Heavenly Forest

11:12 AM Nur Mumtahana 2 Comments


Makoto Segawa (Hiroshi Tamaki), seorang mahasiswa baru di universitas di Jepang. Dia memilih untuk kabur saat acara penyambutan siswa baru. Menurutnya, mendengarkan orang berbiara panjang lebar adalah hal yang membosankan.



Saat ia tengah berjalan, ia melihat seorang gadis kecil yang nampaknya akan menyebrang jalan. Kelihatannya dia kesulitan. Jalanan begitu ramai oleh kendaraan, dan dia terus berdiri di tepi jalan sambil mengangkat tangannya, mencoba agar semua kendaraan berhenti sehingga ia bisa menyeberang.



Makoto mencoba menghampiri gadis itu, mencoba untuk membantunya, "Di sebelah sana ada lampu lalu lintas. Kau akan lebih mudah menyeberang di sana." ucapnya.

Tapi gadis itu tidak peduli. Dia tetap berusaha menyeberang di jalanan yang ramai. Masih dengan mengangkat tangannya tinggi-tinggi agar kendaraan yang berlalu lalang bisa berhenti sejenak. Tapi itu sia-sia saja.

Satu hal membuat Makoto begitu kaget. Ternyata gadis itu adalah seorang mahasiswa baru di universitas yang sama dengannya. Tapi, jika dilihat dari penampilannya sangat meragukan. Cara berpakaiannya, gaya rambutnya, kacamanya, bahkan sikap dan cara bicaranya seperti seorang anak SD.

Makoto memastikan bahwa perempuan itu akan baik-baik saja. Akhirnya ia pergi, tapi sebelum itu Makoto secara diam-diam mengambil gambar perempuan itu dengan kameranya. Kebetulan Makoto adalah seorang yang menyukai fotografi.


Di lain kesempatan, saat tengah makan siang di kantin kampus, perempuan dengan gaya yang kekanak-kanakan itu datang menghampiri Makoto. Dia meminta ijin untuk duduk bersama. Kemudian perempuan itu memperkenalkan diri. Namanya Shizuru Satonaka (Aoi Miyazaki). Dia perempuan yang cukup aneh. Di saat para mahasiswa menyantap makan siang mereka, Shizuru hanya memakan biskuit donat. Itu adalah makanan kesukaannya. Dia semakin terlihat kekanak-kanakan.

Makoto menyukai tempat-tempat baru yang jarang didatangi orang. Ada sebuah hutan di dekat kampus. Sebenarnya itu adalah hutan yang tidak boleh dimasuki, tapi dengan nekat dia memanjat pagar pembatas. Kehadiran Shizuru di belakangnya membuat ia kaget. Tanpa basa-basi Shizuru juga ikut memanjat pagar tersebut dan masuk ke dalam hutan.




Tempat yang mengejutkan. Hutan tersebut sangat idah. Dipenuhi oleh pepohonan rindang, dan ada padang rumput luas yang menghadap ke sebuah sungai. Ini tempat yang idah. Makoto langsung mengeluarkan kameranya, mengambil gambar dari setiap sudut yang ada. Keduanya begitu menikmati pemandangan yang indah. Sejak saat itu, mereka sering menghabiskan waktu di hutan yang tidak pernah didatangi orang lain.






Shizuru menceritakan pada Makoto bahwa dirinya mengalami kelainan hormon. Hormon pertumbuhannya tidak normal seperti orang pada umumnya, itulah yang membuat Shizuru seperti seorang anak kecil. Tapi ia tidak begitu peduli dengan hal tersebut selama ia masih bisa hidup seperti orang normal lainnya.


Di kampus, ada seorang mahasiswa yang sempat menarik perhatian Makoto, mahasiswa yang cantik dan ramah. Kalau boleh dibilang, penampilan Miyuki Toyama (Meisa Kuroki) berbanding terbalik dengan penampilan Shizuru. Tentu saja, Miyuki adalah seorang mahasiswi yang terlihat dewasa dan mudah bergaul.




Miyuki juga mengajak Makoto untuk bergabung dengan teman-temannya. Melihat hal tersebut Shizuru jadi kesal. Shizuru sudah membeli kamera sendiri. Dia ingin pergi ke hutan dan mengambil foto bersama Makoto. Setelah melihat Makoto tengah bersama teman-teman Miyuki, Shizuru langsung pergi.



Saat Shizuru tengah menyendiri di hutan, Makoto datang dengan membawa sebungkus biskuit donat yang sengaja ia beli untuk Shizuru. Shizuru sangat senang dan langsung memakannya.






