Dianjurkan Untuk Tidak Memakai Kacamata Saat Melakukan Aktivitas Ini

8:25 PM nmhana 6 Comments


Punya mata min (-) atau (+) ? Jika memang demikian, kalian pasti harus memakai kacamata untuk membantu penglihatan. Selain untuk membaca, menulis atau berhadapan dengan monitor komputer, penderita gangguan mata yang sudah lumayan berat pun harus memakai kacamata sepanjang hari selama melakukan aktivitas. Tapi tahukan teman-teman kalau ada aktivitas yang tidak menganjurkan kita memakai kacamata? Yuk disimak.
  1. Mandi. Bagaimanapun juga tidak akan ada orang yang mencoba mandi dengan memakai kacamata. Selain karena kacamata tidak terlalu dibutuhkan saat mandi, memakainya pun justru bisa sangat mengganggu. Bayangkan saja ketika sedang mandi dan hendak membasuh muka? Sudah pasti si kacamata akan membuat segalanya jadi berantakan. Belum lagi kalau sedang keramas dan shamponya tak sengaja menetes dari ramput dan masuk ke mata. Kita akan kerepotan saat harus membasuhnya dengan air. Jadi dianjurkan sekali untuk tidak memakai kacamata saat mandi.
  2. Mengemudi sepeda motor saat hujan. Ketika mengendarai sepeda motor, sudah pasti kita diwajibkan untuk mengenakan helm. Selain untuk keselamatan saat berkendara, helm juga bisa menyelamatkan kita dari undang-undang lalu lintas. Sayang kan kalau harus ditilang karena tidak mengenakan helm. Sementara saat hujan kita bisa merasakan bahwa suhu udara di balik helm jelas lebih hangat dibandingkan suhu bagian luar helm. Hal tersebut membuat kacamata kita berembun dan semakin menganggu penglihatan. Jadi jika kita memiliki penglihatan yang kurang baik, hindari berkendara sepeda motor saat hujan lebat.
  3. Makan bakso, soto atau mie. Ketiga makanan yang disebutkan barusan adalah tiga makanan yang menjadi belahan jiwa bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Makanan berkuah yang sangat lezat jika disantap saat masih panas. Kalau kita bicara tentang panas, kita akan berbicara dengan uap. Apabila teman-teman biasa mengenakan kacamata saat beraktivitas, sangat dianjurkan untuk melepasnya segera. Kenapa? Karena ketika kita menundukkan kepala menghadap ke arah makanan yang masih panas tersebut, otomatis lensa kacamata akan langsung buram seperti berembun karena uapnya. Coba saja lakukan.
  4. Minum minuman panas. Sama halnya dengan makanan di atas, minuman yang panas pun akan menganggu penglihatan. Coba saja ambil secangkir kopi panas. Sebelum meminumnya, teman-teman pasti akan meniup kopi tersebut. Saat itulah kacamata akan langsung buram dan semakin tak nyaman untuk digunakan. Walaupun efeknya tidak lama, tapi tetap saja menganggu.
  5. Foto. Kalau sekedar selfi menggunakan kamera ponsel tidak jadi masalah. Tapi kalau kamera yang digunakan sudah memakai feature lampu flash, akan lebih baik jika tidak memakai kacamata. Terkadang jika memakai kacamata hasil yang diperoleh justru akan nampak mengecewakan karena pantulan cahaya pada lensa kacamata.
  6. Olahraga. Walaupun tidak ada larangan memakai kacamata saat berolahraga, tapi nyatanya hal tersebut akan terasa menganggu ketika tubuh banyak bergerak. Jika ukuran kacamatanya pas, dipakai untuk berlari atau push up mungkin tidak masalah. Tapi jangan sekali-kali memakai kacamata saat harus melakukan roll depan atau roll belakang. Pengalaman yang pernah terjadi adalah kacamata yang dikenakan patah karena tekanan saat melakukan gerakan. Sedangkan saat berenang kita justru dianjurkan untuk memakai kacamata, tapi kacamata yang harus kita pakai adalah kacamata renang. Ingat! Kacamata renang. Bukan yang lain :D
  7. Menggendong anak kecil. Kalau anak kecil yang digendong masih berusia beberapa bulan tidak jadi masalah. Tapi kalau usianya hampir memasuki satu tahun dan mulai aktif bergerak, waspadahal sedikit. Si anak mulai punya keinginan untuk memegang segala hal disekelilingnya. Dan kacamata yang digunakan pun akan menjadi salah satu sasarannya.
  8. Tidur. Kalau yang satu ini semua orang juga tahu. Tidak mungkin ada orang yang dengan sengaja memakai kacamata saat akan tidur. Yang ada hanyalah orang yang kelupaan. Mungkin sedang membaca sambil berbaring di atas kasur kemudian ketiduran. Hal ini juga sering terjadi pada orang-orang yang memiliki jam kerja tinggi. Saat niatnya hanya istirahat sebentar di tengah pekerjaan yang menumpuk, tapi akhirnya tubuh yang lelah menghendaki untuk tidur. Jadilah tak sempat melepas kacamata.
Bagaimana? Setuju? Atau mungkin ada yang kurang dan perlu ditambahkan dari daftar aktivitas di atas? Tapi yang pasti, kita harus mengutamakan kenyamanan. Jangan sampai si kacamata yang niatnya membantu justru menganggu. Walaupun lensa kontak sudah hadir sebagai alternatif bagi para penderita gangguan penglihatan, tapi kacamata masih tetap menjadi idaman karena penggunaannya lebih mudah tidak membutuhkan cara-cara khusus.

