I Can Be Everything

8:47 PM Nur Mumtahana 1 Comments

Pagi tadi saya memulai rutinitas seperti biasa. Setelah bersiap-siap, segera saya berangkat kerja. Jangan lupa untuk sarapan karena saya harus mengayuh sepeda sampai kantor. Ya, begituh aktivitas saya di pagi hari. Jadi mari berkenalan dulu dengan salah satu sahabat setia saya yang satu ini.

Akhirnya impian saya untuk memiliki sepeda seperti itu sudah terwujud. Dan tidak menyangka juga kalau sepeda itu akan digunakan untuk berangkat ngantor hingga saat ini.

Sudah setahun lebih sepeda itu jadi teman sehari-hari saya. Dan saya rasakan kalau sepeda itu mulai kurang nyaman dikendarai. Saat melewati jalan yang bekerikil mendadak sepeda saya seperti mau hancur saja. Suaranya benar-benar mengganggu telinga, sampai-sampai tanpa harus membunyikan bel orang-orang sudah tahu kalau saya lewat. 

Saya mulai berencana untuk menyervisnya saat hari libur. Tapi sebelum diservis tadi pagi ada satu kejadian yang bikin saya mengaga tak percaya. Saat sedang melalui jalan menanjak menuju jalan raya, saya mendengar suara ledakan. Bukan ledakan bom, lebih mirip seperti letusan balon tapi yang ini terdengar lebih keras. Bersamaan dengan itu mendadak sepeda saya berat di kayuh. Dan begitu melihat ke bawah, saya dibuat terkejut melihat keadaan ban dalam roda belakang sepeda saya sudah muncul sampai ke luar. Ternyata ban luar dan ban dalam sepeda saya benar-benar pecah.

Alhasil sepeda itu saya titipkan dan harus berangkat ke kantor dengan menggunakan angkot. Sejauh ini belum ada masalah apa-apa. Tapi menjelang pulang kerja, saya baru ingat kalau saya harus pulang dengan berjalan kaki. Sebenarnya saya bisa naik angkot lagi, hanya saja saya tak begitu suka kalau harus menunggu angkot cukup lama. Jadi jalan kaki menjadi satu-satunya pilihan. Ini tidak semudah yang dibayangkan. Apalagi cuaca siang tadi benar-benar panas. Untungnya saya tidak pernah tahu dengan kulit yang menghitam kena paparan sinar matahari. Saya juga tidak terlalu takut kalau harus berjalan cukup jauh sampai ke rumah. 

Tapi perjalanan pulang kerja tadi benar-benar menguras tenaga. Keringat bercucuran banyak sekali. Sudah cukup lama saya tidak merasakan sensasi berjalan di siang bolong seperti ini. Dan lumayan juga untuk latihan fisik. 

Begitu tiba di rumah langsung disambut oleh gitar yang tergantung di dinding kamar dan minta dimainkan. Saya tidak bisa menolaknya, jadi saya ambil gitarnya dan langsung membuat kegaduhan saat cuaca sedang panas di luar sana. Tetangga yang sedang tidur siang pun mungkin terganggu. Tapi tak apa lah, lagipula waktu itu sudah menjelang sore hari.

Menjadi musisi sekaligus penyanyi amatir. Kemampuan yang di bawah rata-rata tidak membuat saya enggan terus belajar. Ya, saya tidak berharap kalau ada orang yang menyukai bagaimana cara saya bermain gitar atau cara saya bernyanyi. Yang pasti itu akan membuat setiap orang menutup telinga.

Lelah bernyanyi dan bermain gitar, sekarang saatnya menyelami dunia kata-kata. Melanjutkan cerpen-cerpen dan novel yang sempat terbengkalai. Kemudian dilanjutkan dengan menulis di blog.

Ya, hari ini ada cukup banyak hal yang saya lakukan. Rasanya seolah-olah saya bisa menjadi apapun yang saya inginkan. And I love to be myself.

1 comment:

  1. Menyukuri hidup memang menyenangkan ya, Mbak... :)

    Salam kenal. Maaf baru sempat mengunjungi balik.. :)

    ReplyDelete

Silakan tinggalkan komentar. Boleh kritik, saran atau apapun.. Jangan lupa untuk selalu menggunakan kata-kata yang santun. Terima kasih.