Ketika Tidak Ada Listrik Di Dunia

7:07 AM Nur Mumtahana 4 Comments




Kita semua adalah para generasi masa kini yang hidupnya sudah tergantung dengan keberadaan listrik. Bahkan saking tergantungnya, kita sampai-sampai hampir tidak merasakan keberadaan listrik itu sendiri. Tapi ketika mati lampu, barulah kita menyadari bahwa sebenarnya sepanjang hari ini ada listrik yang menunjang aktivitas kita semua.


Anak sekolah zaman sekarang paling tidak sudah memiliki satu perangkat komputer atau laptop. Bahkan kadang ada yang punya dua atau tiga. Selain untuk memenuhi tugas sekolah, kadang mereka juga memanfaatkan perangkat komputer untuk main game dan lain sebagainya.

Setelah perangkat komputer, kita kenal dengan yang namanya HP. Mulai dari dulu HP yang punya antena sampai HP sekarang yang bisa beroperasi hanya dengan lirikan mata. Memang super canggih teknologi zaman sekarang.


Kita terbang lagi, menjelajah dunia dengan internet. Kalau dulu internet hanya sebatas untuk mencari informasi atau berkirim e-mail, sekarang internet menyediakan banyak kelebihan. Di antaranya adalah dengan keberadaan aneka macam jejaring sosial yang bisa menghubungkan semua orang di dunia hanya dengan satu cara yang mudah. Tinggal klik, kemudian pesan terkirim. Dengan klik, kita bisa saling bertukar gambar. Dengan klik kita bisa saling bercakap-cakap bahkan bertatap muka secara langsung.


Semua yang ada seolah memanjakan setiap orang, khususnya para pemuda yang begitu peka terhadap perkembangan teknologi. Namun apa yang akan terjadi seandainya pasokan listrik di bumi ini telah habis dan tidak ada lagi sumber tenaga alternatif?


Bumi ini akan gelap ketika matahari terbenam. Semua perangkat elektronik akan menjadi sebuah rongsokan semata, pajangan di dalam lemari yang mengenangkan kita pada eksistensinya di era modern. Para remaja yang hampir tak pernah lepas menggenggap HP akan mulai gelisah. Sebagian dari mereka bahkan mungkin berfikir kalau dunia ini sudah berakhir.

Itu kalau dilihat dari sisi negatifnya. Tapi kalau ditengok sisi positifnya juga banyak kok. Dewasa ini perkembangan teknologi justru menjauhkan jarak antara mereka yang dekat. Ketika segerombolan anak-anak berkumpul dalam satu ruangan, tapi pikiran mereka terbang jauh dengan gadget yang dipegang. Entah itu SMSan, internetan, chatting, main game, dan lain sebagainya.


Sebagai generasi 90an, saya merasa bangga. Sepertinya kami adalah generasi terakhir yang pernah merasakan permainan tradisional yang kini tergantikan oleh kecanggihan media teknologi. Kalau dulu, saat jam istirahat di sekolah kita duduk di teras kelas kemudian ngobrol seru bareng teman-teman yang kala itu masih ingusan. Setelah pulang sekolah kita main kejar-kejaran, petak umpet, congklak, gobak sodor dan masih banyak lagi permainan yang bikin masa kanak-kanak begitu menyenangkan.

Miris juga melihat anak jaman sekarang yang masih TK saja sudah mainan HP. Padahal masih banyak hal menyenangkan lainnya di luar sana yang harus mereka nikmati selagi masih kecil. Selain itu kita juga bisa melihat dengan jelas kalau anak sekarang masih kecil saja sudah tahu cinta-cintaan, pacaran dan sebagainya. Itu salah satu dampak dari teknologi yang masuk ke dalam dunia anak-anak terlalu dini, Tayangan televisi pun terlalu sering memberi suguhan sinetron yang kurang pantas untuk disaksikan oleh anak di bawah umur.

Mungkin dengan tidak adanya listrik, anak-anak jaman sekarang bisa lebih menikmati masa kecilnya. 

4 comments:

  1. Kasian sama ibu2 yg mau melahirkan du rumau sakit, kalau ga ada lampu harus ngelahirin gelap2an, kalau pun ada obor mungkin s jabang bayi yg bakal gelap kerna kepulan asap :v
    http://ilhamabdii.blogspot.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya... sekarang ini listrik memang jadi kebutuhan utama... Mudah mudahan nanti bisa ada bahan bakar altetnatif buat listrik...

      Delete
  2. Baru mampir udah suka sama tulisannya :)

    www.fikrimaulanaa.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih...
      Sering-sering mampir aja yah... :D

      Delete

Silakan tinggalkan komentar. Boleh kritik, saran atau apapun.. Jangan lupa untuk selalu menggunakan kata-kata yang santun. Terima kasih.