Beberapa Pelajaran yang Sering Terlupakan

8:43 AM nmhana 1 Comments

Belajar. Semua manusia lahir, seolah-olah mereka adalah angka nol yang sama. Bagaimana mereka selanjutnya, tergantung daripada apa yang mereka lakukan.

Belajar. Satu hal yang mungkin akan mempengaruhi kehidupan mereka setelah melewati masa nol saat mereka lahir. Beberapa orang berkesimpulan bahwa belajar itu seperti di sekolah, memperhatikan guru yang mengajar di depan kelas. Padahal sebenarnya belajar tidak melulu tentang matematika atau bahasa inggris. Ada begitu banyak pelajaran yang mungkin kita lalaikan sementara kita duduk di dalam kelas untuk menguras pengetahuan umum.

Beberapa pelajaran yang mungkin sering terlewatkan dalam pikiran kita di antaranya adalah :
  1. Belajar bersabar. Saat seseorang mulai begelut dengan segala aktivitasnya, memungkinkan emosi mereka mudah terpancing karena situasi yang cukup menekan mental mereka. Teralalu berambisi untuk mencapai sesuatu seringkali membuat seseorang terlalu terburu-buru dan melakukan apapun - walau itu sebenarnya bukanlah sesuatu yang baik untuk dilakukan. Satu pelajaran berharga terlewatkan dalam hidupnya. Otak cerdas dengan tingkat kesabaran yang rendah tidak akan menjadikan seseorang lebih baik daripada mereka yang berfikir tenang dan selalu memperhitungkan segala macam hal yang mungkin terjadi di masa mendatang.
  2. Belajar menghargai. Apapun yang dikehendaki oleh Allah selalu punya alasan. Dan itu adalah satu alasan yang terbaik untuk kita. Begitu juga yang dilakukan oleh orang-orang di sekitar kita. Apapun yang mereka lakukan selalu punya alasan. Alasan yang menurut mereka adalah sesuatu yang terbaik, walaupun belum pasti bahwa itu adalah apa yang baik bagi orang lain. Seharusnya kita tahu, bahwa sebenarnya tidak ada orang yang ingin menjadi orang jahat. Apapun yang mereka lakukan - walaupun itu merugikan orang lain, mereka pasti punya alasan mengapa melakukan hal tersebut. Dari sinilah kita harus mulai menghargai apa yang orang lakukan. Dalam garis bawah, jika hal itu tidak membawa dampak buruk bagi orang lain. Semua orang ingin dihargai orang lain. Tidak perlu mengelak. Tapi kita akan dihargai, saat kita mau menghargai. Dan menghargai orang lain itu berarti kita mau berbagi kebahagiaan dengan orang lain.
  3. Belajar berinstropeksi. Menilai orang lain itu mudah. Bahkan terkadang tanpa kita sadari, mulut dan hati berbicara begitu melihat satu sikap seseorang. Tapi, pernahkah kalian menilai diri kalian sendiri? Itu bukanlah hal yang mudah. Mata kita tak mampu memandang diri sendiri, lantas darimana kita mau tahu seperti apa cara kita bertingkah? Tak mungkin saat kita harus membawa cermin kemanapun kita pergi. Memang tak mudah. Pikiran seseorang telah tersetting untuk mampu menangkap dan mencerna apa yang telah mereka lihat, namun mereka begitu sering melalaikan akibat dari apa yang mereka lakukan. Mulai dari situlah. Walau sulit, setidaknya bawa catatan kecil untuk mengingatkanmu terhadap apa-apa yang telah dilakukan. Saat kita membaca catatan kecil itu, berfikirlah bahwa kita tengah melihat apa yang sedang (telah) kita lakukan. Dan dari percobaan kecil tersebut kita akan mulai bisa mengoreksi segala sikap yang kita lakukan.
  4. Belajar menghargai waktu. Percaya atau tidak, waktu tidak akan pernah berlajan mundur - mesikpun sedetik. Semua orang tahu, penyesalan itu datang saat semua sudah terjadi. Siapa orang yang mau menyesal? Tak ada. Menghargai waktu itu seperti menentukan ketepatan komposisi saat kita membangun sebuah pondasi. Saat waktu kita sia-siakan begitu saja, maka robohlah semua di masa depan. Menghargai waktu - membangun hidup kita menjadi lebih baik.
Masih ada banyak hal yang belum tercantum dari penjelasan di atas. Satu hal yang perlu kita tahu. Semua yang terjadi dalam hidup kita selalu ada pelajaran yang bisa dipetik. Semua hal terjadi karena mereka punya alasan. Meski itu pahit karena membawa kita ke dalam dasar keterpurukan batin, tapi dari situ pula pelajaran yang besar terpendam sebagai harta karun yang seharunya mampu kita gali untuk dapatkan hasil yang berharga dalam hidup.

