Why So Serious ???

7:04 PM Nur Mumtahana 0 Comments


Terkadang kita menyadari satu perubahan sikap pada orang-orang di sekitar kita. Entah itu saudara, teman-teman, sahabat, kekasih, atau siapapun. Perubahan sikap banyak macamnya. Ada yang biasanya cerewet mendadak jadi pendiam, yang biasanya periang jadi pemurung, yang biasanya suka bertingkah mendadak jadi kalem, dan banyak lagi.

Kadang pula, satu hal yang paling dirasakan adalah ketika ada salah satu teman atau sahabat yang biasanya sangat kocak, suka bercanda, suka membicarakan hal-hal tidak penting sambil tertawa terbahak-bahak, kemudian mendadak jadi diam. Sorot matanya tajam. Bicaranya tak banyak, bahkan kata-kata yang keluar dari mulutnya tidak seperti apa yang kita lihat dalam kesehariannya. Di situ kita biasanya akan merasa heran dan berfikir kalau dia baru saja kerasukan setan penunggu kuburan.

Weitss! Jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan. Karena belum tentu apa yang kita pikirkan adalah apa yang sebenarnya terjadi. Kadang kita terlalu sibuk mencari sebab ketika ada satu perubahan sikap pada orang-orang terdekat kita. Ada yang berfikir mungkin dia kerasukan setan, ada yang berfikir kalau dia sedang PMS (khusus perempuan pastinya) atau mungkin kita berfikir kalau dia sedang marah kepada kita. Kemudian kita kembali disibukkan dengan menerka-nerka alasan dia marah, dan seterusnya. Sebaiknya jangan terlalu sering membuat dugaan-dugaan, karena kebanyakan menduga dapat menimbulkan kesalahpahaman yang makin mengakar. Coba lakukan pendekatan. 

Kalau dia adalah sahabat atau saudara dekatmu, ajak dia bicara. Tentu saja kita harus berusaha membuatnya nyaman terlebih dahulu. Tapi, kalau ternyata dia tetap enggan untuk mengatakan alasan atas perubahan sikapnya, jangan lantas kita memaksa. Ingat. Setiap orang tetap memiliki hak untuk menjaga ruang privasinya. 

Kalau rupanya dia tidak memberi kejelasan apapun atas perubahan sikapnya, jangan berpikir negatif terlebih dahulu. Jangan pula terlalu memaksanya untuk menjelaskan. Dan yang paling penting, jangan sampai perubahan sikapnya justru membuat sikap kita ikut berubah terhadapnya. Cobalah untuk sedikit memahami suasana hati orang-orang di sekitar kita. Biarpun dia adalah saudara, teman ataupun sahabat yang sangat kita kenal dengan dekat, tapi tetap saja ada satu dua atau beberapa hal yang mungkin ingin dia simpan sendirian. Mungkin itu masalah tentang dengan dirinya, masalah dengan keluarga, dengan pasangan, atau masalah apapun yang menurutnya tidak perlu untuk kita ketahui.

Setiap orang pasti selalu ingin memiliki waktu dengan dirinya sendiri (me time). Jauh dari wajah-wajah dan keramaian. Mungkin dia sedang mencoba merelakan masa lalunya, atau dia sedang berfikir tentang masa depan. Mungkin itulah yang sedang dialami oleh si dia. Kata lainnya, dia sedang merenung. Di balik perubahan sikapnya, di balik diamnya, bisa jadi di dalam hatinya justru sedang berteriak keras. Atau justru sedang ada perdebatan sengit dalam batinnya. Hal seperti itu wajar terjadi, terlebih lagi pada usia-usia 'kritis' seperti seorang remaja yang beranjak dewasa atau usia dewasa muda yang mulai berfikir tentang kehidupan berumah tangga. 

Dan mungkin kita pun akan mengalami hal seperti itu. Ketika suatu waktu otak kita seperti dipaksa bekerja keras. Ada banyak sekali statement yang keluar dari hati, kemudian ditepis oleh logika. Ketika kita berharap akan satu hal, tapi ada hal lain yang menyadarkan kita bahwa bukan itu yang terbaik. Ketika kita mau menjadi sesuatu, tapi menurut yang lain tak seharusnya kita menjadi seperti yang diinginkan. Dan masih banyak lagi.

Ketika hati dan pikiran sedang berdebat, saat itulah akan nampak sikap-sikap atau wajah-wajah serius. Jadi, pahamilah. Seseorang yang mendadak menjadi serius bukan berarti sedang marah kepada kita. Bukan berarti pula kalau dia baru kerasukan setan kuburan. Dia mungkin sedang berusaha untuk menata keadaan dalam dirinya supaya menjadi lebih baik.

Setelah keadaan dalam dirinya sudah membaik, lihat saja. Dia akan kembali menjadi pribadi seperti yang biasanya kita kenal. Dan bahkan, dia mungkin bisa menjadi lebih ceria atau lebih periang. Cerewetnya bisa bertambah berkali-kali lipat dan sikapnya bisa lebih kocak dari waktu-waktu sebelumnya.

0 comments:

Silakan tinggalkan komentar. Boleh kritik, saran atau apapun.. Jangan lupa untuk selalu menggunakan kata-kata yang santun. Terima kasih.