Memasuki Dunia Anak Kecil

7:01 PM Nur Mumtahana 1 Comments

Siang ini menjenuhkan. Selain karena harus diPHP oleh awan mendung di luar sana, pekerjaan yang itu-itu saja membuatku mengantuk. Siang tadi benar-benar tak bersahabat.

Ketika masih sibuk dengan PC untuk menyusun statistik pengunjung perpustakaan, tiba-tiba datang sosok perempuan cilik dengan seragam pramuka SD. Namanya Rere. Dia sangat cantik dan manis. Terus terang, aku sendiri sangat gemas dengan bocah yang satu itu. Tapi kehadirannya kadang kala menimbulkan kepanikan.

Kenapa? Karena dia sangat usil dan cerewet. Bisa dibilang dia hiperaktif. Tak jarang dia mengerjai orang-orang dewasa di sekelilingnya. Bakan aku termasuk yang sering dibuat uring-uringan oleh bocah cilik itu.

Pernah satu hari, dia baru saja membeli petasan. Aku juga heran. Biasanya anak perempuan lebih suka bermain boneka atau rumah-rumahan. Tapi anak perempuan yang satu ini justru lebih suka bermain petasan. Kalau dia sekedar membeli petasan saja tidak apa-apa. Parahnya, dia malah mengejarku dan melempar petasan itu ke arahku. Tentu saja aku panik luar biasa. Bahkan saking takutnya, saya sampai sembunyi di kolong meja dan di dalam kamar mandi.

Selain dikerjai dengan petasan, Rere juga pernah satu hari menyembunyikan sepatuku. Aku sampai dibuat pusing mencari di mana dia menyembunyikannya. Kadang kesal. Tapi mau gimana lagi? Dia cuma anak-anak yang memang sukanya main-main. Walaupun kadang caranya bermain agak keterlaluan.

Ternyata, hari ini Rere datang ke perpustakaan dengan membawa selemar kertas bergambar dan krayon. Katanya dia mau mewarnai. Karena takut dikerjai lagi dengan tingkahnya yang selalu ada-ada saja, akhirnya aku sekalian ajak dia main. Aku cetakkan juta satu gambar untuk menemaninya mewarnai. Terus terang, aku juga sangat suka mewarnai. Dari dulu sampai sekarang.

Tiba-tiba aku dikagetkan ketika bocah itu membawa sebuah cup minuman berisi kopi.

"Rere, kamu anak kecil ko minumnya kopi?"

Dengan lantang dia menjawab, "Biar sehat!!!"

Haaahhh! Anak kecil yang satu ini memang unik. Cuma itu yang bisa aku katakan dalam hati.


Awalnya memang khawatir dan agak takut kalau Rere bakal bikin gaduh. Akhirnya aku buat supaya Rere seneng. Sekalian saja aku ajak Rere lomba-lombaan mewarnai. Dia girangnya minta ampun. Dan ternyata seru juga. Rasanya sudah lama tidak berkutat dengan kertas gambar dan krayon.

Kalau diamati, ternyata Rere jago mewarnai. Kagum juga dengan anak kelas 1 SD yang bisa mewarnai dengan sangat rapi. 

Beberapa kali dia meminta saran, "Kalau bunga yang ini bagusnya warna apa?"

Lalu aku ambilkan krayon merah dan kuning. Dia makin senang (seperti biasanya).

Tanpa terasa, satu jam berlalu. Bel sekolah berbunyi pukul 12.10. Itu artinya perpustakaan juga harus tutup.

Sayang sekali. Padahal kami sedang asik-asiknya mewarnai. Rere juga kelihatan sedih saat aku bilang perpustakaannya harus tutup. Tapi mau bagaimana lagi? Rere juga harus pulang dengan ayahnya, salah satu guru yang mengajar di sekolah. Akhirnya kami segera mengemasi krayon dan menyimpan kertas gambar itu.

Kata Rere, "Buat PR ya. Nanti dikumpulin ke aku. Hari senin atau selasa aku ke sini lagi."

Aku cuma tersenyum melihat pola tingkah bocah itu. Aku senang. Karena tidak dibuat uring-uringan oleh Rere hari ini. 


Ternyata kita memang harus jadi anak kecil untuk bisa memasuki dunia mereka. Dengan begitu, anak kecil akan menaruh perhatian lebih untuk merespon apa yang kita sampaikan. Mungkin begitu pula yang harus dilakukan oleh orang dewasa atau orang tua dalam menasihat anak-anaknya. Karena yang sering kita lihat, anak kecil justru akan membantah bila dinasihati dengan nada tinggi. Setidaknya, itulah pelajaran yang didapatkan hari ini.

1 comments:

Silakan tinggalkan komentar. Boleh kritik, saran atau apapun.. Jangan lupa untuk selalu menggunakan kata-kata yang santun. Terima kasih.

Kenapa Blogging ???

8:29 PM Nur Mumtahana 7 Comments




Blog? Kenapa ya saya bisa kepikiran untuk membuat sebuah blog? Terus terang, saya itu dulunya kudet untuk masalah yang berbau teknologi. Pasalnya, dari kecil saya memang tidak mendapat fasilitas dan pembelajaran tentang hal-hal semacam itu. Beda dengan anak-anak zaman sekarang yang sudah dikenalkan dengan gadget canggih sejak usia dini. Masa kecil generasi 90an memang lebih mengenal petak umpet, main bola bekel dan mandi di kali. Trus, gimana ceritanya saya sampai punya blog ini?

Jadi, awal mula kenal sama blog pas kelas IX SMP. Kebetulan, pada pelajaran TIK (Teknik Informasi dan Komunikasi), hampir semua materinya berkaitan dengan internet. Mulai dari sejarah internet, mesin pencarian Google, membuat e-mail dengan Yahoo!, chatting, sampai akhirnya kenalan juga dengan jejaring sosial Friendster (sekarang sudah punah). Lalu ada salah satu bab yang membahas tentang pembuatan blog. Okelah, karena membuat blog merupakan tugas dari guru TIK, mau tidak mau saya harus belajar.

Waktu itu, tugas membuat blog dikerjakan secara kelompok. Anggota kelompok saya berjumlah lima orang. Mereka adalah Fitria, Riska, Ikha, Mela dan saya sendiri, Hana. Akhirnya kami memutuskan untuk memakai FRIMH sebagai nama blog kelompok. Dan entah kenapa, di antara teman-teman satu kelompok, nampaknya cuma saya yang sibuk sendiri dengan tugas ini. Teman-teman pun memasrahkan semuanya kepada saya. Terus terang, saat itu saya masih sering (dan hampir selalu) copy-paste artikel untuk mengisi posting di blog. Saya pikir itu hal wajar. Namanya juga masih belajar. Lagipula, waktu itu, menulis posting blog sekedar untuk formalitas saja, supaya dapat nilai dari guru mata pelajaran.

Tampilan blog milik kelompok saya pun sangat sederhana, masih menggunakan template dasar yang disediakan oleh blogger. Blog kelompok saya waktu SMP bisa dilihat di www.chapjemphol.blogspot.com. Isi blog tersebut sangat simpel dan ala kadarnya.

Setelah materi tentang blog selesai, semua pun menganggap kalau nasib blog kelompok tersebut juga sudah tamat. Dan entah kenapa, saya sangat menyayangkannya. Padahal, mestinya blog kelompok tersebut bisa menjadi semacam ruang bagi kami berlima untuk berbagi pengalaman tentang banyak hal. Mungkin tentang aktivitas di sekolah, tentang keseharian kami di rumah, atau tentang apa saja yang kami sukai.

Saya punya niatan untuk kembali menghidupkan blog tersebut, Tapi sayang, insiden lupa e-mail dan password tidak bisa diatasi. Mau tidak mau saya harus merelakan blog tersebut tergeletak begitu saja. Tak terurus. Dari situ, saya mencoba mengajak teman saya untuk kembali membuat blog bersama. Tapi rupanya mereka tak terlalu tertarik. Dan dari situlah saya mulai punya inisiatif untuk membuat blog pribadi. Lalu jadilah blog milik saya dengan alamat www.spiritandkeepsmile.blogspot.com. 

