Fakta Unik Air Mata dan Menangis

8:24 PM nmhana 0 Comments

Setiap orang pasti punya pengalaman menangis dalam hidup mereka. Hari pertama manusia lahir, mereka sudah memiliki pengalaman pertama mengeluarkan air mata. 
Menangis biasanya terjadi ketika seseorang merasa sakit baik fisik maupun mental, atau ketika seseorang merasa sangat bahagia. Dengan kata lain, menangis adalah cara untuk mengekspresikan emosi seseorang.
Umumnya, wanita lebih sering menangis daripada pria. Masyarakat telah membentuk opini bahwa perempuan lebih emosional yang berarti bahwa lebih mudah bagi perempuan untuk melepaskan air mata dan mulai menangis.

Menurut Fit Sugar, setidaknya ada delapan fakta unik tentang menangis yang merupakan kesimpulan dari berbagai penelitian tentang menangis.

1. Sebanyak 85% wanita dan 73% pria mengakui bahwa rasa marah dan kesedihan akan berkurang setelah menangis. Air mata tidak hanya diproduksi oleh perasaan emosional saja. 
Air mata juga berfungsi untuk membersihkan dan melumasi mata, yang menyebabkan iritasi mata dan menguap dapat menyebabkan produksi air mata meningkat. Meskipun menghasilkan air mata, namun air mata emosional dan air mata karena iritasi sebenarnya memiliki komposisi kimia yang berbeda.

2. Jika wanita dianggap lebih mudah menangis, mungkin saja benar. Rata-rata, wanita menangis sebanyak 47 kali dalam setahun sedangkan pria menangis hanya 7 kali setahun. 
Hal ini bukan hanya karena perempuan dianggap lebih emosional, lebih lemah dibandingkan pria, dari fakta medis diketahui bahwa saluran air mata pada laki-laki memiliki ukuran yang lebih kecil dibandingkan pada wanita. Sedangkan pada bayi, durasi normal menangis mereka antara 1 – 3 jam sehari.

3. Tidak hanya waktu ketika kebanyakan orang menangis, tetapi durasinya juga. Sebagian besar orang menghabiskan rata-rata 6 menit setiap kali mereka menangis.

4. Jika merasa sulit dan malu untuk mengeluarkan air mata, sepertinya kita harus berpikir lagi. Menurut para ahli, menangis tidak hanya respon tubuh terhadap kesedihan dan rasa frustasi, tetapi juga sehat.

5. Menangis adalah cara untuk mengurangi stres emosional. Hal ini tentu saja sangat baik untuk kesehatan, karena stres bisa memberikan dampak negatif bagi kesehatan seseorang. Dari hasil penelitian, diketahui bahwa air mata mengandung hormon prolaktin yang efektif untuk melawan stres.
 
6. Stres dikatakan memiliki dampak yang buruk bagi kesehatan, stres dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan kerusakan otak. Maka menangis bisa membuat sehat, karena dapat menghilangkan stres seseorang.

7. Para  ahli mengatakan bahwa menangis dapat menurunkan tekanan darah dan denyut jantung dan membuat respon yang lebih baik terhadap pengobatan.

Nah, mulai sekarang tak usah ragu atau malu untuk menangis.


Sumber: intisari online

0 comments:

Silakan tinggalkan komentar. Boleh kritik, saran atau apapun.. Jangan lupa untuk selalu menggunakan kata-kata yang santun. Terima kasih.

Beberapa Pelajaran yang Sering Terlupakan

8:43 AM nmhana 1 Comments

Belajar. Semua manusia lahir, seolah-olah mereka adalah angka nol yang sama. Bagaimana mereka selanjutnya, tergantung daripada apa yang mereka lakukan.

Belajar. Satu hal yang mungkin akan mempengaruhi kehidupan mereka setelah melewati masa nol saat mereka lahir. Beberapa orang berkesimpulan bahwa belajar itu seperti di sekolah, memperhatikan guru yang mengajar di depan kelas. Padahal sebenarnya belajar tidak melulu tentang matematika atau bahasa inggris. Ada begitu banyak pelajaran yang mungkin kita lalaikan sementara kita duduk di dalam kelas untuk menguras pengetahuan umum.

