh di belakang mereka.

Dari situ Nanami bisa melihat betapa dekatnya Yano dan Yuri. Bahkan Yano dan Yuri sudah memiliki nomor telepon masing-masing. Tapi kenapa Yuri nampak begitu benci pada Yano? Setiap pertanyaan mulai mucul dalam hati Nanami.

Mendengar cerita Yano saat makan siang, dia bisa tahu bahwa Yuri dulu mempunyai seorang adik yang telah meninggal tahun lalu. Sejak saat itu, Nanami berfikir, mungkin itulah yang membuat Yuri selalu nampak murung. Tapi kenapa dia membenci Yano?


Dalam perjalanan pulang, Nanami tidak bertemu dengan Yano. Dia justru bertemu dengan Takeuchi di dalam bus. Dan Takeuchi menceritakan hal yang sama seperti apa yang telah dikatakan Yano padanya. Nanami merasa sedih mendengar itu, dirinya sendiri tidak tahu harus berbuat apa karena dirinya belum pernah ditinggalkan oleh orang terdekatnya.

Entah apa yang membangkitkan keberanian Nanami untuk mengungkapkan bahwa dirinya menyukai Yano. Dan entah seperti apa reaksi Yano mendengar isi hati Nanami terhadapnya ...

0 comments:

Silakan tinggalkan komentar. Boleh kritik, saran atau apapun.. Jangan lupa untuk selalu menggunakan kata-kata yang santun. Terima kasih.