6 comments:

Silakan tinggalkan komentar. Boleh kritik, saran atau apapun.. Jangan lupa untuk selalu menggunakan kata-kata yang santun. Terima kasih.

Kehabisan Ide Menulis? No Way!

8:28 AM nmhana 12 Comments


Menulis itu bukan sekedar merangkai huruf menjadi kata dan merangkai kata menjadi kalimat. Tapi menulis itu juga harus punya sesuatu yang akan disampaikan. Percuma kalau kita menulis banyak kalimat tapi semuanya tidak memiliki makna. Hanya sebuah tulisan kosong maksud saya.

Nah, lalu bagaimana cara agar kita bisa tetap menulis walaupun sedang kehabisan ide? Sebenarnya tulisan itu tidak melulu tentang pengetahuan. Banyak juga tulisan-tulisan yang bisa kita buat dengan tujuan lain. Tulisan yang bisa menghibur, tulisan yang bisa memberi motivasi, tulisan yang sekedar untuk berbagi pengalaman, serta masih banyak lagi hal yang bisa kita tuangkan dalam tulisan.

Biasanya, saat otak sedang cemerlang dan dibanjiri ide, kita akan dengan mudah menemukan topik tulisan. Itu adalah masa-masa emas yang tidak boleh dilewatkan seorang penulis, apalagi oleh penulis blog yang ingin blognya selalu up to date.

Tulislah apa saja ide yang menghinggapi kepala. Kalaupun saat itu sedang tiduran, segeralah bangkit dan tuangkan ide tersebut. Ide yang cemerlang tidak menghinggapi kepala setiap saat. Kadang dia datang tiba-tiba, dan pergi pun tiba-tiba. Jangan sampai terbesit rasa malas untuk menulis ketika kondisi pikiran kita sedang jernih. Bisa jadi dari pikiran yang jernih itu kita bisa menghasilkan karya yang luar biasa hebat.

Lalu, apa yang mesti kita lakukan kalau kita kehabisan ide menulis? Penulis juga bisa menemukan titik buntu loh. Tidak bisa dipungkiri kalau penyebab utama habisnya ide adalah karena suasana hati yang kurang baik. Kalau mood sudah kacau, hasrat untuk menulis pun ikut lenyap. Bahkan hal-hal menarik di sekeliling kita pun luput dari pandangan. Nah, bagaimana mensiasati hal ini?

Saat pikiran sedang kacau, coba untuk duduk santai  sambil bersandar. Atau coba istirahatkan tubuh dengan berbaring di atas tempat tidur. Jangan lupa siapkan musik-musik dengan alunan nada yang sedikit klasik, atau putar lagu apapun yang kalian suka. Pejamkan mata, nikmati alunan musiknya. Kalau fisik kalian merasa lelah, mungkin kalian akan tertidur. Tapi kalau saat itu hanya perasaan kalian yang sedikit tak tenang, setelah melakukan hal ini kalian pasti akan merasa lebih baik. Dan biasanya setelah melakukan hal tersebut, mood kita akan segera kembali. 

Ide menulis itu bisa datang dari mana saja. Tapi untuk memulai membuat sebuah karya, hal pertama yang harus bisa dikendalikan adalah mood kalian. Itu sebabnya, saya anjurkan untuk bisa mengontrol emosi terlebih dahulu saat hendak menulis. Dengan mood yang stabil, kalian akan bisa melihat sesuatu dengan cara pandangan yang luas.