Di awal-awal posting, saya sering (maaf) mengcopy-paste artikel dari blog lain. Saat itu saya memang masih bingung, mau diisi apa blog tersebut? Kemudian saya mencoba berbagi cerita tentang aktivitas saya di sekolah. Tentang keluh kesah saya menghadapi hari-hari yang kadang terasa sulit (ulangan mendadak, dimusuhi teman satu kelas, terlambat ke sekolah, dihukum, sampai masalah cinta-cintaan). Saya juga memosting profil beberapa penyanyi favorit, lirik lagu dan review film.

Ketertarikan saya pada aktivitas blogging makin bertambah. Saya mencoba mencari tutorial di google supaya tampilan blog saya lebih menarik. Dan saya termasuk orang yang sangat hobi mengoleksi widget blog. Mulai dari jam yang tampilannya unik, tulisan selamat datang di blog yang berjalan, kursor berbentuk animasi lucu, dan masih banyak lagi.

Makin banyak referensi blog, saya makin menyadari kalau tampilan blog yang terlalu ramai dengan widget-widget tidak penting justru membuat pembaca merasa pusing. Dari situ, saya mulai belajar membuat tampilan blog yang lebih sederhana namun menarik. Saya juga menemukan cara mengelola tampilan blog dengan edit html yang (sumpah) rumit banget dan bikin stress. Tapi saya sadar, kalau hal rumit macam edit html itu juga adalah ilmu yang bermanfaat, dan insyaallah tidak ada ruginya untuk dipelajari. Memang dibutuhkan keuletan dan kesabaran yang luar biasa. Bahkan kadang saya harus lembur sampai tengah malam, kadang-kadang sampai menjelang pagi hanya untuk menyelesaikan editing template.

Setelah saya merasa tampilan blog terlihat lebih sederhana dan tidak bikin pusing, saya semakin semangat menulis. Saya mulai merasakan kemantapan di dalam diri. Akhirnya saya memutuskan memakai doman berbayar untuk blog saya dan menggantinya dengan www.nmhana.com. Perubahan domain rupanya dapat memberikan semangat untuk semakin rajin menulis.

Dari sekian banyak kesulitan dalam mengelola blog, satu yang paling saya rasakan adalah tentang bagaimana menjaga mood agar tetap stabil. Apalagi, untuk menulis, kita memang membutuhkan suasana hati yang baik.
Selain harus pandai mengontrol mood dan emosi, mengelola blog juga gampang-gampang susah. Punya blog itu ibarat punya momongan. Kita harus telaten dan ulet untuk mengurusnya. Sebuah blog harus diperlakukan dengan baik dan penuh kasih sayang. Ini tidak mengada-ada loh. Beneran. Kalau mulai muncul ketidak pedulian pada blog yang sudah dibuat, sudah pasti, ibarat anak yang ditelantarkan orang tuanya, blog itu akan nampak tak terurus, postingan blog tidak pernah up to date, komentar pembaca terabaikan, dan sebagainya. Yang paling parah adalah ketika sudah sangat lama kita tidak membuka blog tersebut, dan ketika mencoba sign in, kita malah lupa e-mail dan passwordnya. Kurang lebih, itu juga yang terjadi pada blog kelompok saya.

Kadang, untuk mengurus blog, saya dituntut menjadi orang yang kreatif dan tanggap. Sekarang sudah bukan zamannya copy-paste tulisan orang. Apalagi kalau tanpa mencantumkan sumbernya. Jadi, kita harus jadi kreatif, dan harus benar-benar punya hobi menulis supaya aktivitas blogging yang identik dengan tulis-menulis terasa lebih menyenangkan. Sebenarnya kita bisa share apa saja lewat blog. Tidak ada batasan. Tapi tetap ingat untuk hanya memposting konten-konten yang layak. Jangan sampai menyalahgunakan teknologi untuk hal-hal yang tidak bermanfaat.

Seringnya, untuk menulis blog saya harus rela begadang sampai tengah malam. Kenapa? Karena inspirasi sering muncul ketika suasana sedang sepi, hening, tenang dan jauh dari keramaian. Di saat-saat seperti itu, kepala rasanya seperti dibanjiri oleh ide-ide yang luar biasa tidak terduga. Kalau boleh diibaratkan, itu adalah masa-masa emas yang pantang untuk dilewatkan. Bahkan pada suasana seperti itu, saya bisa membuat dua sampai tiga posting dalam semalam.

Selain menjadikan aktivitas blogging sebagai sarana menyalurkan hobi, yaitu menulis, saya juga menjadikan blogging sebagai cara yang menyenangkan untuk menambah wawasan. Bahkan saya telah belajar banyak dari teman-teman sesama blogger tentang bagaimana mengelola blog yang baik. Dari sekian banyak blog yang pernah saya kunjungi, tentu saja ada beberapa yang menjadi favorit . Salah satunya adalah blog bernama BENABLOG. Benablog adalah sebuah blog milik Benazio Rizki Putra. Selain aktif sebagai seorang blogger, Bena juga merupakan seorang videografer. Jadi jangan heran kalau kita akan menemukan banyak video di dalam blognya. 


Benablog.com
Selain menyajikan esens komedi, Bena juga sangat up to date tentang segala macam yang berbau teknologi atau gadget. Kalau membaca bukunya, yaitu Benabook, kita akan tahu kalau ternyata dulunya Benar pernah mendapatkan juara di sebuah lomba bidang IT. Jadi, selain menghibur, Benablog juga dapat menambah wawasan kita melalui tulisan-tulisannya.

Bahkan Benablog juga sudah pernah mendapatkan beberapa penghargaan, di antaranya Blog Remaja Terbaik Tahun 2009, Best Blog in Indonesian Tahun 2011, Axix Blog Award 2012 untuk kategori keseharian dan rupa-rupa.

Dengan blogging, makin banyak ilmu, makin banyak pengetahuan, dan makin banyak teman juga. Pokoknya, ada banyak manfaat yang bisa kita peroleh dengan blogging. So, jadikan aktivitas blogging sebagai salah satu sarana untuk berkreatifitas dan mengembangkan diri.

Salam Blogger Indonesia !!!


Gambar : nepascene.com

7 comments:

Silakan tinggalkan komentar. Boleh kritik, saran atau apapun.. Jangan lupa untuk selalu menggunakan kata-kata yang santun. Terima kasih.

Ketika Introvert Menantang Diri

11:13 PM Nur Mumtahana 0 Comments

Membaca puisi? Yang benar saja? Berdiri di hadapan orang banyak saja kadang membuat perutku mulas. Betapa malangnya aku dengan segala kelemahan ini.

Kadang, iri juga. Ada rasa ingin bisa seperti mereka yang mampu berbicara di hadapan orang banyak. Menyampaikan gagasan, aspirasi atau sekedar kritik. Jangankan seperti mereka. Untuk sekedar maju ke depan kelas membacakan hasil diskusi saja kadang membuatku uring-uringan.

Terus terang, bukannya sok pintar, tapi aku memang suka membaca. Dan bacaanku seringkali menggugah banyak pertanyaan. Aku juga sangat suka berpikir, walaupun seharusnya tak perlu untuk terlalu memikirkan apa yang tak bukan urusanku. Tapi dalam sekejap, pikiranku menangkap segala fenomena yang ada dan sulit untuk mengabaikannya. Segala macam informasi yang masuk ke otak langsung diolah, dan dalam sekejap mulai timbul banyak hal yang ingin kukritisi.