Kini Shizuru dan Makoto pergi ke hutan bersama. Shizuru juga tertarik untuk belajar menggunakan kamera. Dia sengaja membeli kamera baru agar bisa mengambil foto bersama Makoto. Kepolosan Shizuru tak jarang membuat Makoto kaget dan merasa geli.







Pada suatu hari, saat Shizuru tengah menunggu Makoto di hutan, dia dibuat kecewa. Ternyata Makoto datang bersama Miyuki. Shizuru tahu persis bahwa Makoto menyukai Miyuki. Hal tersebut membuatnya patah hati. Dia benar-benar marah. Dia berfikir bahwa hutan tersebut adalah tempat miliknya dan Makoto, tidak boleh ada orang lain yang datang ke situ.



Saat Makoto mengira Shizuru kesal dengannya dan Miyuki, hal yang berkebalikan terjadi. Saat itu juga Makoto melihat Shizuru begitu akrab dengan Miyuki, bahkan mereka menjadi teman dekat. Sejak saat itu, Makoto, Shizuru dan Miyuki sering menghabiskan waktu bersama.


Shizuru mengatakan pada Makoto bahwa dirinya sedang kabur dari rumah. Dia memutuskan untuk tinggal di kampus, memakai ruangan kosong sebagai kamarnya. Dan saat itu Makoto menawarkan bantuan pada Shizuru. Makoto bilang Shizuru bisa menginap di rumahnya. Shizuru pun menerimanya dengan senang hati.

Hari-hari selama tinggal di rumah Makoto benar-benar menyenangkan. Shizuru juga sering menceritakan tentang keluarganya. Dia bilang dia pergi dari rumah karena adiknya baru saja meninggal. Dia berusaha untuk menghindari kesedihannya, jadi begitulah cara yang dilakukannya. Adik Shizuru meninggal karena sebuah penyakit yang diturunkan oleh gen ibunya. Penyakit yang akan semakin parah saat penderitanya mulai dewasa dan merasakan jatuh cinta. Ibu Shizuru juga meninggal karena penyakit yang sama. Tapi Shizuru bilang dia merasa bersyukur karena dia menuruni gen ayahnya.



Saat Miyuki berulang tahun, dia meminta hadiah pada Makoto. Miyuki berharap bisa menghadiri sebuah acara pameran baju pengantin bersama Makoto. Sebenarnya Makoto sedikit ragu, tapi pada akhirnya dia mengiyakan. Sementara pada saat Shizuru berulang tahun, ia meminta hadiah pada Makoto sebuah ciuman. Tentu saja Makoto sangat kaget. Shizuru bilang dia ingin mengambil fotonya bersama Makoto untuk sebuah kompetisi foto yang akan dia ikuti.


Dalam acara pameran busana pengantin, Makoto dibuat kaget saat melihat Miyuki mengenakan pakaian pengantin. Kebetulan semua pengunjung diperbolehkan mencoba mengenakan busana yang dipamerkan. Kemudian Makoto berfoto dengan Miyuki menggunakan busana pengantin. Miyuki terlihat sangat cantik.


Dan saat merayakan ulangtahun Shizuru, Makoto menepati janjinya. Dia akan memberikan kado sebuah ciuman untuk Shizuru. Saat itu Shizuru melepas kaca matanya. Dia terlihat berbeda. Dia nampak lebih dewasa dari sebelumnya.

"Apakah ada sedikit cinta dalam ciuman tadi?" tanya Shizuru sebelum akhirnya Makoto kembali ke kampus.

Makoto hanya diam. Dia sendiri tidak tahu apa yang dia rasakan. Kemudian dia pergi begitu saja meninggalkan Shizuru di hutan. Shizuru merasa sangat senang waktu itu.



Begitu Makoto pulang dari kampus, dia mendapati sebuah pesan perpisahan dari Shizuru di rumah. Semua barang-barang milik Shizuru juga sudah tidak ada. Dia benar-benar pergi. Tanpa pikir panjang Makoto langsung mencarinya. Saat datang ke kampus untuk mencari Shizuru, dosen mereka mengatakan bahwa Shizuru telah mengundurkan diri.








Miyuki dan teman-temannya juga ikut mencari Shizuru, tapi semuanya sia-sia. Bahkan saat datang ke rumah Shizuru, dia juga tidak ada. Makoto sampai harus masuk rumah sakit. Dia terlalu mengabaikan kesehatannya untuk terus mencari Shizuru.