Selain mengendalikan suasana hati, kalian juga harus mulai memperhatikan sesuatu, entah itu sesuatu yang besar atau sesuatu yang kecil sekalipun. Lihat dengan seksama hingga pada detailnya. Semakin banyak melihat, otak kita akan semakin terasah untuk mengkritisi hal yang ditangkap mata. Entah itu hal yang positif atau hal yang dipandang bukan dari sisi positifnya. Bahkan semut yang berjalan di dinding pun kalau diperhatikan bisa dituangkan menjadi sebuah tulisan yang luar biasa. Masih ingat kan dengan lagu Kisah Kasih di Sekolah? Sang penulis lagu itu pun pasti terinspirasi oleh deretan semut yang pernah dilihatnya.

Nah itu dia. Jadi ketika kehabisan ide menulis, kalian harus mulai mempertajam penglihatan. Karena sebenarnya apa yang ada di sekeliling kita adalah sumber inspirasi yang tidak akan pernah habis dimakan masa. So, tidak ada istilah kehabisan ide. Kita mungkin harus lebih cekatan dalam menangkap fenomena yang ada di sekitar kita dan menjadikannya sebagai ide tulisan.

12 comments:

Silakan tinggalkan komentar. Boleh kritik, saran atau apapun.. Jangan lupa untuk selalu menggunakan kata-kata yang santun. Terima kasih.

Keseruan Bersama Teman Komunitas - Edisi Perdana

5:36 PM nmhana 2 Comments

Ini foto pas acara hunting ke-2

Hobi fotografi sebenarnya sudah ada dalam diri saya sejak dulu. Sejak duluuuu sekali. Bahkan jauh sebelum ada HP Android yang marak sejak beberapa tahun terakhir. Dulu, saat pertama kali pegang HP dengan kamera VGA saja saya sudah hobi jepret sana-sini. Seru aja. Itu hal pertama yang saya rasakan. Kemudian kualitas kamera ponsel yang semakin meningkat, dari VGA ke 1,3 MP. 

Kemudian saya beruntung pernah merasakan bagaimana kerennya memegang kamera N Series dari Nokia. Kebetulan Nokia N73 adalah salah satu HP yang pernah menemahi hari-hari saya. HP dengan kamera 3,2 MP itu juga sangat lumayan untuk mengambil gambar. Apalagi dengan adanya fitur auto fokus. Benar-benar sudah seperti digitar kamera saja.

Sejak saat itu saya benar-benar menyukai dunia fotografi dan bercita-cita menjadi fotografer wanita terkenal macam Nicholine Patricia. Siapa tahu mimpi itu bisa jadi kenyataan suatu saat nanti.

Pada awal Januari lalu, saya dan teman saya mencoba untuk mengikuti sebuah Workshop Basic Photography. Acara tersebut diselenggarakan oleh salah satu komunitas fotografer di Tegal pada grand opening sebuah rumah makan. Kala itu saya berangkat bersama dua teman yang lain. Dengan lenggangnya begitu tiba di lokasi kami langsung mendaftar ulang. Dan cukup dibuat kaget juga saat melihat kalau orang-orang yang hadir membawa kamera DLRS mereka masing-masing.

Ibaratnya anak ABG, kita itu yang paling cupu di antara mereka semua. Kita belum tahu apa-apa tentang kegiatan-kegiatan seperti ini. Dan memang sangat fatal ketika menghadiri acara workshop fotografi dan hunting bersama tanpa membawa kamera. Mental kami sempat down kala itu. Tapi untungnya ada salah satu teman yang bersedia meminjamkan kameranya. Di situlah saya mulai merasakan kesan positif pada acara ini. Teman-teman komunitas yang sangat welcome membuat kami tak canggung lagi. Bahkan insiden kamera tanpa memori pun berhasil diatasi setelah salah satu panitia bersedia meminjamkan memorinya. Saya pribadi semakin mencintai komunitas ini.

Semua orang yang ada di sekeliling kami adalah orang-orang baru bagi kami. Tapi mereka begitu senang menyambut keberadaan kami yang masih cupu-cupu ini. Mereka memang para fotografer andal, bahkan beberapa di antaranya bisa dibilang sudah profesional. Nampaknya kegiatan semaca ini memang harus sering diadakan untuk dapat meningkatkan skill serta kecintaan para fotografer pemula. Saya pun begitu, berharap bisa belajar banyak dari teman-teman komuitas.