Aku berharap bisa menyelesaikan segala gejolak yang timbul di dalam batin. Aku ingin mendapat jawaban dari semua pertanyaan yang timbul setelah membaca buku-buku tersebut. Aku juga ingin menanggapi atau menyampaikan kritik dari setiap hal yang ditangkap oleh pikiran. Tapi rupanya sangat sulit buatku untuk melakukan semua itu.

Seringnya aku bertanya, apa yang membuatku malu untuk berbicara di depan banyak orang? Padahal, aku yakin, kalau aku berbicara di depan khalayak umum, mereka pasti akan melihatku seperti bagaimana mereka melihat orang lain berbicara. Jadi, kenapa aku masih sangat kesulitan untuk memulainya?
Banyak yang menjelaskan, bahwa seorang introvert memang mengalami kesulitan untuk berbicara di hadapan orang banyak. Tapi aku tak ingin kalau sifat introvert membatasiku untuk bisa berkembang dan menjadi lebih baik.

Sungguh, dalam hati sering timbul keinginan untuk menantang diri sendiri. Mampukah aku melakukan hal yang selama ini membuatku ragu? Mampukah aku menjadi seperti sosok yang selalu aku kagumi? Aku tak mau terkurung menjadi sosok yang pasif, tak berkembang, hanya karena aku menyandang predikat sebagai seorang introvert. Aku yakin, aku bisa menjadi lebih baik dari diriku saat ini.

Waktu itu, 17 Oktober 2015. Aku masih sangat ingat. Tentu saja. Bagaimana mungkin aku bisa lupa? Ketika akhirnya aku harus berbicara di dalam ruangan kecil dengan suhu ruangan yang sangat dingin? Aku bukan berada di dalam lemari pendingin. Tapi aku berada di dalam sebuah ruang siaran radio. Kalian mungkin bertanya, apa yang akan aku lakukan di dalam sebuah ruang siaran radio.

Hari itu, perasaanku teramat kacau. Tidak tahu bagaimana menggambarkannya. Ketika aku ditunjuk sebagai salah satu dari lima orang yang mewakili komunitas dalam sebuah acara talkshow di stasiun radio lokal. "Aku tidak bisa berbicara," begitu alasankku untuk menolak ketika ditunjuk mengikuti acara siaran radio tersebut. Tapi di dalam hati juga timbul rasa tertantang. Ini adalah kesematan yang langka. Bahkan beberapa teman pun berkatan kalau mereka berharap mendapatkan kesempatan tersebut. Jadilah aku berpikir lagi. Ini mungkin memang kesempatan yang baik untuk menantang diri menjadi lebih baik. Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Mumpung masih mudah, begitu kata salah satu temanku.

Betapa baiknya teman-temanku. Mereka terus memberi semangat. Mereka adalah salah satu alasan yang membuatku mau mencoba. Hatiku deg-degan tidak karuan. Bahkan sampai keluar keringat dingin juga. Tapi dari jendela kaca terlihat mereka dengan setia memberikan dukungan dan semangat. Tentu saja, aku secara pribadi merasa senang, dan terharu #lebai.

Benar-benar luar biasa malam itu. Suara medhok yang satu ini memenuhi ruang udara di frekuensi 106.6 HMz. Dan rasanya sangat melegakan setelah acara siaran selesai. Rupanya, berbicara di depan orang lain tidak terlalu buruk juga. Bahkan terus terang, jadi muncul rasa tertantang di dalam diri. Kapan-kapan, mungkin perlulah mencoba untuk bisa lebih aktif dalam sebuah forum. Ingat, jangan jadikan status introvert sebagai alasan bagi kita untuk membatasi diri.

Dan malam ini, aku coba kirim sebuah puisi karya Joko Pinurbo kepada salah satu teman yang dari dulu sering minta supaya aku membacakan sebuah puisi. Jadi, mumpung rumah sedang sepi, aku bisa berekspresi, berseru sambil membaca puisi. Karena terus terang, aku juga masih malu untuk mengeskpresikan diri di depan keluarga.

Alhamdulillah, akhirnya bisa memenuhi permintaan temanku yang satu itu. Walaupun hasilnya masih jauuuuuuhhh dari kata bagus.

Tapi, biar bagaimanapun juga, dengan menyampaikan pendapat, kritik atau mengekspresikan sebuah karya pada orang lain, kita akan mendapatkan feed back yang bisa dijadikan sebagai langkah untuk evaluasi diri. Melalui masukan dari teman tentang caraku membaca puisi, paling tidak sekarang aku tahu apa yang harus dilakukan supaya bisa membaca puisi dengan cara yang lebih baik.

Intinya, berbicara di depan orang lain mampu memberikan banyak manfaat. Selain untuk menyampaikan pemikiran-pemikiran yang mungkin dapat membawa perubahan baik, melalui berbicara di depan publik juga bisa meningkatkan rasa percaya diri, serta menjadi satu cara bagi kita untuk mengoreksi diri melalui tanggapan dari orang lain.

0 comments:

Silakan tinggalkan komentar. Boleh kritik, saran atau apapun.. Jangan lupa untuk selalu menggunakan kata-kata yang santun. Terima kasih.

Cara Mencuci Tangan yang Baik dan Benar

5:46 PM Nur Mumtahana 0 Comments

Sampai sekarang, saya masih bingung. Kenapa saya ditunjuk sebagai pembina PMR di sekolah. Apa karena muka saya mirip kotak P3K? Mungkin saja.

Jadi, seperti di minggu-minggu biasanya, kamis ini saya harus mendampingi siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler PMR. Sebenarnya senang juga menjadi pembina PMR. Selain bisa dekat dengan para siswa, saya juga bisa mendapat banyak pengetahuan baru saat mendampingi dalam kegiatan tersebut.

Pada pertemuan hari ini, Kak Rohadi memberikan materi tentang Cara Mencuci Tangan yang Baik dan Benar.



Berikut cara mencuci tangan yang baik dan benar :
  1. Lepaskan semua perhiasan atau aksesoris di tangan, lalu letakkan di tempatnya
  2. Jika memakai pakaian lengan panjang, singsingkan lengan sampai ke siku
  3. Dekati sumber air
  4. Buka putaran kran
  5. Basahi putaran kran dengan air
  6. Ambil sabun, basahi sabun
  7. Gosok-gosok putaran kran dengan sabun
  8. Sabun dicuci dan kembalikan ke tempatnya
  9. Bilas kran dengan air
  10. Jika sudah bersih, basahi tangan. Mulai dari jari-jari, sela-sela jari, punggung tangan, telapak tangan, sampai ke siku
  11. Ambil sabun, basahi sabun
  12. Sabuni tangan. Mulai jari-jari, sela-sela jari, punggung tangan, telapak tangan, sampai ke siku
  13. Sabun dicuci, kembalikan ke tempatnya
  14. Abil sikat kuku, basahi sikat
  15. Sikat kuku tangan kanan dan kiri dari arah dalam ke luar
  16. Sikat dicuci, kembalikan ke tempatnya
  17. Bilas tangan sampai bersih. Mulai dari jari-jari, sela-sela jari, punggung tangan, telapak tangan, sampai ke siku
  18. Setelah bersih, bilas putaran kran dengan air, kemudian kran ditutup
  19. Ambil handuk kecil
  20. Keringkan tangan dengan handuk kecil dari sisi yang berbeda dengan cara ditepuk-tepuk
Saat beliau menarasikan materi sembari mempraktikkannya di dalam ruangan, saya cukup takjub. Ternyata mencuci tangan yang baik ada langkah-langkahnya sampai sedetail itu. Padahal, dalam keseharian kita sering mencuci tangan sekedar untuk formalitas sebelum makan. Hanya dengan membasahi tangan, menggosokkan sabun, lalu membilasnya.

Kalian mungkin berfikir, "Cuci tangan kok ribet banget?". Tapi sebenarnya kalau dipraktekkan tidak seribet tulisannya. Apalagi langkah-langkah di atas memang sangat bagus untuk diterapkan. Kita juga tahu, kan, kalau tujuan dari mencuci tangan adalah untuk menyingkirkan kuman-kuman dari tangan kita.

