Tentang Perubahan STORY Teenlit Magazine

12:50 PM Nur Mumtahana 2 Comments



Sejak pertama kali melihat iklan Majalan Story di TV, saya langsung merasa tertarik karena kala itu saya memang sedang menggemari dunia membaca dan menulis. Melihat ada majalah yang khusus memuat cerpen membuat saya begitu antusias untuk segera menyerbunya di lapak majalah langganan saya. Tapi nampaknya saya memang selalu kurang beruntung. Berkali-kali mendapati majalah sudah habis karena dibeli oleh anak sekolahan lainnya. Setiap bulan selalu dibuat kecewa karena kehabisan Story, akhirnya saya hanya bisa meminjam milik teman. Kalaupun akan berlangganan, uang saya belum bisa terkumpul untuk membayar di muka majalah Story tersebut. Jadilah saya menjadi penggemar Story yang mengandalkan diri untuk meminjam majalah tersebut.


Tapi semakin kemari nampaknya saya mulai tahu celah-celah untuk tidak ketinggalan setiap edisi Story. Saya pesan dulu di mamang lapaknya, bahkan saya beri nomor hape pada mamang lapak tersebut. Jadi begitu Story datang saya langsung dikabari. Walaupun tak jaran saya tetap ketinggalan edisi Story karena sudah dipesan lebih dulu oleh orang lain. Story benar-benar mengagumkan, bisa mendapat respon yang sedemikian itu. Bahkan teman laki-laki saya juga sangat menyukai Story. Saat itulah saya menyadari bahwa majalah yang selalu bersampul perempuan-perempuan cantik itu juga digemari banyak laki-laki pecinta sastra.

Semuanya berjalan begitu mengasyikan setiap bulan membaca cerpen-cerpen keren yang ada di Majalah Story berslogan Teenlit Magazine tersebut. Bahkan saya jadi termotivasi untuk ikut menulis cerpen dan mengirimnya ke redaksi Story. Tapi sayang, hingga saat ini belum ada satu pun cerpen yang saya kirim berhasil dimuat di Story. Mungkin itu artinya saya harus lebih banyak belajar untuk bisa menembus celah hingga cerpen karya saya mejeng di Story dan dibaca oleh banya orang se-Nusantara.
Pada akhir 2013 saya mendapati ada satu kiriman dari saya dimuat di rubrik “Om Leg”. Walau Cuma pertanyaan iseng, tapi senang rasanya bisa melihat salah satu kiriman saya muncul di majalah bergengsi seperti Story.


Namun disinilah satu kejadian mengagetkan saya. STORY BERUBAH!!! Pada awal tahun baru 2014 ini semua penggemar Story digemparkan oleh perubahan Story yang begitu drastis. Dimana tulisan Teenlit Magazine yang biasanya mejeng bersama judul majalah tersebut? Dimana wajah artis Indonesia yang biasanya muncul di cover depan? Dan dimana cerpen-cerpen keren yang selalu memberikan motivasi bagi saya untuk menulis? Kenapa rasanya majalah ini terasa begitu asing bagi saya?

Dan setelah terbitnya majalah Story di awal tahun baru tersebut, saya mendapati banyak reaksi serupa di Official Group Story Magazine. Semua mempermasalahkan perubahan Story yang begitu drastis. Rubrik-rubrik seputar dunia sastra lenyap sebagian, dan digantikan oleh berita-berita selebriti serta tips-tips seputar fesion. Terus terang saya tidak menyukai perubahan Story yang seperti ini. Banyak juga penggemar Story mempermasalahkan hal tersebut. Seolah-olah Story telah berubah kepribadiannya. Kini apalah bedanya Story dengan majalah-majalah lain, batin saya.

Mungkin seharusnya saya tidak perlu begitu repot mendapati berubahan Story, kalau Story berubah dan saya kurang menyukainya, maka saya tidak perlu membeli majalah tersebut. Tapi nyatanya sulit bagi saya untuk menerima perubahan tersebut. Rasanya seperti adalah salah satu dalam hidup saya yang diambil. Bacaan yang biasanya saya gemari kini menjadi momok yang sering memancing emosi.

 
Banyak penggemar Story yang menanyakan alasan perubahan majalah tersebut, dan jawaban dari pihak Story hanyalah bahwa di tahun yang baru mereka ingin mempersembahkan hal yang baru. Tapi menurut saya itu bukan baru namanya, tapi berubah. Kalau memang demikian itu yang dikehendaki oleh tim Story, kenapa tidak sekalian ganti judul saja? Saya merasa kalau judul Story sudah tidak cocok lagi dengan majalah berisikan gosip selebriti tersebut.

Sebagian dari mereka berharap bahwa perubahan Story hanya akan terjadi di edisi awal tahun saja, tapi ternyata tidak. Begitu memasuki bulan Februari, didapati Story masih kukuh dengan perubahannya. Sebenarnya di edisi Valentine tersebut saya tidak benar-benar berniat membeli Story karena mengetahui isi Story yang masih sama seperti edisi awal tahun baru. Tapi karena saya mengetahui bahwa desain cover grup Story yang saya buat masuk sebagai salah satu nominasi. Walau tak menang, tapi saya ingin melihat sendiri bagaimana tampilan desain yang saya buat langsung dari majalah itu. Jadilah akhirnya saya membeli Story.

Untuk edisi mendatang, mungkin saya akan mempertimbangkan saat akan membeli Story. Apalagi harga Story juga naik. Sayang sekali kalau harus mengeluarkan uang hanya untuk membaca gosip-gosip selebriti yang tidak saya idolakan, bahkan tidak saya kenal.

Kalau perubahan Story adalah bertujuan untuk menarik lebih banyak pembaca, kenyataannya sekarang banyak juga pembaca setia yang dikecewakan, termasuk saya. Dan mungkin termasuk beberapa orang yang merasakan hal serupa seperti yang saya rasakan. Jika memang Story merasa kekurangan pembaca saat dirinya adalah majalah sastra, maka seharusnya Story melakukan perbaikan yang juga akan menumbuhkan minat baca serta kemampuan menulis seseorang sehingga akan lebih banyak lagi penggemar Story. Bukannya merubah diri dan beralih kepribadian. Itu memang hak Tim Story, tapi mungkin kami di sini begitu merindukan Story yang dulu.

Tidak ada maksud apa-apa saya mengatakan semua ini. Saya hanya merasa seperti sedang kehilangan seorang sahabat dan inilah suara hati saya yang mengharapkan kembalinya sahabat saya seperti dulu. Seperti saat dia ada dan selalu memberi motivasi serta pembelajaran untuk menjadi seorang penulis, seperti yang saya cita-citakan hingga detik ini.

2 comments:

  1. bener banget
    kecewa kecewa
    kecewa beraaaaat
    stlh beberapa majalah yg memejengkan tulisan bermutu menghilang satu per satu, story tadinya spt oase
    klo skrg story spt ini, trus majalah mau cari dimana lag majalah bermutu?
    huks T_T
    dukung story kembali spt semula!!!

    salam kenal
    maav blo memperkenalkan diri

    Kelana

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mari, terus dukung agar STORY tetap menjadi jati dirinya.

      Salam kenal juga :)

      Delete

Silakan tinggalkan komentar. Boleh kritik, saran atau apapun.. Jangan lupa untuk selalu menggunakan kata-kata yang santun. Terima kasih.