Berekspresi dengan Menulis

11:00 PM Nur Mumtahana 0 Comments


Sebelum membicarakan hal yang satu ini panjang lebar, saya ingin bertanya, sudah tahukah kalian tentang arti dari 'berekspresi'? Saat ini saya akan menjelaskannya. Apa yang saya sampaikan bukanlah petikan kalimat yang diambil dari sumber yang sudah tersedia. Di sini saya akan mengungkapkan apa yang ada di dalam pikiran saya tentang arti dari 'berkespresi', karena di sini saya ingin mengekspresikan pemikiran yang sedari tadi melayang-layang di dalam pikiran.

Berekpresi, menurut saya itu adalah suatu bentuk ungkapan dari apa yang sedang kita rasakan. Ada begitu banyak cara orang mengungkapkan perasaannya. Bahkan ketika ada 100 orang yang sama-sama sedang merasakan senang, belum tentu mereka akan mengungkapkannya dengan hal yang sama. Mungkin ada yang menangis, ada yang tersenyum, ada juga yang tenang seolah-olah tidak ada yang terjadi.

Berekspresi dengan fasion berbeda dengan berekpresi yang akan kita bahas di sini. Walaupun fasion bisa mengungkapkan kepribadian seseorang, tapi ekpresi yang ada di dalam hati belum tentu bisa tertuang begitu saja lewat pakaian yang dikenakan seseorang.

Berekspresi dengan mendengarkan lagu atau bernyanyi juga sudah menjadi hal yang biasa. Lalu bagaimana cara mengespresikan perasaan kita agar apa yang kita rasakan juga bisa dirasakan oleh orang lain?

Satu cara yang mudah adalah dengan menulis. Jangan mencari suasana yang tepat untuk menulis, tapi tulislah sesuatu yang pas dengan suasana hatimu saat itu. Saat sedih, secara otomatis tangan dan pikiran akan menyatu dan menuliskan kalimat-kalimat yang bisa membuat hati orang lain yang membaca ikut teriris. Saat bahagia, setiap kata-kata yang kamu ungkapkan mampu membawa orang lain menjadi bahagia seperti yang kamu rasakan saat itu. Bukankah menulis adalah satu hal yang ajaib? Bisa membuat orang lain masuk ke dalama situasi yang pernah kita alami.

Tidak perlu mencari kalimat-kalimat yang indah, karena saat kita berekspresi dengan sebuah tulisan, kita tidak terikat dengan peraturan. Tulis saja apa yang di dalam benakmu, dengan begitu perasaanmu akan lebih tersampaikan. Terkadang memang sulit memendam sesuatu sendirian. Bahkan memendam kebahagiaan sendirian juga sulit dan menyakitkan.

Walaupun kertas tempat kita menulis tidak bisa berbicara untuk menanggapi setiap apa yang kita ungkapkan, tapi dengan menyampaikan isi hati kita, kita akan merasa lebih tenang. Walaupun tidak ada yang mendengarkan, rasanya seperti ada seseorang yang membantu kita untuk mengurangi beban di dalam hati. Begitulah. Menulis sangat ajaib. Tidak perlu takut kesepian saat ada secarik kertas dan sebuah pena di dekatmu, karena dua hal kecil dan sesederhana itu mampu menciptakan keajaiban bagi dirimu dan mungkin orang lain.


0 comments:

Silakan tinggalkan komentar. Boleh kritik, saran atau apapun.. Jangan lupa untuk selalu menggunakan kata-kata yang santun. Terima kasih.