VIRGIN SNOW

11:20 AM Nur Mumtahana 0 Comments





Beberapa waktu yang lalu aku menonton sebuah film. Aku tidak tahu itu film film Jepang atau Korea. Sampai saat ini aku masih bingung. pasalnya film itu memang diambil dari dua latar yang terbeda. Di dalamnya pun menceritakan tentang dua orang yang berasal dari dua negara berbeda.

Di dalam film ini diceritakan seorang laki-laki bernama Min (Lee Jun Ki) yang harus pindah ke Kyoto untuk melanjutkan sekolah. Dia yang sebenarnya berasal dari Korea tidak begitu paham dengan Bahasa Jepang. Kesulitan untuk berkomunikasi membuatnya sering mengalami miss understanding saat bergaul dengan teman-temannya. Tapi bagaimana pun juga Min tidak akan menyerah begitu saja.

Sampai pada suatu hari, saat dia tengah bersepeda, ia terjatuh. Tangannya terluka dan ia mencari pertolongan. Ia menemukan sebuah kuil. Saat tengah membersihkan lukanya, Min melihat seorang perempuan sebaya dengannya.

Nanae (Aoi Miyazakii), itulah nama gadis jepang yang nampak begitu tenang. Dengan kelembutan dia membantu Min membersihkan lukanya, dan sejak saat itulah Min merasakan sesuatu di dalam hatinya.

Tidak disangka kalau ternyata Min akan satu sekolah dengan Nanae. Sejak saat itu, Min selalu berusaha untuk bisa mendekati Nanae. Tapi sikapnya yang kekanak-kanakan dan gegabah justru menimbulkan kekacauan. Bahkan saat Min berniat untuk menyapa Nanae, dia justru menjatuhkan tas milik Nanae yang berisi perlengkapan melukisnya ke sungai. Ya, Nanae adalah seorang perempuan yang suka melukis. Min tidak menyerah. Dia sampai rela berbasah-basahan untuk mengambilkan tas itu. Tapi apa yang dia lalukan selalu menimbulkan kekacauan. Tanpa sengaja tas itu terbuka dan semua isinya hanyut begitu saja terbawa arus.


Sejak Min memberikan satu set perlengkapan melukis untuk Nanae sebagai ganti akibat perbuatannya, sejak saat itu pula mereka jadi semakin dekat. Sebagai ucapan terima kasih Nanae memberikan sebuah lukisan pada Min, dan Min memajang lukisan itu di kamarnya.


Suatu hari mereka pergi berkencan, dan hujan turun. Saat mereka berteduh di sebuah tempat, Nanae terpesona begitu melihat sebuah keramik yang dilukis. Itu begitu indah baginya. Min pun menceritakan bahwa ayahnya juga seorang pembuat keramik. Min berjanji akan membuat sebuah keramik untuk Nanae, dan Nanae pun berjanji akan melukis di atas keramik yang dibuat oleh Min

Seperti yang mereka sadari, keduanya berasal dari dua negara yang berbeda. Berbeda pula kebudayaan di antara mereka. Sampai akhirnya, saat mereka tengah berkencan, mereka saling menceritakan legenda-legenda dari negara mereka masing-masing. Dan ternyata dari beberapa perbedaan legenda di antara mereka, ada satu legenda yang sama. Legenda yang mengatakan bahwa waktu yang tepat untuk memulai suatu hubungan adalah saat salju turun untuk pertama kali. Sejak saat itu, mereka berjanji akan bertemu kembali saat salju turun untuk pertama kalinya.

Selang waktu berjalan, tiba juga saat dimana Min harus kembali ke Korea. Tapi keduanya yakin, janji di antara mereka tidak akan pernah terlupakan.

 Begitu saatnya tiba, setiap salju turun untuk yang pertama kali, Min tidak dapat menemui Nanae. Sungguh, Min begitu marah. Dia merobek lukisan yang pernah diberikan Nanae. Min benar-benar marah.

Nanae hilang begitu saja. Dia pergi untuk menghindari para dept collector yang selalu mengejar-ngejar keluarganya. Keluarga Nanae memang selalu diusik oleh debt collector. Semua ini dikarenakan Ibunya yang suka menghambur-hamburkan uang.

Sampai akhirnya, Min mengetahui kepergian Nanae. Awalnya ia berfikir bahwa Nanae pergi begitu saja tanpa peduli padanya, tapi ternyata apa yang dia lakukan, semuanya memiliki alasan yang tidak terduga oleh Min selama ini.

Pada suatu kesempatan, Min mencoba untuk datang ke tempat yang telah mereka janjikan. Tepat saat salju turun pertama kali. Min tidak putus harapan. Dia yakin, Nanae tidak akan melupakannya begitu saja.

Tidak menyangka. Setelah dua tahun berlalu, ternyata mereka dapat bertemu saat itu. saat salju turun pertama kali di musim dingin kali ini. Entah apa yang ada di dalam benak mereka. Tapi keduanya begitu bahagia. Kini, semua janji yang begitu lama diikrarkan dapat mereka tepati.


Dengan penuh rasa haru, mereka saling berpelukan. Menikmati salju yang turun begitu saja menghujani mereka. Dan mereka tidak mengingkari janji satu sama lain. Min membuat sebuah keramik, dan Nanae melukis di atasnya. Lukisan dengan gambar dua orang tengah berpelukan di bawah hujan salju.

0 comments:

Silakan tinggalkan komentar. Boleh kritik, saran atau apapun.. Jangan lupa untuk selalu menggunakan kata-kata yang santun. Terima kasih.