Jadi, kalau ingin mendapatkan manfaat yang maksimal dari mencuci tangan, jangan berpikir kalau cara di atas terlalu merepotkan. Mungkin butuh pembiasaan pada awalnya. Tapi lama-lama pasti akan terbiasa. Dan kebiasaan mencuci tangan yang baik dan benar adalah satu cara untuk mencegah timbulnya penyakit seperti diare atau tifus.

Oke deh. Tambah lagi pengetahuan hari ini. Ternyata, di antara banyaknya aktivitas dalam keseharian, selalu ada pelajaran yang bermanfaat. Seperti pengetahuan tentang cara mencuci tangan yang baik pada pertemuan ekstrakurikuler PMR hari ini. 

Gimana kawan? Mulai sekarang, jangan malas cuci tangan yah. Karena cara termudah untuk tetap sehat adalah dengan menjaga kebersihan. Baik kebersihan lingkungan, kebersihan makanan ataupun kebersihan badan kita sendiri.

0 comments:

Silakan tinggalkan komentar. Boleh kritik, saran atau apapun.. Jangan lupa untuk selalu menggunakan kata-kata yang santun. Terima kasih.

Hari Sumpah Pemuda : YANG MUDA YANG BERKARYA

6:07 PM Nur Mumtahana 4 Comments




Pagi tadi, ketika bangun dan membuka ponsel, menilik akun sosial satu persatu, saya mendapat beberapa posting dari teman-teman yang bertemakan sumpah pemuda. Saya juga melihat ada beberapa lomba di media sosial Instagram bertemakan serupa. Iya, hari ini, tepat tanggal 28 Oktober 2015 adalah Hari Sumpah Pemuda yang ke-87.

Seperti di hari besar nasional lainnya, pagi itu di tempat kerja dilaksanakan upacara bendera. Semua siswa nampak begitu hikmat selama berlangsungnya upacara. Satu hal yang membuat hati saya bergetar adalah ketika dibacakannya sambutan dari Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Iman Nachrawi

Peringatan Sumpah Pemuda yang ke-87 tahun ini mengambil tema Revolusi Mental Untuk Kebangkitan Pemuda Menuju Aksi "Satu untuk Bumi". Dalam sambutannya, Beliau menyampaikan tentang fenomena perkembangan teknologi dan modernisasi yang telah merubah pola relasi kemasyarakatan bangsa ini.

Perkembangan teknologi dan informasi bagaikan pisau bermata dua. Ada begitu banyak manfaat yang diperoleh dengan berkembangnya teknologi. Perkembangan teknologi telah mempermudah penyampaian informasi sehingga dapat meningkatkan kapasitas dan skill bagi para pemuda. Namun, di sisi lain, ada pula dampak negatif yang ditimbulkan dari perkembangan teknologi itu sendiri. Di antaranya adalah pornografi, narkoba, pergaulan bebas, hingga radikalisme dan terorisme. Bahkan dari beberapa kasus pembunuhan dan kekerasan yang diberitakan, bermula dari interaski melalui sosial media.

Sosial media kini telah menjadi tempat favorit bagi kaum muda untuk berkumpul. Mereka melakukan interaksi lintas negara, lintas budaya, lintas agama. Interaksi mereka real time 24 jam, dan tidak memudahkan bagi guru, orang tua, lembaga pendidikan atau negara untuk dapat mengontrolnya.

Di sinilah, telah muncul gagasan revolusi mental bagi para kaum muda. Diharapkan, dengan adanya revolusi mental, mampu memperkokoh tekad para pemuda bangsa untuk memerangi dampak negatif yang ditimbulkan oleh arus globalisasi dan modernisasi.

Selain dampak negatif dari perkembangan teknologi, keprihatinan yang kedua adalah tentang pengelolaan sumber daya alam. Indonesia sebagai negara tropis adalah penumpu bagi keseimbangan iklim melalui pasokan oksigennya. Tapi faktanya, sekarang ini Indonesia justru menjadi negara penyumbang polusi terbesar.

Puncak kemarau telah membakar sebagian besar hutan Indonesia. Ketika permasalahan kabut asap mulai menjadi berita panas di dalam negeri, maka saat itulah para pemuda musti ambil peran. Sebagai umat beragama, kita mesti tahu, bahwa di dalam agama, kita diajarkan untuk mencintai dan melestarikan lingkungan demi keseimbangan ekosistem di dalamnya. Oleh karenanya, sebagai kaum muda, kita musti punya kepedulian terhadap lingkungan. Kita adalah generasi yang akan membawa peradaban negeri ini di masa mendatang.

Hebatnya lagi, Indonesia mendapat bonus demografi di mana penduduk berusia produktif sangat tinggi, sementara penduduk usia muda makin kecil dan penduduk usia tua belum banyak. Hal ini menjadikan Indonesia memiliki keunggulan dan kesempatan untuk mempersiapkan strategi menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Dan hal ini menjadikan pemuda Indonesia memiliki peluang besar untuk menguasai pasar ASEAN.

Melalui revolusi mental, diharapkan pemuda Indonesia dapat menjadi pemuda yang mau berjuang demi kepentingan bangsa dan negara. Rela berkorban dengan merendahkan ego golongan atau ego pribadinya demi kepentingan yang lebih besar, seperti para pemuda pendahulu kita.

Dan dalam sambutan tersebut, ada satu kata mutiara oleh KH. Wahid Hasyim yang hingga saat ini masih terngiang di dalam kepala.

TAT KALA WAKTUKU HABIS TANPA KARYA, LANTAS APA MAKNA UMURKU INI ???

Mendengar kalimat tersebut kembali menyadarkan tentang semua cita-cita dan keinginan saya untuk dapat menciptakan sebuah karya.

Salah satu teman saya berkata, "Setelah mati, tinggal nama dan nisan yang tertinggal." Tapi saya tak setuju, karena setelah mati, nama pun akan terlupakan. Nisan pun akan lapuk kemudian patah dan lenyap. Satu-satunya hal yang dapat membuat kita tetap hidup meski telah mati adalah dengan melahirkan sebuah karya. Karya yang dapat memberikan manfaat bagi orang banyak.

Karya adalah sebuah bukti bahwa kita pernah ada. Meski waktu menggerus kehidupan, melenyapkan semua yang bernyawa, tapi karya adalah sesuatu yang abadi. Keagungan nama bukanlah pencapaian dari terciptanya sebuah karya. Tapi kepuasan batin dari penciptaan sebuah karya adalah saat kita mampu memberikan manfaat demi masa depan yang lebih baik.

Pemuda memang teramat kritis terhadap segala hal. Keadaan bangsa yang tak stabil kadang menimbulkan rasa enggan untuk peduli. Namun, bila kita tak acuh pada bangsa ini, lantas siapa yang akan membawa pergerakan untuk masa depan?

Para pemuda mestinya jangan berkecil hati ketika saat ini melihat keadaan negeri yang jauh dari pengharapan. Mestinya, saat ada banyak kritik yang keluar dari benak kita, saat itulah kita mulai mengambil sikap. Kita mesti kritis tak hanya untuk menuding ini salah - itu salah. Tapi kita juga mesti kritis dan mau menanggapi permasalahan yang ada demi perubahan yang lebih baik.

Saya tak mau bicara yang muluk-muluk. Nyatanya, di sini saya juga bukan orang yang dapat memberikan perubahan drastis bagi bangsa yang sedang mengalami krisis dari berbagai aspek. Kita mulai saja dari satu langkah kecil. Bercita-citalah untuk memajukan bangsa. Bercita-citalah untuk membawa bangsa ini sebagai bangsa yang maju.

