Wisata Edukasi di Museum Geologi Bandung

3:48 PM Nur Mumtahana 0 Comments


Bicara tentang yang namanya karya wisata. Hal itu pasti identik sama yang namanya anak sekolah. Dan saya pun pernah mengikuti kegiatan tersebut waktu masih sekolah. Pas kelas VIII SMP sama pas kelas XI SMK. Saya pikir cuma itu masa-masa di mana saya bisa mengikuti kegiatan yang namanya karya wisata. Tapi ternyata tidak. Saya dapat kesempatan buat ikutan karya wisata sama siswa-siswi SMP Negeri 1 Slawi. Kebetulan, tanpa direncanakan saya masuk ke dalam susunan panitia, jadi saya pun diberi kesempatan untuk bisa ikut kegiatan itu.

Sepanjang jalan saya mengenang masa lalu. Dulu saya pernah menjadi siswi di SMP Negeri 1 Slawi. Dulu saya ikut karya wisata sebagai seorang siswa, tapi sekarang saya bukan lagi seorang siswa. Dulu saya duduk di bangku bersebelahan dengan teman-teman saya, tapi sekarang saya duduk bersama dengan Bapak/Ibu guru dan sama-sama menjadi pendamping siswa. Sulit dipercaya sebenarnya.

Salah satu kunjungan pertama dari kegiatan karya wisata kali ini adalah Museum Geologi Bandung. Dulu pun saya pernah mengunjungi museum saat karya wisata SMK, hanya saja kala itu museum yang saya kunjungi adalah Museum Bank Indonesia. Jadi ini adalah kali pertama bagi saya untuk mengunjungi tempat wisata edukasi yang satu ini.

Begitu bus terparkir di tepi trotoar, semua siswa langsung berebut turun. Kalau saja saya adalah seorang siswa, saya pun pasti akan ikut berebut untuk turun. Tapi sekarang saya bukan lagi seorang siswa, jadi saya turun terakhiran aja.


Halaman Muesum Geologi ini sangat luas, dihiasi rumput hijau dan tanaman bunga. Saya tidak mau melewatkan kesempatan untuk mengabadikan momen ini. Langsung saja saya potret sana potret sini. Saat antre untuk masuk ke dalam, semua pengunjung diberi tiket masuk satu-satu. Saya cukup kaget ketika melihat harga tiket masuknya. Hanya Rp. 2000. Itu adalah harga yang sangat murah untuk sebuah kunjungan ke tempat yang luar biasa ini.



Begitu masuk ke dalam, kami langsung disambut oleh sebuah fosil gajah purba yang ukurannya super besar. Itu hanya tulang belulangnya, Tidak terbayangkan kalau ada gajah yang sebegitu besar hidup di hadapan saya. Kemudian seorang pemandu mengarahkan saya dan rombongan yang lainnya untuk memasuki pintu yang berada di sisi kanan ruang utama. Di situ saya bisa melihat lebih banyak lagi fosil-fosil purba. Bahkan ada pula fosil Tirano Saurus yang dalam film-film selalu menjadi tokoh antagonis. Dari dalam ruangan tersebut kita bisa belajar tentang sejarah kehidupan dari masa ke masa.


Setelahnya kami semua diajak untuk menaiki anak tangga menuju ke lantai dua. Di lantai dua terdapat dua ruangan. Ruangan yang pertama adalah ruangan yang di dalamnya menyajikan berbagai macam hal yang berkaitan dengan manfaat dan becana geologi. Di situ saya sempat dibuat bingung ketika melihat ada bangkai sepeda motor yang nampak lusuh dan berbalut benda mirip bebatuan berwarna putih. Apa itu juga fosil sepeda motor zaman purba? Memangnya di zaman purba ada sepeda motor?


Saya kembali dibuat bingung ketika di dekat bangkai sepeda motor tersebut terdapat setrika, televisi dan beberapa benda elektronik lain yang kondisinya serupa dengan sepeda motor tersebut. Jadi, apa benda-benda ini juga merupakan peninggalan zaman purba?

Tiba-tiba saya melihat sebuah tulisan yang berisi keterangan gambar tersebut. Oooo... Barulah saya tahu kalau sepeda motor dan benda elektronik itu adalah salah satu gambaran dari dampak awan wedhus gembel setelah meletusnya Gunung Merapi. Dan setelah itu rasa bingung saya pun lenyap seketika.

Setelah melihat-lihat, kembali para pengunjung diarahkan untuk memasuki ruangan di sisi lainnya. Ruangan kali ini menyimpan berbagai macam sumber daya geologi. Ada banyak jenis batu-batuan, minya bumi dan lainnya. Kemudian kunjungan ditutup dengan disaksikannya sebuah film dokumenter. Saya sangat menyukai film tersebut. Film berduarasi pendek yang membahas tentang "Kenapa ada fosil binatang laut di puncak Gunung Everest?"



Selama menyaksikan film tersebut kita seperti diajak berjalan-jalan dengan mesin waktu. Menyusuri tempat dari masa ke masa. Melihat keadaan masa lampau hingga masa sekarang. Dan akhirnya pertanyaan di awal film tersebut pun terjawab hingga saya tidak lagi dibuat penasaran.

Tak heran kalau Museum Geologi Bandung menjadi salah satu tujuan wisata edukasi favorit para pelajar. Di situ kita diajak untuk mempelajari tentang geologi dengan cara yang menyenangkan. Bahkan tak hanya pelajar, Bapak/Ibu Guru yang ikut serta pun nampak sangat menikmati kunjungan wisata kali ini.

0 comments:

Silakan tinggalkan komentar. Boleh kritik, saran atau apapun.. Jangan lupa untuk selalu menggunakan kata-kata yang santun. Terima kasih.