1 comments:

Silakan tinggalkan komentar. Boleh kritik, saran atau apapun.. Jangan lupa untuk selalu menggunakan kata-kata yang santun. Terima kasih.

Thank You 2012, Welcome 2013 (NUR MUMTAHANA)

9:52 AM nmhana 5 Comments

Jadi, sudah datang tahun 2013. Dan ternyata kiamat tidak jadi datang di tanggal 21 Desember lalu. Aku juga sudah menduga kalau itu hanyalah isu belaka untuk menimbulkan sensasi.

Awal tahun, selalu diawali dengan menoleh ke belakang. Menoleh ke belakang untuk membenarkan jalan saat akan melangkah ke depan. Let's see 2012.

Tanggal 1 Januari 2012, itu adalah saat-saat dimana aku sedang sibuk untuk mempersiapkan diri dalam beberapa lomba menyambut ulangtahun SMK N 1 Slawi. Ya, sekolahku memang memiliki ulangtahun tepat di tanggal 1 Januari, tapi perayaannya dilakukan 2 Januari karena tahun baru selalu berwarna merah pada kalender.

Di Januari 2012 aku mulai sibuk dengan kegiatan tambahan pelajaran karena bulan April mendatang akan menghadapi Ujian. Tapi bermain tetap jalan. Di tahun terakhir di sekolah benar-benar aku manfaatkan untuk menghabiskan waktu bersama teman-teman, mengingat mungkin saja di tahun mendatang aku akan berpisah dengan mereka semua.

Akhir Februari 2012 mulai melakukan ujian praktik. Di sini cukup  menguras tenaga, mengingat apa yang harus kita lakukan mayoritas adalah hafalan. Mulai dari hafalan do'a-do'a pada mapel PAI, hafalan membawakan acara pada mapel Bahasa Indonesia dan masih banyak lagi. Selain hafalan, hal-hal yang berperan penting selama ujian praktik adalah rasa percaya diri. Semuanya benar-benar membutuhkan rasa percaya diri karena setiap siswa harus maju satu persatu untuk melaksanakan ujian praktik.

Belajar ditingkatkan lagi dan lagi. Ujian sekolah dilaksanakan bulan Maret. Mata pelajaran yang cukup banyak memaksaku untuk bisa lebih fokus belajar, walaupun sebenarnya itu tidak mudah. Tapi semuanya bisa berjalan lancar.

April datang.... Hal yang mendebarkan. Ujian Nasional. Ini adalah tugas terakhir yang harus diselesaikan, karena ini akan menentukan jalan ke depannya. Sebenarnya aku sudah merasa optimis kalau aku akan lulus. Tapi ada satu hal yang membuatku takut di setiap kali melaksanakan ujian. Yaitu saat mengisi identitas. Kalau aku bisa menjawab semua soal dengan benar tetapi identitasku salah, semuanya berakhir. Itulah satu hal yang membuatku wanti-wanti untuk terus mengoreksi identitasku di lembar jawab.

26 Mei, pengumuman kelulusan. Alhamdulillah semua siswa SMK N 1 Slawi bisa lulus dengan nilai yang cukup memuaskan. Begitu juga dengan nilaiku, walaupun jujur saja aku belum merasa puas dengan apa yang aku capai. Tapi aku tetap bersyukur.

Tanggal 29 Mei 2012 aku dan seluruh siswa kelas XII SMK N 1 Slawi diwisuda, dilepas secara resmi. Tidak menyangka kalau 3 tahun masa belajar sudah usai. Usai pula status kami sebagai seorang pelajar. Saatnya memulai kehidupan baru.

