Heaven's Postman

10:35 AM Nur Mumtahana 0 Comments




Hana ... Dia adalah seorang perempuan yang telah ditinggalkan oleh Ibunya. Dia tidak pernah bisa menjadi seorang wanita dewasa. Ibunya selalu memperlakukan Hana sebagai anak kecil, dan itulah yang membuat Hana selalu bertingkah kekanak-kanakan.

Ia menulis surat untuk Ibunya yang sudah meninggal. Ia tahu bahwa itu adalah hal yang tidak akan mungkin bisa diketahui Ibunya. Hari-hari Hana selalu dilalui dengan kesedihan yang mendalam. Ia tidak bisa percaya bahwa Ibunya telah pergi. Kenyataan begitu kejam, begitulah menurutnya.

Sampai pada suatu hari, saat Hana pergi ke sebuah ladang yang luas, ia bertemu dengan seorang tukang pos yang tampan. Tukang pos itu tengah mengambil surat-surat yang ada di sebuah kotak pos di tengah ladang hijau itu.


Namanya Jae Jun. Dia mengaku sebagai seorang malaikat atau hantu yang mengantarkan surat-surat dari bumi ke surga. Tentu saja Hana tak percaya.

Selang waktu berlalu, pada akhirnya Hana memang harus percaya bahwa Jae Jun adalah hantu yang benar-benar mengirimkan surat pada orang-orang yang telah mati. Bahkan Hana diberi penawaran untuk bekerja membantunya mengirim surat ke surga.

Ini hal gila. Pekerjaan macam apa itu? Pikir Hana. Tapi keadaan Hana membuatnya menerima pekerjaan dari Jae Jun. Ia pun membantu Jae Jun membacakan surat-surat yang dikirim oleh orang-orang yang ditinggalkan orang yang mereka cintai.

Begitu banyak waktu yang mereka habiskan bersama. Hal itu membuat Hana semakin senang bersama Jae Jun. Dia mencintai Jae Jun, begitu pula dengan Jae Jun. Jae Jun berjanji akan berada di sisi Hana untuk menghilangkan kesedihan Hana yang begitu mendalam pasca kehilangan Ibunya.


Saat Hana mulai melupakan kepergian Ibunya, saat Hana mulai senang berada di sisi Jae Jun, saat itu pula Hana mulai tak bisa melihat kehadiran Jae Jun.

Memang begitu seharusnya. Jae Jun menceritakan, bahwa ia hanya bisa dilihat oleh orang-orang dengan kesedihan yang mendalam karena ditinggal mati orang yang dicintainya. Ia hanya bisa dilihat oleh orang-orang yang tidak bisa menerima kenyataan atas kematian orang lain.


Jae Jun menghilang begitu saja. Awalnya Hana merasa bahwa Jae Jun hanya menghilang sementara. Tapi ia benar-benar pergi. Bahkan semua hal yang berkaitan dengan Jae Jun hilang begitu saja. Foto-fotonya bersama Hana, semua hal yang memiliki kaitan dengan Jae Jun, semuanya menghilang bersama kepergian Jae Jun.

Sampai akhirnya Hana mendapati sebuah surat yang ditulis oleh Jae Jun. Di dalam surat itu dituliskan semua tentang kehidupan Jae Jun sebelum ia meninggal. Dulu, Jae Jun adalah seseorang yang tidak terlalu peduli dengan kehidupannya. Dia menganggap bahwa hidup hanyalah sebuah permainan. Dia suka melakukan semua yang ingin dia lakukan, sampai akhirnya sebuah kecelakaan membuatnya koma dan tidak berdaya.

Ini sebuah keajaiban. Tiba-tiba Jae Jun bangun dari komanya. Dia kembali bernafas, dan semua itu terjadi karena selama masa komanya Jae Jun terlah berusaha merubah sikap Hana dan membuatnya bahagia. Jae Jun bisa hidup kembali, tetapi semua kejadian saat ia koma hanya bisa ia anggap sebagai mimpi.

Sekarang Hana sudah bekerja di sebuah kantor. Saat ia tengah mengirim surat ke kantor pos, dia dikejutkan oleh sesosok laki-laki yang tidak asing baginya. Laki-laki yang mirip dengan orang yang telah hilang begitu saja dari kehidupannya. Dan dia adalah seorang manusia. Siapa laki-laki itu?


"Apa kita pernah bertemu sebelumnya?" tanya Jae Jun.

"Dimana?"

Jae Jun mengatakan bahwa dia pernah bermimpi bertemu dengan Hana di sebuah bukit yang luas, padang rumput hijau dengan kotak pos, kemudian di mercusuar, di dalam bis, dan di caffe tempat mereka biasa bertemu.


Dia benar-benar Jae Jun yang telah menghilang dari kehidupannya. Tapi bagaimana mungkin dia menjadi seorang manusia?

"Bukannya kau sudah mati?" Hana masih tak percaya.

"Aku bangun dari kematianku. Dan itu semua karena kau."

Di tengah keramaian kantor pos, ia langsung memeluk Jae Jun. Rasanya sudah tidak bisa menahan rindu yang menyeruak di hatinya.




Apa yang mereka lakukan tentu saja menarik para pengunjung kantor pos. Tapi keduanya tidak peduli. Ini adalah sesuatu yang telah lama mereka harapkan. Setidaknya sesuatu yang mereka anggap sebagai mimpi ternyata adalah kenyataan.

Setelah itu, Jae Jun bekerja sebagai seorang pengantar surat sungguhan untuk manusia. Tapi terkadang ia ingin membuka surat-surat yang harus ia antar, itu karena dia sudah terbiasa membaca surat-surat yang akan dikirim ke surga.

Sementara Hana, dia bekerja sebagai seorang desainer kartu pos. Dia merasa senang saat ada seseorang menulis di kartu pos yang ia desain.

Saat seseorang bertanya "Apakah kita pernah bertemu sebelumnya?", mungkin kau adalah seorang pahlawan yang pernah menolongnya di dalam mimpi.

0 comments:

Silakan tinggalkan komentar. Boleh kritik, saran atau apapun.. Jangan lupa untuk selalu menggunakan kata-kata yang santun. Terima kasih.