Remaja 'Cenderung Labil'

9:18 PM Nur Mumtahana 0 Comments





Seperti judul yang tertulis di atas, sekarang kita akan membahas beberapa hal seputar remaja. Dan salah satu poin utama yang akan kita ulas adalah tentang remaja yang cenderung labil.

Memang tidak bisa dipungkiri, saat kita mendengar kata ‘ababil’ atau kepanjangan dari ‘ABG labil’, ya memang begitu. Kebanyakan remaja mengalami kesulitan untuk mengendalikan emosinya. Terkadang mereka sangat senang, tiba-tiba menjadi murung. Hal sekecil apa pun berkemungkinan untuk mempengaruhi mood mereka. Saat hal kecil mampu membuat mereka nyaman, maka mereka akan senang. Tapi sekali ada sesuatu yang kurang mereka sukai, emosi yang tak labil akan mudah marah.

Sedikit ulasan tentang garis besarnya. Sekarang kita bahas mengenai beberapa hal yang biasanya membuat remaja mudah marah. Yang pertama adalah saat ada hal yang menghambat gerakan mereka. Bahkan aturan sekolah pun bisa membuat remaja merasa bosan. Saat mereka harus mengikuti semua tata tertib, saat harus mengerjakan tugas dan saat harus melakukan kegiatan bersih-bersih sekolah. Beberapa dari mereka sering merasa terbebani dengan kewajiban-kewajiban yang harus mereka lakukan karena mereka sendiri belum bisa mencerna dengan baik apa tujuan dari semua hal itu.

Saat orang dewasa berusaha menasehati mereka, kadang mereka mencernanya sebagai larangan atau omelan. Di sinilah saatnya bagi orang dewasa untuk menempatkan diri sebaik mungkin. Satu hal yang perlu mereka ketahui, remaja kurang senang saat mendengar seseorang menasihati mereka panjang lebar, apalagi dengan kalimat-kalimat orang dewasa yang cenderung menyalahkan. Orang dewasa harus mengerti suasana hati mereka. Nasihati mereka dengan cara yang halus dan menyenangkan. Mungkin bisa sambil ngobrol, dan usahakan agar suasana tidak terlalu menegangkan. Dengan atmosfer yang menyenangkan, para remaja memungkinkan dirinya untuk menerima semua nasihat dari orang dewasa. Pada dasarnya, di sini orang dewasa harus bisa menjadi orang yang menyenangkan.

Beberapa remaja cenderung suka menyendiri saat memiliki masalah. Walau pun mereka nampak baik-baik saja saat harus menghadapi masalah mereka, seharusnya sebagai orangtua atau kerabat terdekat mereka, jangan membiarkan mereka memendamnya sendiri. saat remaja sangat suka menyendiri, sebenarnya saat itulah mereka berfikir bahwa tidak ada lagi orang yang bisa membantu mereka. Berilah sedikit perhatian. Setidaknya cobalah untuk mengerti apa yang sedang dihadapi mereka. Saat mereka sudah mulai mau menceritakan masalah mereka, cobalah untuk membantunya. Karena sebenarnya remaja membutuhkan perhatian lebih daripada seorang anak-anak.

Remaja sangat mudah mengambil kesimpulan terhadap suatu hal. Saat mereka melihat sesuatu yang bisa membuat mereka senang, maka mereka akan menganggap hal tersebut sebagai sesuatu yang baik baginya. Tapi begitu seorang remaja menganggap sesuatu sebagai hal yang menghambat mereka, maka mereka akan menjadikan hal tersebut sebagai musuhnya.

Dan inilah yang terakhir. Pesan untuk para remaja. Hendaknya kita semua, termasuk saya, bisa menjadikan apapun yang ada di hadapan kita sebagai pelajaran. Saat kita melihat sesuatu yang bisa merugikan orang lain dan diri kita sendiri, cobalah untuk menghindarinya. Saat ada sesuatu yang bisa menjadikan kita sebagai pribadi yang baik, cobalah untuk melakukannya. Karena pada dasarnya apa yang akan melekat di dalam diri kita adalah timbal balik dari apa yang kita lakukan. Sedini mungkin kita harus mengontrol emosi, karena setiap kebiasaan yang kita lakukan di masa remaja akan berkemungkinan besar terbawa hingga kita dewasa.


0 comments:

Silakan tinggalkan komentar. Boleh kritik, saran atau apapun.. Jangan lupa untuk selalu menggunakan kata-kata yang santun. Terima kasih.