Yang suka menulis, mulailah ciptakan karya-karya yang mampu meningkatkan minat baca para generasi bangsa. Karena kita tahu, bahwa kegemaran membaca adalah satu cara untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan. Bagi para ahli di bidang teknologi, ciptakan teknologi yang mampu memberi manfaat bagi kemajuan negara ini. Bagi para ahli di bidang kultur, tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah negara yang memiliki kompleksitas elemen, yang menjadikan bangsa ini kokoh di berbagai unsur. Bagi para ekonom, bawa perkembangan pesat bagi Indonesia di bidang ekonomi. Bahkan, dulu Indonesia adalah negara dengan perekonomian yang luar biasa maju. Tentu saja kita masih punya kesempatan untuk mengembalikan keadaan tersebut. 

Indonesia memiliki para pemuda yang berpotensi memajukan bangsa lewat karya. Karenanya, berkaryalah. Tunjukan bahwa Indonesia adalah bangsa dengan pemuda yang kaya akan inovasi.


4 comments:

Silakan tinggalkan komentar. Boleh kritik, saran atau apapun.. Jangan lupa untuk selalu menggunakan kata-kata yang santun. Terima kasih.

Selamat Hari Blogger Nasional : Ada Apa dengan Blogger ???

9:07 PM Nur Mumtahana 2 Comments




Banyak orang yang tanya sama saya "Kenapa sih suka mainan blog? Kenapa ngga main CoC atau The Sims aja?" Saya cuma jawab senyum. Habisnya, kalau saja jelaskan panjang lebar, kadang orang cuma ketawa cekikikan dan menganggap saya kurang kerjaan. Tapi ngga papa lah. Kita bebas memilih apa yang asik buat kita lakukan.

Kadang orang yang ngga tahu beranggapan kalau aktivitas blogging itu buang-buang waktu dan bikin pusing. Eeeittss! Belum tentu! Buktinya, saya justru merasa bisa jadi diri sendiri ketika blogging. Kenapa? Karena saat blogging saya bisa nulis apa aja yang saya mau. Kadang saya curhat, kadang nulis fiksi, kadang sekedar review film, kalo lagi 'waras' kadang saya suka bikin tulisan yang isinya bisa jadi penyemangat (khususnya untuk diri sendiri). Well, jadi sebenernya saya ngeblog sekedar untuk menyalurkan hasrat menulis saya yang kadang menggebu-gebu (!!!).

Selain untuk melatih kemampuan menulis, lewat blogging saya juga bisa nambah teman semama blogger. Apalagi yang namanya aktivitas blogging erat kaitannya sama blog walking. Lewat blog walking kita juga bisa tambah banyak pengetahuan. Pokokanya banyak deh manfaat yang bisa diperoleh dari melalui blogging.

Dari dulu saya emang suka nulis di blog pake gaya 'semau gue'. Kadang nyleneh dan ngga penting. Tapi lama-lama saya mikir, sayang juga kalo sebuah blog isinya ngga bisa memberikan manfaat. Dan dari situ saya makin termotivasi untuk belajar lebih banyak tentang berbagai hal supaya dapat saya review di blog. Dengan begitu, selain menambah pengetahuan untuk pribadi dan melatih kemampuan menulis, saya juga bisa ikut berbagi pengetahuan bersama para pembaca.

"Apa sih tujuan kamu nge-blog?" salah satu teman pernah bertanya demikian.

Kalau bicara soal tujuan, yang pasti awalnya cuma ingin menyalurkan hobi. Tahu kan gimana rasanya kalau sebuah hobi ngga disalurkan? Kita jadi kehilangan kesempatan untuk mengembang potensi dari hobi kita tersebut.  Hobi dan potensi memang punya keterikatan yang erat. Orang yang punya satu hobi tertentu, biasanya punya potensi lebih terhadap hobinya sendiri. Contoh kecil saja, orang yang hobi nulis, pasti berpotensi jadi penulis. Jadi sayang kalau hobi menulisnya tidak disalurkan.

Saya juga hobi nulis, tapi potensi menulis saya masih kurang. Dan dengan blogging, saya berharap bisa melatih kemampuan menulis saya yang masih setengah-setengah. Bahkan, kadang karena penasaran, saya juga suka iseng-iseng ikutan lomba menulis di blog. Siapa tahu bisa juara. Lumayan kan kalau dapat hadiah bingkisan. Tapi kalau ternyata ngga juara, ya ngga papa. Namanya juga kompetisi. Menang kalah sudah biasa. Tinggal kitanya aja yang pinter-pinter mengambil hikmah dari setiap kegagalan. Tah, tujuan saya blogging ngga melulu tetang hadiah atau imbalan. I do it because I enjoy it.

Kalau bicara tentang "Mau di bawa kemana blog ini?" mungkin blog ini akan saya bawa sampai ke masa depan #ciiieee...

Penginnya sih biar blog ini bisa terus up to date ke depannya. Jangan sampai kesibukan di tempat kerja justru menghambat aktivitas blogging saya. Bahkan, sempat kepikiran juga pengin jadi seorang full time blogger. Apalagi saya ini termasuk orang yang ngga suka sama aturan-aturan kantor. Kalau bisa jadi full time blogger pasti rasanya luar biasa. Bebas dari semua aturan yang mengurung imajinasi. Tapi saya juga punya pertimbangan sendiri kenapa ngga jadi full time blogger dari sekarang. Rasanya masih banyak hal yang perlu saya pelajari tentang blogging. Dan mungkin sambil kerja dikantor saya bisa menggali ilmu lebih dalam. Kalau sudah mantep, baru ambil keputusan besar semacam itu. 

Ketika memutuskan jadi full time blogger, kita (khususnya yang masih lajang) mungkin bakal dapat banyak tekanan dari lingkungan. Loh, kenapa? Soalnya, bagi mereka ngga tahu, mengira kita itu seorang pengangguran, pemalas yang kerjaannya cuma main komputer, main hp dan lain-lain. Padahal untuk bisa rutin mengupdate blog itu bukan sesuatu yang gampangan. Butuh niat kuat dan kerja keras. Jadi, selain menyiapkan bekal buat jadi seorang full time blogger, saya juga mesti siap mental untuk mendapat respon dari orang-orang di sekeliling saya.

Dan ngga kerasa kalau ternyata sudah delapan tahun saya berkenalan dengan media yang satu ini. Yang dulunya cuma berawal dari tugas sekolah, kemudian penasaran, dan malah jadi ketagihan. Seneng juga begitu tahu kalau ada Hari Blogger Nasional yang jatuh tepat hari ini, 27 Oktober. Sebagai seorang blogger (walaupun amatiran), saya tetep pengin ikut merayakan Hari Blogger Nasional ini. Hitung-hitung sebagai penambah semangat untuk hobi yang sedang ditekuni. Siapa tahu bisa jadi profesi.


2 comments:

Silakan tinggalkan komentar. Boleh kritik, saran atau apapun.. Jangan lupa untuk selalu menggunakan kata-kata yang santun. Terima kasih.

Di Bawah Cemara Laut

7:46 PM Nur Mumtahana 0 Comments




Siang itu cuaca panas sekali. Tepat di puncak musim kemarau yang tak kunjung usai meski Oktober telah tiba di penghujung. Di antara rasa lelah setelah perjalanan panjang menyisir Pantai Muarareja, aku dan beberapa kawan mencoba menikmati sisa-sisa waktu yang ada. Paling tidak, kami bisa menikmati pemandangan pantai yang berombak besar.

Aku tidak tahu sejak kapan pohon-pohon cemara laut ini ditanam. Tapi yang pasti, aku sangat senang berteduh di bawahnya. Nyaman sekali, bahkan aku dapat berbaring di atas tanah berlapis daun-daun keringnya yang halus mirip kasur jerami.

Matahari di atas sana menyengat ganas. Tapi di bawah cemara laut ini, aku bisa merasakan keteduhan yang luar biasa. Hawa panas di sana tersapu juga oleh angin dari arah pesisir. Deru ombaknya yang datang datang dan pergi membawa aroma asin yang memekakan penciuman. Aku tak begitu menyukai aroma anyir itu. Tapi aku suka semua yang ada di sekelilingku.

