[Movie Review] : Naruto The Last Movie - Episode Terakhir Naruto : Tamat

2:45 PM Nur Mumtahana 4 Comments


Awal mengenal Naruto saat itu masih SMP. Sepertinya saya adalah satu-satunya perempuan di dalam kelas yang menyukai Naruto. Saya mengoleksi banyak hal tentang Naruto, mulai dari gambar, poster, film bahkan komik. Dari situ saya mulai mengenalkan Naruto pada teman-teman bermain lainnya. Bahkan, teman saya yang dulunya bilang, "Kartun aja disukai." sekarang juga ikut jadi salah satu penggemarnya. Dari situlah saya mulai punya kawan yang bisa diajak share tentang film kartun yang mayoritas digemari anak laki-laki.


Saya terus mengikuti perjalanan Naruto mulai dari masa-masa pertama masuk sekolah ninja sampai pada episode Naruto Shippuden. Dari situ saya merasakan kalau sosok Naruto semakin lekat dalam hidup saya. Apalagi kakak adik saya yang laki-laki juga sangat menyukai film ini. Jadi saat di rumah ada teman yang bisa diajak nonton bareng.


Karakter Naruto yang begitu kuat menjadikannya mudah untuk dikenali. Sikap nakal, ceroboh dan keras kepalanya mampu menghidupkan suasana dalam cerita. Dan sari situlah kita bisa melihat kalau sosok yang ceroboh seperti Naruto memiliki kemauan yang keras untuk mencapai cita-citanya sebagai hokage.


Perjalanan Naruto hingga 15 tahun menemani anak-anak yang sekarang telah beranjak dewasa. Hal itu membuat saya merasa kalau Naruto benar-benar sosok yang hidup dan tinggal di tempat nan jauh di sana. Usaha dan kerja kerasnya telah membuat ia meraih impian.

Hingga detik ini saya masih belum percaya kalau kisah sahabat ninja yang satu itu telah berakhir. Kalau ditanya soal Naruto, mungkin saya bisa menjelaskan kalau dia bukan lagi sosok kartun yang kehadirannya hanya sekedar untuk hiburan semata. Bahkan dia sudah menjadi salah satu sosok yang menginspirasi saya.


Biarpun Naruto telah berakhir dengan gelarnya sebagai Hokage ke-7 dan berkeluarga dengan Hinata serta memiliki 2 orang anak, ada sedikit rasa sedih di dalam hati saya. Naruto yang dulunya begitu keras kepala dan suka berbuat ulah telah menjadi pria dewasa yang begitu bijak sebagai pemimpin negaranya. Di situ saya merasa sangat rindu akan masa kanak-kanaknya yang penuh canda tawa dan kejahilan. 

Kalau saja saya bisa bertemu Naruto, ada banyak hal yang ingin saya tanyakan, di antaranya :

"Naruto, kenapa kamu harus jadi pria dewasa yang nampak serius seperti itu?"

"Naruto, tidakkah kamu rindu untuk berbuat jahil seperti dulu?"

"Naruto, kenapa sekarang rambutmu pendek?"

"Naruto, apakah Bolt bisa menjadi sosok yang sama sepertimu?"

"Naruto, kenapa harus ada episode terakhir?"

"Naruto, akankah kamu rindu dengan para penonton setiamu?"

Dan masih banyak lagi pertanyaan yang muncul di dalam benakku. Masih belum rela kalau perjalanan Naruto harus berakhir.

Selain keseruan ceritanya, ada banyak pelajaran dari film Naruto yang bisa kita ambil. Yang pertama adalah tentang bagaimana dia memperjuangkan persahabatannya dengan Sasuke. Yang kedua adalah tentang bagaimana dia begitu bersemangat untuk bisa meraih cita-citanya, kemudian tentang usaha kerasnya, pantang menyerah dan rela berkorban untuk teman-temannya. Bahkan ia rela melepaskan orang yang dicintainya dan menerima kehadiran orang yang diam-diam selalu memperhatikannya.


Dan sekarang, saya hanya bisa berterima kasih kepada Mashasi Kishimoto, kreator Naruto yang telah meninggal ketika ada tsunami di Jepang beberapa tahun silam. Terima kasih telah menghadirkan sosok Naruto yang mampu menghibur dan memberi motivasi kepada kami semua.

Tapi ngomong-ngomong, lihat gambar di bawah ini :


Nampaknya walaupun sudah jadi Hokage, Naruto tetaplah sosok yang seperti dulu. Itu sedikit membuat saya merasa lega :D

4 comments:

Silakan tinggalkan komentar. Boleh kritik, saran atau apapun.. Jangan lupa untuk selalu menggunakan kata-kata yang santun. Terima kasih.