Psikopat

9:41 PM Nur Mumtahana 0 Comments



Akhirnya ada orang yang beranggapan kalau aku adalah seorang psikopat. Orang gila. Dan entah sebutan apa lagi yang cocok untuk menggambarkan diriku yang benar-benar terlihat sangat gila di matanya.

Seminggu meluangkan waktu sekedar untuk berbagi cerita lewat pesan singkat. Berbagi kisah kehidupan mulai dari hal yang paling umum sampai yang paling jarang dibicarakan orang. Tentang hidup yang kadang terasa aneh sampai tentang kesenangan menjadi makhluk yang bisa berpijak di tanah, berjalan dan bahkan mendaki gunung. 

Tapi dari sekian banyak obrolan, pada akhirnya dia mengambil keputusan. Katanya aku adalah pribadi yang kritis. Pribadi yang cukup sulit untuk bisa mengimbangi percakapan lawan bicara. Mungkin aku memang seperti itu. Aku hanya mencoba jujur, sebagaimana yang orang lain lakukan.

Sesungguhnya aku lebih suka diam dan mendengarkan. Semua hal yang terlintas di dalam pikiranku tak bisa semuanya terucap lewat mulut. Terkadang aku lebih sering memutarnya kembali ke otak, dan bila dirasa tak penting untuk disampaikan, maka kukubur dalam-dalam. Tapi kali ini terlalu banyak hal yang menjadikanku ingin banyak bicara. Sampai-sampai aku tak menyadari kalau seseorang tengah merasakan ketidak nyamanan atas sikapku tersebut. 

Kritisnya sikapku bahkan disebut seperti orang psikopat. Aku menghargai kejujurannya. Tahukah dia kalau bahkan aku pernah berpikir , "mungkin aku sudah gila". Tapi kalimat itu hanya berputar-putar di otakku saja tanpa bisa mengutarakannya pada orang lain. Mungkin aku terlalu yakin kalau hal tersebut tidak akan menjadi masalah bagi orang lain. Membiarkan aku sendiri yang menanggungnya di dalam diam.

Tapi ketika pada akhirnya seseorang menyadarkanku tentang hal tersebut, aku tahu bahwa ini mungkin memang adalah jati diriku. Biasanya aku diam, tapi ketika aku bicara maka itulah yang keluar dari benakku. Aku berusaha jujur, tidak menutupi apapun. Dan bila ucapanku menyebabkan ketidaknyamanan di benak orang lain, maka di sini sudah pasti aku yang salah. Aku mungkin telah lepas kendali. Atau mungkin otak dan hatiku tak cukup jernih untuk memilih mana-mana yang perlu disampaikan dan yang perlu disimpan sendirian.

Sekarang seseorang menganggapku sebagai orang gila yang sangat suka mengkritisi banyak hal. Mungkin memang begitu. Anggaplah aku gila jika menurutmu begitu. Gila atau waras bukan aku yang mempredikatkan. Tapi orang-orang di sekitarku. Jika aku gila, aku pun menganggap kalian gila. Dan jika kalian ingin menjadi waras di mataku, maka menjadilah gila seperti kalian menganggapku. Gila atau waras hanyalah tentang persamaan presepsi. Tapi faktanya aku terlalu benci hal yang rasional dan linear. Tahukah kalau selama ini aku berusaha untuk keluar dari sekat-sekat yang membatasi imajinasi ini?

Terkadang orang kreatif dan orang gila itu bedanya sangat tipis. Bahkan seorang sutradara Bapak Heru Sudjarwo pun menganggap dirinya sendiri sebagai orang gila. Beliau menyadari bahwa cara berpikirnya jauh dari cara berpikir orang lain. Mungkin ini adalah apa yang terjadi padaku.

0 comments:

Silakan tinggalkan komentar. Boleh kritik, saran atau apapun.. Jangan lupa untuk selalu menggunakan kata-kata yang santun. Terima kasih.