Kemudian pada bulan berikutnya, komunitas fotografi pantura mengadakan even silaturahmi sekaligus acara hunting bareng di Guci. Itu adalah salah satu acara yang saya hadiri dengan peserta yang cukup banyak. Bahkan tak sedikit pula para fotografer dari luar kota yang sengaja datang ke Tegal.

2 comments:

Silakan tinggalkan komentar. Boleh kritik, saran atau apapun.. Jangan lupa untuk selalu menggunakan kata-kata yang santun. Terima kasih.

Wisata Edukasi di Museum Geologi Bandung

3:48 PM nmhana 0 Comments


Bicara tentang yang namanya karya wisata. Hal itu pasti identik sama yang namanya anak sekolah. Dan saya pun pernah mengikuti kegiatan tersebut waktu masih sekolah. Pas kelas VIII SMP sama pas kelas XI SMK. Saya pikir cuma itu masa-masa di mana saya bisa mengikuti kegiatan yang namanya karya wisata. Tapi ternyata tidak. Saya dapat kesempatan buat ikutan karya wisata sama siswa-siswi SMP Negeri 1 Slawi. Kebetulan, tanpa direncanakan saya masuk ke dalam susunan panitia, jadi saya pun diberi kesempatan untuk bisa ikut kegiatan itu.

Sepanjang jalan saya mengenang masa lalu. Dulu saya pernah menjadi siswi di SMP Negeri 1 Slawi. Dulu saya ikut karya wisata sebagai seorang siswa, tapi sekarang saya bukan lagi seorang siswa. Dulu saya duduk di bangku bersebelahan dengan teman-teman saya, tapi sekarang saya duduk bersama dengan Bapak/Ibu guru dan sama-sama menjadi pendamping siswa. Sulit dipercaya sebenarnya.

Salah satu kunjungan pertama dari kegiatan karya wisata kali ini adalah Museum Geologi Bandung. Dulu pun saya pernah mengunjungi museum saat karya wisata SMK, hanya saja kala itu museum yang saya kunjungi adalah Museum Bank Indonesia. Jadi ini adalah kali pertama bagi saya untuk mengunjungi tempat wisata edukasi yang satu ini.

Begitu bus terparkir di tepi trotoar, semua siswa langsung berebut turun. Kalau saja saya adalah seorang siswa, saya pun pasti akan ikut berebut untuk turun. Tapi sekarang saya bukan lagi seorang siswa, jadi saya turun terakhiran aja.


Halaman Muesum Geologi ini sangat luas, dihiasi rumput hijau dan tanaman bunga. Saya tidak mau melewatkan kesempatan untuk mengabadikan momen ini. Langsung saja saya potret sana potret sini. Saat antre untuk masuk ke dalam, semua pengunjung diberi tiket masuk satu-satu. Saya cukup kaget ketika melihat harga tiket masuknya. Hanya Rp. 2000. Itu adalah harga yang sangat murah untuk sebuah kunjungan ke tempat yang luar biasa ini.



Begitu masuk ke dalam, kami langsung disambut oleh sebuah fosil gajah purba yang ukurannya super besar. Itu hanya tulang belulangnya, Tidak terbayangkan kalau ada gajah yang sebegitu besar hidup di hadapan saya. Kemudian seorang pemandu mengarahkan saya dan rombongan yang lainnya untuk memasuki pintu yang berada di sisi kanan ruang utama. Di situ saya bisa melihat lebih banyak lagi fosil-fosil purba. Bahkan ada pula fosil Tirano Saurus yang dalam film-film selalu menjadi tokoh antagonis. Dari dalam ruangan tersebut kita bisa belajar tentang sejarah kehidupan dari masa ke masa.


Setelahnya kami semua diajak untuk menaiki anak tangga menuju ke lantai dua. Di lantai dua terdapat dua ruangan. Ruangan yang pertama adalah ruangan yang di dalamnya menyajikan berbagai macam hal yang berkaitan dengan manfaat dan becana geologi. Di situ saya sempat dibuat bingung ketika melihat ada bangkai sepeda motor yang nampak lusuh dan berbalut benda mirip bebatuan berwarna putih. Apa itu juga fosil sepeda motor zaman purba? Memangnya di zaman purba ada sepeda motor?