Beberapa pelajaran yang mungkin sering terlewatkan dalam pikiran kita di antaranya adalah :
  1. Belajar bersabar. Saat seseorang mulai begelut dengan segala aktivitasnya, memungkinkan emosi mereka mudah terpancing karena situasi yang cukup menekan mental mereka. Teralalu berambisi untuk mencapai sesuatu seringkali membuat seseorang terlalu terburu-buru dan melakukan apapun - walau itu sebenarnya bukanlah sesuatu yang baik untuk dilakukan. Satu pelajaran berharga terlewatkan dalam hidupnya. Otak cerdas dengan tingkat kesabaran yang rendah tidak akan menjadikan seseorang lebih baik daripada mereka yang berfikir tenang dan selalu memperhitungkan segala macam hal yang mungkin terjadi di masa mendatang.
  2. Belajar menghargai. Apapun yang dikehendaki oleh Allah selalu punya alasan. Dan itu adalah satu alasan yang terbaik untuk kita. Begitu juga yang dilakukan oleh orang-orang di sekitar kita. Apapun yang mereka lakukan selalu punya alasan. Alasan yang menurut mereka adalah sesuatu yang terbaik, walaupun belum pasti bahwa itu adalah apa yang baik bagi orang lain. Seharusnya kita tahu, bahwa sebenarnya tidak ada orang yang ingin menjadi orang jahat. Apapun yang mereka lakukan - walaupun itu merugikan orang lain, mereka pasti punya alasan mengapa melakukan hal tersebut. Dari sinilah kita harus mulai menghargai apa yang orang lakukan. Dalam garis bawah, jika hal itu tidak membawa dampak buruk bagi orang lain. Semua orang ingin dihargai orang lain. Tidak perlu mengelak. Tapi kita akan dihargai, saat kita mau menghargai. Dan menghargai orang lain itu berarti kita mau berbagi kebahagiaan dengan orang lain.
  3. Belajar berinstropeksi. Menilai orang lain itu mudah. Bahkan terkadang tanpa kita sadari, mulut dan hati berbicara begitu melihat satu sikap seseorang. Tapi, pernahkah kalian menilai diri kalian sendiri? Itu bukanlah hal yang mudah. Mata kita tak mampu memandang diri sendiri, lantas darimana kita mau tahu seperti apa cara kita bertingkah? Tak mungkin saat kita harus membawa cermin kemanapun kita pergi. Memang tak mudah. Pikiran seseorang telah tersetting untuk mampu menangkap dan mencerna apa yang telah mereka lihat, namun mereka begitu sering melalaikan akibat dari apa yang mereka lakukan. Mulai dari situlah. Walau sulit, setidaknya bawa catatan kecil untuk mengingatkanmu terhadap apa-apa yang telah dilakukan. Saat kita membaca catatan kecil itu, berfikirlah bahwa kita tengah melihat apa yang sedang (telah) kita lakukan. Dan dari percobaan kecil tersebut kita akan mulai bisa mengoreksi segala sikap yang kita lakukan.
  4. Belajar menghargai waktu. Percaya atau tidak, waktu tidak akan pernah berlajan mundur - mesikpun sedetik. Semua orang tahu, penyesalan itu datang saat semua sudah terjadi. Siapa orang yang mau menyesal? Tak ada. Menghargai waktu itu seperti menentukan ketepatan komposisi saat kita membangun sebuah pondasi. Saat waktu kita sia-siakan begitu saja, maka robohlah semua di masa depan. Menghargai waktu - membangun hidup kita menjadi lebih baik.
Masih ada banyak hal yang belum tercantum dari penjelasan di atas. Satu hal yang perlu kita tahu. Semua yang terjadi dalam hidup kita selalu ada pelajaran yang bisa dipetik. Semua hal terjadi karena mereka punya alasan. Meski itu pahit karena membawa kita ke dalam dasar keterpurukan batin, tapi dari situ pula pelajaran yang besar terpendam sebagai harta karun yang seharunya mampu kita gali untuk dapatkan hasil yang berharga dalam hidup.

1 comments:

Silakan tinggalkan komentar. Boleh kritik, saran atau apapun.. Jangan lupa untuk selalu menggunakan kata-kata yang santun. Terima kasih.