Susahnya Memulai Kalimat Pertama

3:44 PM Nur Mumtahana 4 Comments


Untuk kesekian kali merasa ditantang oleh diri sendiri.

Mau berbagi tentang apa kali ini? Mungkin akan menyenangkan (atau justru menyebalkan) kalau saya bisa sedikit berbagi tentang pengalaman saya yang sedang meniti karir (untuk) menjadi seorang penulis. 


Penulis itu banyak jenisnya, tergantung tingkat kemahiran dan juga tergantung tempat dimana kita membuat tulisan tersebut. Kalau saya sendiri sekarang sedang aktif menulis di blog. Ya, sekedar untuk menghidupkan kembali blog yang usianya sudah lima tahun lebih. Selain itu juga sebenarnya ada niatan khusus untuk berbagi pengalaman atau berbagi pemikiran atau pendapat.

Selain menjadi penulis di blog sendiri, saya juga lumayan hobi menulis di buku diary. Ya, kalimat "Dear Diary" sudah sangat jarang digunakan, karena saya pikir itu terlalu kekanak-kanakkan. Jadi kalau mau curhat di buku harian langsung to the point saja. 

Dari menulis di buku harian sampai menulis di blog, satu cita-cita yang (benar-benar) ingin saya capai adalah untuk menjadi seorang penulis. Ya, syukur-syukur kalau bisa jadi penulis best seller macam Tere Liye atau Andrea Hirata. Itu mimpi yang masih tergantung jauh di atas sana. Bahkan untuk skill menulis saya masih di bawah rata-rata kalau boleh dibilang.

Menjadi penulis itu sebenarnya mudah (tapi banyak sulitnya). Hanya saja terkadang ada saja hal-hal kecil yang semakin hari semakin menyurutkan semangat untuk menulis. Kalau saya pribadi, kesulitan dalam menulis selalu pada kalimat pertama. Satu kalimat di tulis, dihapus lagi, ditulis lagi, dihapus lagi. Begitu seterusnya sampai saya bosan dan memilih untuk menghapus semuanya hingga tak bersisa satu karakter pun. Kemudian lebih memilih naik ke atas kasur dan tidur. Sungguh itu sebenarnya sebuah kebiasaan yang sangat buruk, bahkan bisa dibilang kebiasaan yang terkutuk.

Memang selalu terasa sulit untuk memulai kalimat pertama dalam tulisan. Kita berharap bisa memberi pembuka yang mengesankan bagi pembaca, tapi pada kenyataan kita seringkali kehabisan ide ketika kalimat pertama belum menemui tanda titik. Tak mudah.

Pada dasarnya, saat menulis kita harus memiliki mood yang baik. Kalau suasana hati saja tidak mendukung, bagaimana mungkin kita bisa menulis dengan indah? Tulisan itu juga adalah sebuah karya, lho, teman-teman. Karya itu kan kaya akan rasa, jadi harus pandai-pandai dulu untuk mengendalikan perasaan biar semua yang kita tulis bisa tersampaikan.

Saya pribadi masih sering merasa kesulitan untuk mengendalikan perasaan. Mungkin harus belajar banyak pada para pakarnya untuk mendapat pencerahan yang bisa membuat lebih termotivasi lagi. Dan tentu saja, memiliki satu cita-cita adalah langkah utama untuk mulai merajut asa, Keberhasilan itu tidak datang sendiri. Jadi sebelum kesempatan itu habis, jemputlah ia sesegera mungkin.

Teman, ayo bersama-sama kita terus berusaha. Selagi masih ada banyak kesempatan bagi kita untuk berkarya. Setidaknya, niatkan segalanya untuk dapat berbagi cerita dengan semua, Dan mungkin kalian bisa sedikit membantu dalam perjalanan saya menemukan jurus-jurus jitu untuk menaklukan setiap penghalang di depan mata.

4 comments:

  1. Semangat harus selalu menjadi penopangnya :)

    ReplyDelete
  2. Benar, Mbak. Sepanjang-panjangnya tulisan, pasti dimulai dari kata dan kalimat pertama. Yep! Semangat selalu! Salam kenal. ^_^

    ReplyDelete

Silakan tinggalkan komentar. Boleh kritik, saran atau apapun.. Jangan lupa untuk selalu menggunakan kata-kata yang santun. Terima kasih.