Tak ada yang lebih sempurna ketimbang berteduh di bawah pohon cemara, melihat pemandangan laut lepas, mendengar deru ombak, dan angin yang seperti hendak membawaku terbang melayang di udara seperti dedaunan kering. Dan mereka, teman-temanku, adalah pelengkap kesempurnaan di akhir pekan.

Sekian lama aku merindukan hujan, namun tak kunjung tiba. Aku rindu. Tapi melihat air yang melimpah ruah seolah mampu sedikit obati rinduku. Kesendirian yang selama ini menggelayuti akhirnya pecah jua. Berganti dengan tawa di sela-sela obrolan ringan. Disuarakannya pula senandung lagu-lagu lawas dengan penuh penghayatan oleh salah satu kawanku. Kurasa ia lebih mahir ketimbang penyanyi yang ngehits hanya karena umbar sensasi.

Mereka masih sibuk dengan candaan dan senandung lagu itu. Tapi aku tak bisa berpaling melihat langit yang tertutup oleh rangkaian ranting cemara laut yang seolah saling berpegang erat. Cemara laut yang amat baik. Ia terus meneduhiku dari guyuran ultraviolet. Sungguh, aku tak takut bila kulitku menghitam karena matahari. Faktanya, ada banyak orang yang mendambakan kulit hitam eksotis. Dan tanpa harus berjemur atau melalui beragam perawatan, aku sudah memiliki kulit hitamku sendiri.

Kurasa aku jatuh cinta pada tempat ini. Kutahu bahwa sejak dulu ranting-ranting pohon selalu mengingatkan tentangg apa yang ada dalam otak manusia. Dalam otakku juga. Tentang manusia dengan otaknya yang gemar memikirkan banyak hal, berangan dan bercita-cita. Beberapa yang dipikirkannya menjadi semakin kuat dan kokoh. Tapi sebagian menjadi rapuh kemudian patah. Sama seperti banyaknya cita-cita yang kugantung di atas sana. 

Harapku bisa melihat matahari terbit atau senja di tempat ini. Pasti indah. Oh ya, aku pernah melihat senja di tempat ini. Sekali. Tapi kala itu aku tak punya waktu terlalu banyak untuk merasakan semua kesempurnaan yang tidak aku dapat di pelataran rumah. Debur ombak tetap jadi satu hal yang paling aku sukai dari sebuah pesisir. Apalagi saat terdengar bagai dentuman begitu ombak terpecah oleh bebatuan. Aku suka air yang menyiprat ke wajah. Meskipun terasa asin bila mengalir dari ujung hidung dan jatuh tepat di sudut bibir.

Dengan ajaib, cemara laut itu membawaku pergi jauh. Ke tempat di mana hanya aku yang tahu. Ke dalam sebuah ruang yang bahkan tidak memiliki pintu. Dan aku tidak tahu cara untuk keluar. Aku terperangkap dalam ruang yang membuatku merasa nyaman. Aku seperti dibawa ke tempat yang selama  ini aku cari di sela-sela kesibukan duniawi.

Cemara laut ini membuatku ingat kepada Tuhanku yang menciptakannya, menciptakanku dan semua yang kukagumi kala itu. Kadang, aku malu. Bagaimana mungkin aku masih sulit untuk mensyukuri nikmatNya? Padahal jelas-jelas aku telah dibuat kagum dan terpesona oleh semua yang Ia ciptakan di sekelilingku. Hatiku terlampau keras karena dunia yang makin panas dibakar perkembangan peradaban. 

Bila cemara laut ini dapat membantu untuk lebih bersyukur atas nikmat Tuhanku, maka aku akan sering-sering datang untuk berteduh di bawahnya. Mungkinkah aku harus membawa cemara laut itu ke halaman rumah? Atau aku perlu membangun gubug kecil di bawah cemara laut? Tepat di tepi pantai maksudku.

0 comments:

Silakan tinggalkan komentar. Boleh kritik, saran atau apapun.. Jangan lupa untuk selalu menggunakan kata-kata yang santun. Terima kasih.

Explore Tegal - Nostalgia Batu Ancik

7:39 PM Nur Mumtahana 0 Comments


Ada cerita lama nih. Cuma baru sempat di share aja. Kebetulan lagi kangen juga sama teman-teman jaman sekolah dulu. Sekarang semuanya udah mencar ke sana-sana. Tinggal saya aja yang masih setia tinggal di Tegal.

Foto di rumah Ida
Ida yang makin hari makin gendut sekarang tinggal di Subang. Pulangnya jarang-jarang, dan yang paling sedih adalah, beberapa kali dia pulang kampung tapi ngga sempat ketemu. Padahal pengin kangen-kangenan, makan soto bareng atau sekedar duduk bareng ngobrolin nostalgia masa-masa sekolah yang absurd.

Di mana ada Ida, di situ ada rivalnya. Dewi. Si sulung yang sering ribut sama Ida gara-gara ngobrolin berat badan. Ceritanya beberapa bulan lalu dia habis wisuda. Dan kangen pengin ketemu dia, pengin liat geregetnya kalo lagi sindir-sindiran sama Ida tentang badan yang makin hari makin melar. Mereka ngga tahu aja kalo sebenernya saya pengin punya badan kaya mereka.

Dan kurang lengkap kalo ngga ada Meida. Dia teman sebangku Ida waktu kelas XII dulu. Duduknya pas di depan saya. Jadi kalo ulangan kadang contek-contekan. Itu manusiawi. Mentang-mentang ngefans sama Harry Potter, sekarang Meida juga ikut-ikutan pakai kacamata. Hihihihi

Kadang, kalo Ida, Meida dan Dewi punya rencana pulang kampung ke Tegal, kita langsung kontek-kontekan. Ceritanya biar bisa nyusun rencana jalan-jalan. Atau paling ngga bisa main ke rumah salah satu di antara kita. Seringnya sih ke rumah saya atau ke rumah Ida.

Tiba-tiba waktu itu kita punya waktu satu hari penuh buat main bareng. Semuanya lagi bosen pergi ke kota. Bosen liat jalan raya yang panas dan asap kendaraan yang bikin mual. Akhirnya kita putuskan buat main ke rumah Ida. Rumahnya lumayan terpencil, di wilayah Kecamatan Balapulang. Bisa di bilang rumah Ida adalah tempat favorit kalo memang lagi nyari suasana yang tenang. Apalagi perjalan ke rumah Ida juga pemandangannya bisa bikin segera mata.

Let's start our journey
Kalo ke rumah Ida, kurang afdol kalo belum pergi ngancik (pergi ke puncak batu ancik). Konon katanya, dulu batu ancik adalah sebuah gunung api purba yang sudah meletus dan kini hanya tersisa pecahan-pecahan batunya saja. Lokasinya berada di kawasan Desa Harjowinangun, Balapulang. Saya sendiri pergi ke situ udah sampai empat kali. Tentu aja bareng Ida, dia orang yang paham daerah situ. Perjalanannya asik. Berasa kaya perjalanan mau naik gunung beneran. Lewat hutan-hutan kecil, lewat sungai, lewat sawah, kebun, bahkan kita juga mesti lewat jalan yang terjal dan licin. Untuk sampai di puncaknya, ada dua pilihan jalur. Jalur yang pertama kita bisa memutar ke arah kanan, dan jalur yang jadi favorit kami adalah lewat batu tegak lurus dengan kemiringan 90 derajat. Kebayang dong gimana rasanya naik bebatuan kaya gitu tanpa pengaman apapun. Deg-degan, tapi seru juga. Jadi berasa kaya atlet panjat tebing profesional. Atau lebih tepatnya seperti orang yang frustasi dan lupa gimana sakitnya kalo jatuh.