Saya kembali dibuat bingung ketika di dekat bangkai sepeda motor tersebut terdapat setrika, televisi dan beberapa benda elektronik lain yang kondisinya serupa dengan sepeda motor tersebut. Jadi, apa benda-benda ini juga merupakan peninggalan zaman purba?

Tiba-tiba saya melihat sebuah tulisan yang berisi keterangan gambar tersebut. Oooo... Barulah saya tahu kalau sepeda motor dan benda elektronik itu adalah salah satu gambaran dari dampak awan wedhus gembel setelah meletusnya Gunung Merapi. Dan setelah itu rasa bingung saya pun lenyap seketika.

Setelah melihat-lihat, kembali para pengunjung diarahkan untuk memasuki ruangan di sisi lainnya. Ruangan kali ini menyimpan berbagai macam sumber daya geologi. Ada banyak jenis batu-batuan, minya bumi dan lainnya. Kemudian kunjungan ditutup dengan disaksikannya sebuah film dokumenter. Saya sangat menyukai film tersebut. Film berduarasi pendek yang membahas tentang "Kenapa ada fosil binatang laut di puncak Gunung Everest?"



Selama menyaksikan film tersebut kita seperti diajak berjalan-jalan dengan mesin waktu. Menyusuri tempat dari masa ke masa. Melihat keadaan masa lampau hingga masa sekarang. Dan akhirnya pertanyaan di awal film tersebut pun terjawab hingga saya tidak lagi dibuat penasaran.

Tak heran kalau Museum Geologi Bandung menjadi salah satu tujuan wisata edukasi favorit para pelajar. Di situ kita diajak untuk mempelajari tentang geologi dengan cara yang menyenangkan. Bahkan tak hanya pelajar, Bapak/Ibu Guru yang ikut serta pun nampak sangat menikmati kunjungan wisata kali ini.

0 comments:

Silakan tinggalkan komentar. Boleh kritik, saran atau apapun.. Jangan lupa untuk selalu menggunakan kata-kata yang santun. Terima kasih.

[Movie Review] : Naruto The Last Movie - Episode Terakhir Naruto : Tamat

2:45 PM nmhana 4 Comments


Awal mengenal Naruto saat itu masih SMP. Sepertinya saya adalah satu-satunya perempuan di dalam kelas yang menyukai Naruto. Saya mengoleksi banyak hal tentang Naruto, mulai dari gambar, poster, film bahkan komik. Dari situ saya mulai mengenalkan Naruto pada teman-teman bermain lainnya. Bahkan, teman saya yang dulunya bilang, "Kartun aja disukai." sekarang juga ikut jadi salah satu penggemarnya. Dari situlah saya mulai punya kawan yang bisa diajak share tentang film kartun yang mayoritas digemari anak laki-laki.


Saya terus mengikuti perjalanan Naruto mulai dari masa-masa pertama masuk sekolah ninja sampai pada episode Naruto Shippuden. Dari situ saya merasakan kalau sosok Naruto semakin lekat dalam hidup saya. Apalagi kakak adik saya yang laki-laki juga sangat menyukai film ini. Jadi saat di rumah ada teman yang bisa diajak nonton bareng.


Karakter Naruto yang begitu kuat menjadikannya mudah untuk dikenali. Sikap nakal, ceroboh dan keras kepalanya mampu menghidupkan suasana dalam cerita. Dan sari situlah kita bisa melihat kalau sosok yang ceroboh seperti Naruto memiliki kemauan yang keras untuk mencapai cita-citanya sebagai hokage.


Perjalanan Naruto hingga 15 tahun menemani anak-anak yang sekarang telah beranjak dewasa. Hal itu membuat saya merasa kalau Naruto benar-benar sosok yang hidup dan tinggal di tempat nan jauh di sana. Usaha dan kerja kerasnya telah membuat ia meraih impian.

Hingga detik ini saya masih belum percaya kalau kisah sahabat ninja yang satu itu telah berakhir. Kalau ditanya soal Naruto, mungkin saya bisa menjelaskan kalau dia bukan lagi sosok kartun yang kehadirannya hanya sekedar untuk hiburan semata. Bahkan dia sudah menjadi salah satu sosok yang menginspirasi saya.


Biarpun Naruto telah berakhir dengan gelarnya sebagai Hokage ke-7 dan berkeluarga dengan Hinata serta memiliki 2 orang anak, ada sedikit rasa sedih di dalam hati saya. Naruto yang dulunya begitu keras kepala dan suka berbuat ulah telah menjadi pria dewasa yang begitu bijak sebagai pemimpin negaranya. Di situ saya merasa sangat rindu akan masa kanak-kanaknya yang penuh canda tawa dan kejahilan. 