Masa-masa pencarian jati diri. Mencari status baru setelah menyelesaikan statusku sebagai seorang pelajar. Aku ingin menyandang status sebagai mahasiswi. Mendaftar di PTN lewat jalur Undangan, dan ternyata tidak lolos. Mengikuti SNMTN tertulis, tidak lolos juga. Aku hampir putus asa kala itu. Tapi di antara keputus asaan itu, muncul satu semangat di dalam hatiku. Semangat untuk tidak menyerah. Ini semua adalah sebuah awal. Awal untuk membawa kemana hidupku akan berlanjut.

Aku mungkin masih bisa mencoba mendaftar di STAN. Pikirku. Ternyata setelah ditunggu-tunggu beberapa bulan ada pengumuman bahwa STAN tidak buka pendaftaran tahun ini. Kecewa.

Akhirnya hanya bisa di rumah. Sampai akhirnya aku mencoba mendaftar di sebuah universitas swasta. Jujur saja, ini adalah kampusnya orang elit (bisa dilihat dari daftar biaya kuliahnya). Jadi aku coba mengambil beasiswa yang mungkin bisa membuatku kuliah tanpa biaya. Rela-rela pergi ke Semarang buat seleksi, dan ternyata memang lolos. Satu hal yang mengecewakan, ternyata beasiswa tersebut hanyalah berupa potongan biaya kuliah. Sedangkan sisa yang harus dibayar tetap mahal. Itu sama saja bohong, batinku. Akhirnya aku tidak mengambil beasiswa tersebut.

Sekarang sudah tidak ada jalan. Buntu, mungkin seperti itu gambarannya. Aku putuskan untuk menggeluti dunia menulis dan berbisnis online. Itu tidak semudah yang dibayangkan. Terkadang aku kehabisan ide saat sedang menulis, dan itu membuat semua karya-karyaku tidak selesai, berhenti di tengah jalan. Bagaimana dengan bisnis online? Sejauh ini semuanya tidak seperti yang diharapkan.

Cukup lama di rumah, tidak ada aktivitas yang berarti. Sampai akhirnya kuputuskan untuk bekerja. Tepat di tanggal 10 September 2012 - tepat di ulang tahunku yang ke-18 aku masuk kerja pertama kali di sebuah toko percetakan foto.

Hingga sekarang. Hingga Desember 2012 berakhir, aku mendapat begitu banyak pelajaran. Pelajaran tentang kesabaran, menahan amarah, tentang mengalah dan tentang memendam semuanya sendirian. Aku yang selalu ingin menjadi anak kecil pun akhirnya tumbuh menjadi pribadi yang dewasa.
 
Selesai kumenoleh ke belakang. Kini aku bersiap untuk berlari ke depan.  Kukencangkan tekad dalam hati - seperti saat aku mengencangkan tali sepatu. Dan aku pun mulai memacu langkah.

Di tahun 2013 ini aku tidak akan mengumbar janji-janji yang hanya akan terucap di mulut. Aku akan berusaha melakukan yang terbaik yang aku bisa. Karena hanya dengan itu aku akan terdorong untuk selalu melakukan sesuatu dengan segenap kemampuan yang ada.

Dari semua yang aku inginkan, satu hal yang begitu mendominasi dalam hatiku adalah ....

Aku ingin kuliah. Tapi saat kupikir aku ingin melanjutkan sekolah - saat itu pula aku berfikir untuk menghapus keinginan tersebut. Aku tak ingin kuliah dengan mengandalkan kedua orangtuaku. Aku akan melanjutkan kuliah dengan uang yang aku dapatkan sendiri. Ingin kuliah - salah satu motivator yang mendorongku untuk terus menulis. Berharap suatu saat - di tahun 2013 ini novelku dapat terbit. Akan kutabung uangku untuk kuliah.

Aku tahu, langit dan bumi itu terpisah. Tapi cakrawala akan menyatukan keduanya. Saat aku menjadi bumi, dan harapan serta mimpi ibarat langit, makan usaha yang aku lakukan adalah seperti cakrawala yang akan menyatukan aku dengan mimpi-mimpiku.

Semoga, keinginan untuk menjadi pribadi yang lebih baik bisa terwujud di tahun ini.

Gagas Media : http://gagasmedia.net
Bukune : http://bukune.com
Gammara Leather : http://gammaraleather.com

5 comments:

Silakan tinggalkan komentar. Boleh kritik, saran atau apapun.. Jangan lupa untuk selalu menggunakan kata-kata yang santun. Terima kasih.