Lewat hutan-hutan(an)
Letwat sungai-sungai juga
Biarpun puncaknya ngga tinggi-tinggi amat, tapi lumayan nguras tenaga. Dan setelah melewati batu besar mirip tembok tersebut, semua rasa lelah kami terbayar. Gimana engga? Pemandangan yang ada di depan kami luar biasa indah. Sambil melepas lelah, kita bisa duduk-duduk sambil makan cemilan yang udah di bawa dari rumah. 

Akhirnya sampai jugaaaa
Ini dia pemandangan indahnya
Foto-foto dulu

Beruntungnya Dewi, bisa foto di spot yang paaasss banget
Sekali-kali foto dari atas biar ngga mainstream 

Nikmat yang luar biasa. Seengganya, setelah sekian ngga ketemu, kita bisa menghabiskan waktu berasama dengan perjalanan yang bener-bener berkesan kaya gini. Sampe sekarang, tempat ini masih jadi tempat favorit buat kita menghabiskan waktu senggang bersama.

Bersyukur sekali masih bisa diberi kesempatan buat kumpul bareng kalian. Tapi sangat disayangkan karena satu teman kami, Khumeroh ngga bisa ikut bareng. Dia ngga dapat waktu cuti. Jadi tim power rangers kami kurang satu personil. Semoga aja kapan-kapan kita bisa ke tempat ini bareng-bareng kaya waktu sekolah dulu.


0 comments:

Silakan tinggalkan komentar. Boleh kritik, saran atau apapun.. Jangan lupa untuk selalu menggunakan kata-kata yang santun. Terima kasih.

Rambu-Rambu Curhat

5:41 PM Nur Mumtahana 0 Comments

Siang tadi, sepulang kerja, saya liat keponakan saya lagi duduk asik di ruang tamu sambil baca. Serius banget. Saya jadi penasaran, anak kelas 1 SD itu lagi baca apaan sih? Akhirnya saya hampiri. Ternyata dia lagi baca majalah lama punya saya. Majalah Bobo. 

Kalian pasti kenal dong sama majalah anak yang satu ini? Majalah yang punya ikon sosok kelinci bernama Bobo. Majalah ini udah terkenal dari zaman dulu, dari saya belum sekolah. Dan ternyata masih eksis sampe sekarang.

Kebetulan dari sekolah dulu saya juga seneng banget ngumpulin uang saku buat beli Majalah Bobo. Waktu itu harganya Rp. 6.000, sekarang kisaran Rp. 10.000. Saya sendiri beli Majalah Bobo sampe hampir lulus SMP. Kebayang dong ada berapa banyak Majalah Bobo yang ada di rumah. Sampe berkardus-kardus. Kadang saya baca-baca lagi. Dan ternyata keponakan saya yang satu itu juga suka banget sama Majalah Bobo. Gimana engga? Yang namanya anak-anak pasti suka dong sama bacaan yang halamannya warna-warni dan bergambar. Terus terang aja, sampe sekarang pun saya masih suka baca Majalah Bobo. Pengin juga berlangganan lagi.

Dari Majalah Bobo edisi lawas yang saya baca hari ini, ada bahasan yang cukup seru nih. Judulnya Rambu-Rambu Curhat. Dan setelah saya baca, kayanya bagus nih buat diulas lagi. Siapa tahu bermanfaat.

motivasidiri99.blogspot.com

RAMBU-RAMBU CURHAT :
  1. Curhat masalah keluarga. Kadang ada saja masalah dalam keluarga. Mulai dari masalah yang kecil sampe masalah yang berat. Kebayang dong gimana ngga enaknya ada masalah dalam keluarga. Apalagi yang namanya keluarga seharusnya bisa jadi tempat ternyaman buat kita. Kalau sekiranya masalah dalam keluarga sudah sangat berat untuk dipendam sendiri, alangkah baiknya kita coba mencari orang yang bisa dijadikan teman curhat. Tapi kalau kamu pengin curhat masalah keluarga, lebih baik kamu curhat sama saudara terdekat. Bisa sama ayah, ibu, kakak atau adik. Kalau bisa, jangan sembarangan curhat masalah keluarga sama orang lain. Curhatlah dengan orang-orang yang benar kamu percaya. Pasalnya, kalau kamu curhat tentang keluarga ke orang lain, dan orang tersebut tidak menjaga kepercayaanmu, bisa-bisa keluarga kamu akan jadi buah bibir orang sejagad. 
  2. Masalah dengan sahabat dekat. Biasanya, kalau lagi ada apa-apa kita pasti curhat sama sahabat. Tapi kalau ternyata kita justru lagi ada masalah sama sahabat, trus kita mau curhat sama siapa? Jangan khawatir. Kalau ternyata kalian sedang ada masalah sama sahabat, jangan lantas kalian mencari-cari teman lain untuk dijadikan teman curhat. Boleh kalian curhat sama teman, tapi tetap harus teman yang udah kalian percaya. Curhat itu emang punya kaitan yang erat sama kepercayaan. Ketika kita curhat sama seseorang, itu artinya kita udah ngasih kepercayaan kita sama dia. Jadi, saat kalian sedang ada masalah tentang sahabat, kalian bisa curhat sama keluarga. Bisa dengan ayah, ibu, kakak atau bahkan adik. Biar bagaimanapun, keluarga kita adalah tempat terbaik untuk mencurahkan segala masalah yang menimpa kita. Mereka pasti akan berusaha untuk membantu menyelesaikan masalah kita. Atau paling tidak, setelah curhat dengan keluarga akan bisa membuat hati lebih lega.
  3. Batasi tema curhat. Biar bagaimanapun, kita harus tetap bisa mengontrol diri saat curhat kepada seseorang. Bolehlah kita curhat, tapi sebatas tentang masalah yang umum. Sebagai contoh masalah sekolah atau masalah pergaulan dengan teman. Kalau mau curhat tentang sesuatu yang memang bersifat sangat pribadi lebih baik curhat dengan orang yang paliiiiiiiing dekat. Amannya sih curhat sama Ibu. Tapi kalau malu, mungkin kalian bisa curhat sama buku diary. Ngga ada salahnya kita curhat lewat tulisan. Biar suatu saat bisa dibaca-baca lagi. Lalu senyum-senyum sendiri :D
  4. Curhat berbeda dengan menggosip. Yang namanya curhat biasanya kita lakukan karena ada masalah yang sedang dihadapi. Tujuannya, selain bikin hati lega, juga berharap bisa dapat solusi dari teman atau keluarga yang dicurhatin. Kalau kita mengatas namakan curhat tapi ujung-ujungnya malah menggunjing orang lain, itu namanya menggosip. Jadi kalian harus bisa membedakan keduanya. Ingat! Curhat itu buat cari solusi, bukan justru menggosip dan nambah masalah.
Kira-kira itu bahasan tentang rambu-rambu curhat yang ada di Majalah Bobo (lupa edisi berapa). Jadi, biar bagaimanapun, kita juga mesti bijak dalam mengambil sikap. Karena yang namanya curhat ngga boleh sembarangan. Cukuplah dengan orang-orang yang memang kita percaya, dengan keluarga, atau dengan sahabat yang sudah kita kenal baik.

Semoga, sedikit kilasan tersebut dapat bermanfaat. Rupanya, biar membaca majalah lama, tapi isinya tetap bisa dinikmati sampai saat ini.

0 comments:

Silakan tinggalkan komentar. Boleh kritik, saran atau apapun.. Jangan lupa untuk selalu menggunakan kata-kata yang santun. Terima kasih.

Kompetisi Menulis Twigora 2015

3:22 AM Nur Mumtahana 0 Comments

cover-photo-size-mobiled

Ketentuan Lomba:
  1. Genre utama lomba ini adalah romance, dengan target pembaca adalah wanita dewasa 25-35 tahun.
  2. Naskah tidak boleh mengandung SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan).
  3. Naskah harus asli karya peserta. Bukan fanfiction (fiksi penggemar), juga bukan saduran dari buku maupun karya penulis lain.
  4. Kamu bisa memilih dua kategori naskah romanceSWEET atau SPICY.

