Akhir Pekan Dengan 50 Ribu Rupiah

3:11 PM Nur Mumtahana 0 Comments

Beneran nih?
Jangan kaget liat judul di atas. Itu benar-benar terjadi sama saya kok. Nggak percaya? Mari liat cerita lengkapnya.

Waktu itu tepat tanggal 19 April 2014, baru sekitar seminggu yang lalu. Karena hari Jum'at (18/4) bertepatan dengan tanggal merah, akhirnya ada long weekend tuh, teman-teman dari luar kota pada pulang semua.Wah nggak sabar banget buat kumpul-kumpul lagi kaya waktu sekolah dulu. Dan yang paling bikin aku nggak sabar adalah karena sahabatku juga pulang. Bener-bener kangen sama dia. Kebetulan kami sudah bersahabat sejak kecil.

Setelah mengatur jadwal sedemikian rupa, akhirnya kami memutuskan untuk jalan-jalan keliling Kota Slawi. Kota kelahiran kami yang tercinta. Apalagi sekarang Kota Slawi makin cantik dengan tatanan kota yang baru.
Kami berangkat dari rumah sekitar pukul 10.00 WIB. Berhubung tidak punya kendaraan pribadi, akhirnya kami memutuskan untuk naik angkot saja. Lebih murah pastinya. Apalagi dengan budget yang terbatas karena saya sendiri belum menerima gaji bulan ini.

Dari taman bunga segitiga di pusat Kota Slawi, kami naik angkot berwarna kuning dengan garis ungu. Itu adalah angkot jurusan Slawi - Banjaran dengan tarif Rp. 2000. Dari situlah perjalanan akhir pekan ini dimulai. Tak butuh waktu lama, cukup 10 menit kami tiba di tempat tujuan pertama. Warung Soto Sedap Malam. Untuk porsi yang mengenyangkan, Rp. 13.000 adalah harga yang cukup murah. Apalagi rasanya juga enak. Pokoknya Soto Sedap Malam recommended banget buat kalian yang mengunjungi wilayah Slawi atau Tegal. Dan jangan lupa untuk minumnya segelas es teh cuma Rp. 3000.

Dari teras warung Soto Sedap Malam, kami naik angkot lagi. Angkot yang sama dengan angkot yang pertama dinaiki tadi karena tujuan berikutnya memang masih satu jalur. Dan kami merogoh uang Rp. 2.000 lagi untuk bayar angkot.

Karena cuaca waktu itu cukup panas, akhirnya turun dari angkot kami mampir ke sebuah kedai Es Lontrong. Es Lontrong adalah es yang sudah terkenal di Slawi. Dinamakan Es Lontrong karena lokasinya yang berada di sebuah lontrong (lorong). Harganya Rp. 3.000.

Mungkin saya dan sahabat saya memang sangat suka berwisata kuliner. Jadi karena waktu itu melihat ada pedagang siomai keliling, akhirnya kami juga membeli satu porsi seharga Rp. 5.000.

Perjalanan masih berlanjut. Saat hari mulai sore, kami memutuskan untuk langsung berjalan menuju destinasi yang paling utama. TRASA (Taman Rakyat Slawi). Tempat ini sangat ramai. Sudah seperti pasar malam yang digelar setiap hari. Dan di akhir pekan pengunjungnya sangat membludak. Tak mau melewatkan momen spesial, kami akhirnya ingin mengenang kembali masa-masa kecil saat dulu kami bermain bersama. Untuk membuat suasana menjadi lebih menyenangkan, saya membeli satu gelas gelembung sabun seharga Rp. 5.000. Sekedar untuk mengingat masa kecil.

Di TRASA ada banyak sekali penjual makanan. Kami pun membeli Tahu Gejrot makanan khas Cirebon yang juga cukup diminati di Slawi. Cukup dengan Rp. 3.000.

Dan ada sedikit rasa penasaran dalam hati saya untuk mencoba belajar sepatu roda. Kebetulan di tempat ini juga ada tempat penyewaan sepatu roda dengan tarif Rp. 10.000 / jam. Saya pun mencobanya. Dan ternyata belajar sepatu roda itu tidak mudah. Saya terus-terusan jatuh, sementara sahabat saya nampaknya enggan untuk mencoba.

Setelah bermain sepatu roda sekitar 45 menit, rasanya capek. Akhirnya sisa uang yang ada kami gunakan untuk membeli martabak mini.

Uang sudah habis. Jadilah kami jalan kaki untuk pulang ke rumah. Andai saja punya kendaraan sendiri. Apalagi kalau punya Mio Fino FI, pasti bisa lebih irit lagi.

Dan akhir pekan saya dengan sahabat terasa begitu menyenangkan. Ditutup dengan canda tawa serta kenangan-kenangan masa kecil yang masih terasa kegembiraannya hingga saat ini.





Have Fun di Jakarta Cuma 50 Ribu

http://www.youtube.com/watch?v=XdI1CHTM4Mw

0 comments:

Silakan tinggalkan komentar. Boleh kritik, saran atau apapun.. Jangan lupa untuk selalu menggunakan kata-kata yang santun. Terima kasih.