Kimi Ni Todoke

8:59 AM Nur Mumtahana 0 Comments




Menceritakan tentang seorang perempuan bernama Kuronuma Sawako. Dia adalah gadis yang pendiam. Dia selalu berjalan sambil menundukkan kepalanya. Rambut panjang yang selalu menutupi wajahnya membuat ia terlihat menakutkan. Itulah satu alasan kenapa semua orang memanggilnya Sadako, sosok hantu asal jepang yang memiliki rambut panjang.

Tidak ada orang yang berani menatap matanya. Semua ini dikarenakan ada yang berkata bahwa siapa saja yang menatap Sawako dalam waktu tiga detik, maka sebuah musibah akan terjadi padanya. Betapa kasihannya Kuronuma.

Sekarang hari pertamanya masuk SMA. Di musim semi yang cerah. Tetap di sebuah persimpangan, Kuronuma bertemu dengan seorang siswa laki-laki yang mengenakan seragam sama dengannya. Ia nampak kebingungan. Begitu melihat keberadaan Kuronuma, laki-laki itu tanpa rasa takut langsung menghampirinya. Dia tersenyum pada Kuronuma, dan hal itu justru terlihat aneh di matanya.



Ternyata siswa laki-laki bernama Kazehaya Shota tengah tersesat. Karena mereka satu sekolah, akhirnya Kuronuma menunjukkan jalan yang benar menuju sekolah. Saat itulah, saat sebuah kelopak bunga sakura tertiup angin dan jatuh tepat di atas rambut Kuronuma. Tanpa rasa enggan, Kazehaya mengambil kelopak bunga sakura berbentuk hati itu pada Kuronuma. Begitu saja, sampai akhirnya Kazehaya bertemu dengan teman-temannya.




Entah kenapa, saat itu Kuronuma merasakan sesuatu di dalam hatinya. Ia tersenyum sembari menatap ke atas, melihat kelopak-kelopak sakura yang berguguran menimpa dirinya. Ini benar-benar indah. Perasaan serupa menghampiri Kazehaya. Dia terpaku begitu melihat senyum Kuronuma yang selama ini tidak pernah ia perlihatkan pada orang lain.


Bahkan, hingga saat ini, Kuronuma masih menyimpan kelopak bunga sakura berbentuk hati yang beberapa waktu lalu Kazehaya berikan. Ini sangat manis. Kuronuma menaruh kelopak bunga itu di dalam sebuah bingkai kecil dan memajangnya di meja belajar. Tapi ia berfikir lagi. Mungkin akan lebih baik kalau kelopak bunga itu ia simpan di tempat yang selalu ia bawa kemana mana. Akhirnya Kuronuma menyimpan kelopak bunga itu di balik sampul buku siswanya.

Di sekolah barunya, Kazehaya adalah siswa laki-laki yang populer. Dia mempunyai banyak teman dan selalu akrab dengan siapa saja. Bagaimana dengan Kuronuma? Tentu saja tidak. Dirinya begitu ditakuti semua siswa, kecuali satu orang, yaitu Kazehaya sendiri.

Semua siswa berfikir bahwa Kuronuma adalah seorang pembawa musibah. Tidak ada yang mau berurusan dengannya. Hal itu membuat Kuronuma selalu menghabiskan waktu seniri. Sebenarnya, di dalam hati, dia ingin menjadi orang yang berguna bagi orang lain. Dia ingin membuat senang orang lain, bagaimana pun caranya. Kalau dengan menghindari semua orang bisa membuat mereka senang, maka Kuronuma pun akan melakukan hal tersebut.

Sampai pada suatu hari, saat siswa satu kelas tersebut akan mengadakan uji keberanian, Kuronuma dengan senang hati akan membantu Yoshida dan Yano. Bahkan dirinya rela menjadi Sadako jadi-jadian agar susana uji nyali terasa menyenangkan.

Begitu malah uji keberanian tiba, Kuronuma berusaha menyamar sebagai Sadako untuk menakut-nakuti siswa lain. Dan ternyata semua itu berhasil. Yoshida dan Yano pun berterima kasih kepada Kuronuma. Betapa terkejutnya Kuronuma saat Yoshida dan Yano memberinya minum. Mereka terlihat sangat baik.

Tak lama setelah itu, Kazehaya datang. Karena ada urusan, Yoshida dan Yano pergi meninggalkan mereka berduan. Kuronuma dan Kazehaya yang nampak begitu canggung. Mereka pun pergi ke sebuah tempat. Dari situ, mereka bisa melihat sebuah sisi lain dari keindahan. Pemandangan kota dari ketinggian. Benar-benar indah.

Tiba saatnya perpindahan tempat duduk. Kuronuma mendapat giliran pertama untuk mengambil undian. Ternyata ia mendapat tempat duduk nomor dua dari belakang, tepat di samping jendela. Semua siswa langsung panik. Mereka tidak ingin duduk di dekat Kuronuma. Dan tanpa basa-basi, Kazehaya begitu saja mengajukan diri untuk duduk di samping Kuronuma. Di susul dengan Yoshida yang duduk di depan Kazehaya, dan Yano di depan Kuronuma dan Ryu di belakang Kuronuma. Mereka nampaknya mulai menyukai Kuronuma. 