Beberapa waktu berlalu. Cukup lama, sampai akhirnya suatu hari dia mendapat sebuah surat dari Shizuru. Dia meminta pada Makoto untuk datang ke pameran fotonya di New York. Makoto sangat senang. Dia sudah tidak sabar lagi untuk bertemu dengan Shizuru. Dia bilang, dia sudah banyak berubah dan menjadi perempuan yang lebih dewasa.


Setibanya di New York, dia juga bertemu dengan Miyuki. Akhirnya Makoto menginap di apartemen Miyuki sampai pameran foto Shizuru dibuka. Sehari sebelum pameran foto dibuka, Makoto menghabiskan waktu untukjalan-jalan di kota New York. Dia benar-benar tak sabar untuk bertemu dengan Shizuru. Kata Miyuki, Shizuru benar-benar banyak berubah. Katanya Shizuru sudah lebih dewasa dari terakhir kali mereka bertemu.

Begitu pulang dari jalan-jalan, Makoto mendapati sebuah pesan pada telepon rumah di apartemen Miyuki. Pesan dari Ayah Shizuru. Di dalam pesan itu Ayah Shizuru mengundang Miyuki ke acara hari peringataan kematian Shizuru. Makoto kaget mendengar hal tersebut.

Saat Miyuki pulang, Makoto meminta Miyuki untuk menjelaskan semuanya. Ternyata Shizuru memang sudah meninggal. Sekitar 40 hari yang lalu. Dia meninggal dikarenakan penyakit yang sama seperti ibunya. Adalah kebohongan saat dulu Shizuru mengatakan dirinya menuruni gen ayahnya. Selama ini Shizuru berusaha keras untuk tidak tumbuh dewasa. Tapi, sejak bertemu dengan Makoto, dia mengabaikan semua kemungkinan yang akan terjadi saat dia tumbuh dewasa. Shizuru tidak peduli. Dia hanya ingin menjadi perempuan dewasa agar mendapat cinta dari Makoto. Makoto merasa bersalah akan semua itu. Dia belum bisa menerima kenyataan bahwa Shizuru sudah tidak ada.




Saat pameran foto Shizuru sudah dibuka, Makoto dibuat kaget dengan semua foto yang terpampang di dinding. Shizuru benar-benar seorang fotografer yang hebat. Dia juga dibuat terkejut begitu melihat foto besar Shizuru yang dipasang di sisi utama ruang pameran. Dia benar-benar cantik dengan rambut panjangnya.



Dia benar-benar menjadi perempuan dewasa seperti apa yang dia katakan dulu. Di sisi ruangan yang lain, ada foto Shizuru yang tengah berciuman dengan Makoto. Foto yang diambil tepat saat Shizuru berulangtahun. Ciuman hadiah ulang tahun dari Makoto terpasang di dinding dengan sebuah tulisan, 
"Satu-satunya ciuman dalam hidupku, satu-satunya cinta yang pernah aku miliki."

Makoto menangis. Sampai akhirnya dia melihat semua foto dirinya yang juga ada di dalam ruang pameran tersebut. Ternyata, selama ini Shizuru selalu mengambil fotonya. Saat Makoto tengah tidur, saat ia bicara, bahkan semua yang Makoto lakukan terpampang jelas pada foto itu. Ternyata, selama ini Shizuru benar-benar selalu memperhatikannya.





Miyuki bilang selama Shizuru sedang sakit dia terus menulis surat untuk Makoto, dan semua surat itu masih ada pada Miyuki. Sejak saat itu, setiap bulan Miyuki dari New York akan mengirimkan surat-surat yang ditulis Shizuru pada Makoto. Walaupun Shizuru sudah mati, tapi dia selalu hidup di dalam hati Makoto. Biarpun Makoto harus membohongi dirinya sendiri, dia memang ingin menganggap Shizuru tetap hidup.




2 comments:

  1. Kayaknya bagus nih... Hm.. sad endingnya.. greget... Hihihi.. Riveiwnya.. top.. jadi pngen nontonnya...

    Mampir sini ya gan.. http://sibocahlaliomah.blogspot.com/ masih newbie.. hihihi...

    ReplyDelete
    Replies
    1. di film ini kita bakal disuguhi sama cerita yang bikin haru...

      Siappp blog walking...

      Delete

Silakan tinggalkan komentar. Boleh kritik, saran atau apapun.. Jangan lupa untuk selalu menggunakan kata-kata yang santun. Terima kasih.