Kalau saja saya bisa bertemu Naruto, ada banyak hal yang ingin saya tanyakan, di antaranya :

"Naruto, kenapa kamu harus jadi pria dewasa yang nampak serius seperti itu?"

"Naruto, tidakkah kamu rindu untuk berbuat jahil seperti dulu?"

"Naruto, kenapa sekarang rambutmu pendek?"

"Naruto, apakah Bolt bisa menjadi sosok yang sama sepertimu?"

"Naruto, kenapa harus ada episode terakhir?"

"Naruto, akankah kamu rindu dengan para penonton setiamu?"

Dan masih banyak lagi pertanyaan yang muncul di dalam benakku. Masih belum rela kalau perjalanan Naruto harus berakhir.

Selain keseruan ceritanya, ada banyak pelajaran dari film Naruto yang bisa kita ambil. Yang pertama adalah tentang bagaimana dia memperjuangkan persahabatannya dengan Sasuke. Yang kedua adalah tentang bagaimana dia begitu bersemangat untuk bisa meraih cita-citanya, kemudian tentang usaha kerasnya, pantang menyerah dan rela berkorban untuk teman-temannya. Bahkan ia rela melepaskan orang yang dicintainya dan menerima kehadiran orang yang diam-diam selalu memperhatikannya.


Dan sekarang, saya hanya bisa berterima kasih kepada Mashasi Kishimoto, kreator Naruto yang telah meninggal ketika ada tsunami di Jepang beberapa tahun silam. Terima kasih telah menghadirkan sosok Naruto yang mampu menghibur dan memberi motivasi kepada kami semua.

Tapi ngomong-ngomong, lihat gambar di bawah ini :


Nampaknya walaupun sudah jadi Hokage, Naruto tetaplah sosok yang seperti dulu. Itu sedikit membuat saya merasa lega :D

4 comments:

Silakan tinggalkan komentar. Boleh kritik, saran atau apapun.. Jangan lupa untuk selalu menggunakan kata-kata yang santun. Terima kasih.

[Movie Review] : Miracle In Cell No. 7

8:36 PM nmhana 2 Comments


Saya termasuk salah satu orang yang pernah menggilai film Korea. Puluhan Drama Korea sudah pernah disaksikan, dan kali ini salah satu teman saya merekomendasikan film berjudul Miracle In Cell No 7. Mendengar judulnya, saya mengira kalau ini adalah film horor. Apalagi teman saya berkata, "Kalau nonton film ini malam-malam. Sendirian kalo bisa." sudah pasti pikiran saya langsung terbang ke bayangan menyeramkan yang bisa membuat sulit tidur tiga hari tiga malam.

2 comments:

Silakan tinggalkan komentar. Boleh kritik, saran atau apapun.. Jangan lupa untuk selalu menggunakan kata-kata yang santun. Terima kasih.

[ Book Review ] : BENABOOK

4:21 PM nmhana 2 Comments


Sebenarnya minggu ini saya sedang tidak begitu bersemangat untuk menulis. Tidak ada inspirasi yang menghinggapi kepala sejak bangun tidur pagi tadi. Mungkin karena pikiran masih disibukkan sama pekerjaan di kantor. Apa boleh buat, akhirnya hari Minggu berakhir dengan cara yang cukup tragis, yaitu terbuang sia-sia.

2 comments:

Silakan tinggalkan komentar. Boleh kritik, saran atau apapun.. Jangan lupa untuk selalu menggunakan kata-kata yang santun. Terima kasih.

[ Book Review ] : Kreatif Sampai Mati

3:18 PM nmhana 0 Comments


Kebetulan saya adalah salah satu pengikut website Penerbit Bentang Pustaka, jadi setiap kali membuka blog, update artikel di websitenya selalu muncul di beranda blogger. Sudah cukup lama saya melihat salah satu posting tentang buku terbaru Bentang Pustaka yang berjudul Kreatif Sampai Mati. Awalnya saya tak berfikir harus membeli buku itu, karena mungkin saja saya hanya melihat sepintas tanpa mencoba membaca review singkat di cover belakangnya.

0 comments:

Silakan tinggalkan komentar. Boleh kritik, saran atau apapun.. Jangan lupa untuk selalu menggunakan kata-kata yang santun. Terima kasih.