Di Balik Hari Libur

8:32 AM Nur Mumtahana 3 Comments

Image : http://www.nanigans.com

Setiap kali H-1 tanggal merah, saya selalu girang, "Hore! Besok Libur! Besok Libur!" Hal itu sampai membuat teman-teman di kantor bingung dan bilang, "Kamu kok hafal sih setiap kali ada tanggal merah?" Saya cuma senyum.

Tentu saja saya hafal semua tanggal merah. Karena tanggal merah adalah satu hal yang saya nanti-nanti setiap waktu. Dan H-1 menjelang hari libur adalah puncak kebahagiaan, terlebih lagi saat pulang kerja. Membayangkan kalau besok akan menjadi hari yang luar biasa. Bisa bangun lebih siang, bisa bersantai dan menonton TV, bisa beres-beres kamar atau jalan bersama teman-teman.

Jalan bersama teman-teman menjadi hal yang sangat menyenangkan. Tapi seandainya di hari libur tidak ada teman yang mengajak ke luar, tentu saja saya akan berdiam di rumah. Tapi jangan berpikir kalau saya hanya berdiam diri seperit orang yang baru ditinggal kawin lari. Saya punya satu hal yang hanya bisa saya lakukan ketika sedang sendiri. Hal yang tidak akan pernah bisa dilakukan ketika ada orang yang berusaha berinteraksi dengan saya. Tahu apa itu? Terjun ke dunia imajinasi di dalam pikiran.


Di dalam pikiran saya ada satu ruang yang memang tertutup dan sulit untuk dihubungkan dengan dunia luar yang penuh keramaian. Ruang itu adalah satu tempat yang hanya bisa saya masuki ketika sedang menyendiri. Di dalam ruang itu ada satu kehidupan yang tidak bisa dilihat oleh orang lain. Sebagaimana kehidupan manusia pada umumnya, di dalam ruang pikiran saya yang satu itu terdapat banyak karakter dengan sifat mereka masing-masing. Melakukan aktivitas kehidupan layaknya kehidupan manusia. Hanya saja saya bisa mengatur kehidupan dalam pikiran saya sendiri. Saya bisa menciptakan kehidupan sedih, bahagia atau apapun yang saya inginkan.

Ketika bisa memasuki ruang tersebut, itu artinya saya sedang dalam keadaan menyendiri dari dunia realita. Saya terus menulis alur cerita untuk kehidupan yang ada di dalam pikiran saya. Menciptakan konflik dan menemukan solusi. Dan tidak ada orang yang pernah tahu tentang hal tersebut. Bahkan meskipun saya tulis di sini, belum tentu pembaca juga memahaminya.

Kehidupan yang ada di dalam pikiran saya perlahan coba saya tuangkan lewat tulisan. Harapannya agar suatu saat dunia di dalam pikiran saya tersebut bisa diketahui oleh orang lain. Agar orang lain mengakui keberadaan dunia yang selama ini hidup di dalam pikiran saya. Meskipun kadang orang berpikir kalau saya sedikit gila menciptakan kehidupan yang aneh dan jungkir balik, tapi begitulah hal yang saya inginkan. Di dalam pikiran saya, tidak ada hal yang bisa membatasi segala kemungkinan yang akan terjadi. Mungkin saja saya bisa menciptakan kucing bersayap atau kambing bersirip yang bisa berenang di lautan luas. Itu semua hidup di dalam pikiran saya, dan tidak ada yang berhak untuk menentangnya.

Setidaknya menyelami dunia di dalam pikiran saya bisa membuat hari libur di rumah menjadi lebih menyenangkan. Tentu saja perasaan senang ini tidak bisa dilihat atau dirasakan oleh orang lain. Hanya bisa dirasakan oleh saya. Karena yang akan mereka dapati ketika melihat saya hanyalah seorang perempuan yang sedang menyendiri di kamar. Berbaring dan menatap langit-langit kamar atau duduk di depan monitor dengan jemari yang mencoba untuk menyampaikan setiap kata.

Bagaimanapun juga, menyendiri di hari libur bukanlah hal yang buruk. Hal tesebut justru bisa menjadi quality time bersama diri sendiri. Mendamaikan setiap serpihan hati dan pikiran yang kadang tak sejalan. Jadi itu dia alasan utama yang membuat saya begitu girang ketika hari libur datang :D

3 comments:

  1. Wah berarti kamu imajinasinya tinggi ya. Keren :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. akibat doyan ngelamun ini sebenarnya... hihihi :D

      Delete
  2. Sejutu mba ga ada salahnya di hari libur buat menyendiri

    ReplyDelete

Silakan tinggalkan komentar. Boleh kritik, saran atau apapun.. Jangan lupa untuk selalu menggunakan kata-kata yang santun. Terima kasih.