Hal Menyenangkan Jika Hidup di Desa

6:56 PM Nur Mumtahana 1 Comments


Saya hanya bisa menulis judul itu karena faktanya saya memang seorang anak desa. Bahkan mulai dari kakek-nenek saya juga asli orang desa dan tidak pernah terfikirkan untuk pindah ke kota. Entah alasannya apa, keluarga saya tidak pernah mengutarakan hal tersebut. Tapi kini saya satu betapa asiknya tinggal di desa. Dan saya bersyukur untuk hal yang satu itu.
  1. Hal mengasikkan pertama yang saya rasakan adalah kalau di desa ada begitu banyak pekarangan kosong yang luas. Dari kecil saya dan teman-teman bisa menghabiskan waktu sejak pulang sekolah sampai sore hari. Di pekarangan yang luas kita bisa melakukan banyak hal. Mulai dari main kejar-kejaran, petak umpet, engklek, bikin rumah-rumahan, sampe panjat pohon segala. Itulah yang membuat saya tidak menyesal pernah merasakan masa kanak-kanak di desa.
  2. Kadang, kalau keluarga kita tinggal di desa, kalau sudah berkeluarga juga akan tinggal di desa itu. Dan akhirnya kita punya banyak saudara yang rumahnya berdekat-dekatan. Bahkan di samping kanan-kiri bahkan belakang rumah juga adalah saudara saya. Ya, tidak ada yang namanya kangen pengin ketemu saudara. Terkecuali kalau saudara yang memang merantau ke luar kota.
  3. Pas mau hari raya, orang-orang dari kota pasti menjalankan satu ritual yang namanya mudik. Mereka harus pesan tiket beberapa bulan sebelum jadwal pulang kampung. Harus berdesak-desakkan di antara panjangnya antrian. Macet di sepanjang perjalanan hingga tak dapat jatah mudik sebelum lebaran. Saya sendiri hingga sekarang belum pernah merasakan yang namanya mudik. Entah mudik itu seperti apa. Hanya mereka para rantauan yang tahu.
  4. Kalau kita sedang tidur dan tiba-tiba hujan turun, sementara jemuran masih di luar rumah, sudah pasti para tetangga akan berteriak, "Hujan, hujan... Jemurannya diangkat!" Hal itu sering terjadi. Bahkan tetangga saya juga sering teriak-teriak manggil orang yang lagi pada tidur siang kalau hujan turun. Itu semacam alarm otomatis menurut saya. Sangat membantu. Kalau di kota sepertinya belum pernah ada yang seperti itu.
  5. Saat salah satu orang yang sedang hajatan, sudah pasti para tetangga akan berbodong-bondong untuk membantu. Itu sudah seperti tradisi, dan hal itu juga yang membuat orang-orang di desa begitu erat kekeluargaannya. Apalagi karena wanita di desa mayoritas adalah ibu rumah tangga atau seorang wirausaha yang ativitas kesehariannya masih berada di lingkungan rumah.
Nah, itu dia beberapa hal yang saya rasakan benar enaknya jadi orang desa. Mungkin suatu saat, jika saya harus merantau ke luar kota, saya akan merindukan hal-hal itu.

1 comment:

  1. Halo Gan, gimana ya cara pindah ke desa? Apa tanah di sana masih muras, soalnya ane stress banget nih tinggal di kota, ya macet ya beban kerja ya tekanan hidup, dsb

    ReplyDelete

Silakan tinggalkan komentar. Boleh kritik, saran atau apapun.. Jangan lupa untuk selalu menggunakan kata-kata yang santun. Terima kasih.