Belajar DSLR #1

7:25 PM Nur Mumtahana 0 Comments



Bicara soal kamera, dari jaman sekolah dulu aku emang pengin banget punya kamera. Habisnya, di sekolah nggak boleh bawa HP, jadi kalau punya kamera kan momen-moment sama teman bisa terabadikan. Tapi sayang, sampe lulus aku belum beruntung buat punya kamera digital.

Ternyata ada peningkatan selera setelah sekian waktu. Kalau dulu cuma pengin kamera digital biasa, sekarang aku malah pengin punya kamera Digital Single Lens Reflex atau yang biasa disebut DSLR. Pokoknya kalau liat kamera yang model lensanya besar panjang itu udah bikin mata berkaca-kaca karena pengin punya dan pengin bisa. Kebayang-bayang gimana kerennya hasil jepretan kalau pakai kamera macam itu. Bisa berasa kayak fotografer profesional, padahal masih amatiran.

Beruntung, walaupun belum dikasih kesempatan buat punya DSLR, tapi sepupu ada yang baik hati mau minjemin dan ngajakin belajar bareng. Masih sama-sama newbie, jadi ya sambil belajar sambil baca-baca buku panduannya dan sesekali browsing tanya-tanya Mbah Google.


Dulu, aku kira pake DSLR itu gampang. Tinggal bidik objek, puter-puter lensa biar dapat fokus, terus capture. Tapi ternyata praktek itu tidak semudah teori dari buku yang dibaca. Sebelum jepret sana jepret sini, ada baiknya kita berkenalan dulu dengan kamera yang mau kita pake. Dimulai dari hal yang paling simpel, yaitu kenali tombol-tombol dan fungsinya. Aku yang masih bener-bener baru untuk hal satu ini juga sedikit kualahan saat harus menentukan pengaturannya biar gambar jadi bagus. Ada yang namanya diafragma, shutter Speed, ISO dan masih banyak lagi. Kenali dulu setiap fungsi dari tombol-tombol yang tersedia.

Hal yang wajib untuk dipahami dalam fotografi adalah Diafragma, Shutter Speed dan ISO. Diafragma memiliki fungsi mengatur sebera besar cahaya yang dibutuhkan. Dilambangkan dengan huruf F, misalnya F8, F4, F2, F2.8 dan seterusnya. Semakin kecil angka satuannya maka akan semakin besar bukaan lensanya.

Shutter Speed berfungsi mengatur kecepatan membuka dan menutupnya rana/jendela kamera sehingga cahaya dapat masuk ke dalam image sensor. Satuan untuk shutter speed adalah detik. Misalnya 1/125, 1/1000 dan seterusnya. Semakin besar angka satuannya, berarti semakin cepat rana membuka dan menutup sehingga semakin sedikit cahaya yang masuk, begitu pula sebaliknya.

ISO, semakin rendah ISO maka semakin sedikit cahaya yang masuk, dan sebaliknya. Oleh karena itu, untuk memotret di tempat yang kurang cahaya maka kita dapat menaikkan ISO untuk hasil yang lebih baik.

Kalau sudah paham tentang pengaturan Diafragma, Shutter Speed, ISO dan lain-lain, ada hal yang terkadang disepelekan oleh banyak pemula. Yaitu cara memegang kamera. Memegang kamera itu tidak boleh asal, harus tahu trik dan caranya. Apa tujuannya? Tentu saja untuk menunjang hasil yang maksimal dari gambar yang kita ambil. Dengan posisi memegang yang benar, memastikan agar kamera tidak goyang saat mengambil gambar. Karena perlu kita tahu kalau kamera DSLR beratnya bisa mencapai 1 kilo. Apalagi kalau body kamera sudah dipasang lensa tambahan. Beratnya bisa menjadi dua kali lipat. Aku sudah merasakannya, bahkan tangan sampai kesemutan. Mungkin karena belum terbiasa dan cara memegang yang kurang tepat.








Cobalah untuk memotret apapun yang ada di sekitar kalian. Sesuaikan pengaturannya dengan keadaan agar gambar memiliki hasil yang bagus. Jika pengaturan sudah sesuai, cobalah untuk bermain fokus. Karena fokus sendiri adalah satu hal yang mampu memberi kesan artistik untuk sebuah foto.

Nah mungkin itu dulu yang bisa aku sampein buat teman-teman. Semoga bermanfaat ya...
Jangan lupa kritik dan sarannya yang membangun.

0 comments:

Silakan tinggalkan komentar. Boleh kritik, saran atau apapun.. Jangan lupa untuk selalu menggunakan kata-kata yang santun. Terima kasih.