Bahkan sepulang sekolah mereka makan mie ramen bersama di kedai milik Ryu. Pada saat itulah, untuk pertama kalinya bagi Yoshida, Yano dan Ryu melihat Kuronuma tersenyum. Dia terlihat sangat manis. 

Mereka semakin akrab dan sering meluangkan waktu bersama. Sampai pada suatu hari, ada sebuah isu yang mengatakan bahwa Kuronuma telah menyebarkan isu tentang kejelekan Yoshida dan Yano. Tentu itu adalah sebuah fitnah. Kuronuma terlalu pendiam untuk membuat isu-isu yang tak masuk akan seperti itu. Yoshida dan Yano tidak mempercayai begitu saja.


Selang waktu berlalu, ternyata yang membuat semua isu tersebut adalah Ayane, seorang siswa perempuan yang sangat menyukai Kuronuma. Dia merasa cemburu karena Kuronuma begitu dekat dengan Kazehaya. Dan apa yang dilakukan Kuronuma? Dia tidak marah sama sekali. Akan sulit bagi Kuronuma untuk membenci seseorang.

Buku siswa milik Kuronuma hilang. Tentu itu adalah benda yang sangat berarti baginya. Ada sebuah kenangan yang sangat ia sukai. Dan ia menaruhnya di dalam buku itu. Kelopak bunga sakura berbentuk hati itu juga hilang.

Suatu hari, Kazehaya mengajak Kuronuma untuk pergi bersama di malam natal. Kuronuma menolak. Seumur hidupnya, ia selalu menghabiskan waktu natal bersama orang tuanya. Kazehaya hanya mencoba mengerti keadaan Kuronuma. Dia memang perempuan yang polos.

Untuk kedua kalinya, Kazehaya mengajak Kuronuma untuk pergi menyaksikan pesta kembang api di malam tahun baru. Untuk kedua kalinya Kuronuma menolak. Dia tidak bisa meninggalkan pertunjukan orkestra ayahnya. Lagipula, setiap tahun baru Kuronuma selalu menghabiskan waktu bersama karena saat itu juga adalah ulang tahunnya. Ya, tanggal lahir Kuronuma 31.12.1994. Begitu yang tertulis di dalam buku siswa.

Perasaan Kuronuma tidak akan pernah tenang. Di luar sana, ada seseorang yang sangat ingin ia temui. Haruskan ia pergi dan meninggalkan orkestra ayahnya begitu saja? Dengan mengumpulkan keberanian, akhirnya Kuronuma meminta ijin pada ayahnya. Ayah kuronuma memang orang yang pengertian. Ia tahu bahwa ada hal lain yang lebih penting di luar sana bagi anaknya.

Dengan sekuat tenanga, tepat di malam pergantian tahun, Kuronuma pergi  menuju tempat di adakannya perayaan malam tahun baru. Ia mencari Kazehaya, tapi temannya mengatakan bahwa ia sudah pulang. Sampai akhirnya ia bertemu dengan Ayane. Dia yang awalnya  menyebalkan, sekarang ia memberi tahu di mana keberadaan Kazehaya pada Kuronuma.

Di belakang sekolah. Begitu kata Ayane. Setibanya di sana, ternyata Kazehaya tidak ada. Mungkin dia benar-benar pulang. Bahkan kembang api sudah meluncur menghiasi langit. Ulang tahun Kuronuma sudah berakhir, tanpa siapa pun.

Dengan keputusasaan, ia berjalan. Ia akan pulang saat itu juga. Dan... Dia melihat Kazehaya tengah duduk pada salah satu sisi pagar pembatas di persimpangan jalan. Persimpangan jalan di mana mereka bertemu untuk yang pertama kali. Tidak ada bunga sakura. Tentu, ini musim dingin.

Kuronuma berjalan menghampiri Kazehaya. Tidak menyangka bahwa mereka akan bertemu di tempat ini. Rasanya seperti kembali kepada musim semi yang lalu.

"Maaf, aku tidak mengucapkan selama ulang tahun." ucap Kazehaya sambil memberikan buku siswa milik Kuronuma.

Kuronuma ingat sesuatu, saat ia lihat bagian belakang buku siswanya, kelopak sakura itu masih ada. Kazehaya pasti melihatnya. Saat itulah, Kuronuma untuk pertama kalinya berani mengatakan apa yang sudah dirasakannya selama ini. Dia mencintai Kazehaya. Begitu juga dengan Kazehaya.


Tentu ini adalah tahun baru paling indah. Akhirnya mereka pacaran tepat di tahun baru, di tempat di mana mereka bertemu untuk pertama kali.



CAST :


Mikako Tabe sebagai Kuronuma Sawako


 Haruma Miura sebagai Kazehaya Shota


0 comments:

Silakan tinggalkan komentar. Boleh kritik, saran atau apapun.. Jangan lupa untuk selalu menggunakan kata-kata yang santun. Terima kasih.