SWEET: Tema cerita bisa bervariasi, dari ringan ke sangat emosional. Benang merah naskah SWEET adalah kompleksitas plot dibalut dengan emosi, kedalaman karakter, dan kemampuan penulis untuk membuat pembaca simpatik dengan konflik yang dihadapi tokoh utama.
Contoh penulis SWEET ROMANCE: Kristan Higgins, Susan Mallery, Beth Ciotta, Lisa Kleypas, Debbie Macomber, dan Susan Andersen.

SPICY: Tema cerita bisa bervariasi dengan para karakter utama berlatar belakang perkotaan. Benang merah naskah SPICY adalah kompleksitas plot dibalut dengan ambience seksi dan humor, karakter-karakter yang witty dan berpikiran modern, dan kemampuan penulis untuk menggiring pembaca terus bersemangat hingga ke akhir bahagia.
Contoh penulis SPICY ROMANCE: Susan Elizabeth Phillips, Lori Foster, Carly Phillips, Suzanne Macpherson, dan Julie James.

  1. Tidak ada batasan umur peserta.
  2. Naskah juga bisa dikerjakan dua orang atau lebih peserta.
  3. Peserta boleh mengirimkan lebih dari satu karya asal tidak dalam satu e-mail.
  4. Karya yang diikutkan dalam lomba SWEET AND SPICY belum pernah dikirim ke penerbit manapun, juga tidak sedang diikutkan dalam kompetisi manapun. Dan selama SWEET AND SPICY berlangsung, peserta dilarang mengirim karya yang diikutkan lomba ke penerbit manapun, juga dilarang mengirim naskah serupa ke kompetisi manapun.
  5. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia, panjang naskah 100-150 halaman, diketik dengan format kertas A4 (margin by default), Calibri 11, spasi 1,5. Sertakan sinopsis (maksimal 2 halaman), dan biodata singkat penulis:
Nama Lengkap:
Nama Pena (optional):
Tempat & Tanggal Lahir:
Alamat:
E-mail:
Nomor Telepon:
Akun Twitter:
  1. Naskah, sinopsis, dan biodata merupakan tiga file Word terpisah, dikirim dalam bentuk attachment (bukan compressed file .zip/.rar) ke twigora@gmail.com, dengan subjek e-mail SWEET/SPICY_NAMA_JUDUL NASKAH. Contoh: SPICY_CHRISTIAN SIMAMORA_MARRY NOW, SORRY LATER.
  2. Setelah mengirimkan naskahnya, jangan lupa tweet “Aku ikutan kompetisi menulis #SWEETANDSPICYROMANCE @TWIGORA lho! www.twigora.com/sweetspicy/” Jangan lupa follow @TWIGORA ya!
  3. Naskah ditunggu paling lambat 31 Desember 2015.
  4. Dua puluh besar yang terpilih wajib mengirimkan naskahnya dalam bentuk hard copy sebanyak 3 (tiga) eksemplar ke alamat redaksi Twigora. Naskah ini akan dibaca oleh para juri dan hasil keputusannya diumumkan pada tanggal 1 Maret 2016.
  5. Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat.


Para peserta SWEET AND SPICY berkesempatan untuk memenangi hadiah sebagai berikut:
Juara I  : Rp 6.000.000 + kontrak penerbitan + merchandise Twigora
Juara II   : Rp 4.000.000 + kontrak penerbitan + merchandise Twigora
Juara III : Rp 2.000.000 + kontrak penerbitan + merchandise Twigora

*) hadiah belum termasuk royalti ketika naskah diterbitkan.
- See more at: http://twigora.com/sweetspicy/#sthash.Cv4Wab0K.dpuf

0 comments:

Silakan tinggalkan komentar. Boleh kritik, saran atau apapun.. Jangan lupa untuk selalu menggunakan kata-kata yang santun. Terima kasih.

Tips Ngilangin Bad Mood

7:49 PM Nur Mumtahana 1 Comments




Siapa sih di antara kalian yang sering banget bad mood? Ayo ngakuuuu....

Jadi sebenernya bad mood itu apa sih??? Ada yang tahu?

Mungkin teman-teman udah ngga asing sama istilah yang satu ini. Apalagi kalo kalian adalah anak muda yang gaul. Impossible banget kalo ngaku ngga tahu bad mood. Kadang juga ada yang tahu bad mood, tapi susah ngejelasinnya. Jadi di sini saya pengin mengulas dulu maksud dari bad mood itu sendiri.

Bad mood adalah istilah untuk menggambarkan suasana hati seseorang yang kurang baik. Bad mood bisa ditimbulkan oleh banyak hal. Dan ketika seseorang lagi bad mood, biasanya dia males ngapa-ngapain. Males kerja, males main, males makan, males mandi dan masih banyak jenis males yang dialami orang bad mood. Dan yang paling parah, kadang orang bad mood cenderung diam. Kalo ngga diam malah marah-marah ngga jelas. Mirip gejala PMS gitu. Ditanya baik-baik kadang jawabnya ketus. Diajak guyon, malah cemberut. Susah banget kan?

Ada banyak sekali penyebab bad mood. Dan setiap orang bisa beda-beda. Kalo kalian ngga suka guyon, mungkin bakal bad mood kalo ketemu sama temen yang sepanjang hari guyonan terus kerjanya. Kalo kalian suka ngobrol, mungkin kalian bakal bad mood kalo kumpul sama orang yang pendiam-pendiam semua. Kalo kalian suka sate ayam, mungkin bakal bad mood kalo diajak makan sate kambing. Dan masih banyak lagi. Tapi, zaman sekarang, mayoritas anak muda bad mood gara-gara urusan cintanya. Bisa jadi karena dicuekin pacar, atau bisa juga gara-gara punya pacar yang over protective. 

Sebenernya bad mood itu wajar. Namanya juga manusia, yang hatinya punya banyak rasa. Tapi jangan sampe kalian jadi orang yang dikit dikit bad mood - dikit dikit bad mood. Kurang baik juga. Kadang kita juga perlu mengontrol emosi supaya ngga gampang bad mood. Bolehlah sesekali kita coba menikmati hal-hal yang ngga kita sukai. Jalani aja dulu. Siapa tahu jadi suka. #ngomong apa ?!

Trus kalo kita udah terlanjur bad mood sama satu hal, kira-kira kita mesti gimana nih? Berdasarkan pengalaman #ciiieee ada beberapa cara yang (lumayan) ampuh buat balikin mood yang mendadak berantakan gara-gara satu perkara. Apa aja? Yuk kita simak sama-sama :
  1. Jauhi keramaian, tenangkan diri. Seringnya, orang hilang mood itu karena ada sesuatu yang membuat hatinya kaget dan belum siap menerima satu hal. Contohnya. Si A punya keinginan buat masuk sekolah seni gara-gara dia memang bakat di bidang seni. Ehhh ternyata ayahnya malah masukin dia ke sekolah teknik. Keputusan yang semacam ini biasanya akan langsung membuat seseorang jadi bad mood. Dalam kondisi seperti ini, lebih baik coba untuk menghindari keramaian. Bertemu dengan banyak orang di saat hati masih belum siap menerima suatu keputusan, justru akan menambah buruk suasana. Dengan menjauhi keramaian, kita bisa punya kesempatan buat menenangkan diri. Kita bisa mikir-mikir lagi, mungkin keputusan yang ada memang yang terbaik buat kita.
  2. Lakukan hal yang kita suka. Kalo kita lagi sebel sama sesuatu, jangan terlalu berlarut-larut. Ingat, bahwa kita bisa melakukan hal yang menyenangkan. Contoh. Si B punya pacar. Nah, pacarnya ini nyebelin banget. Ditelpon ngga diangkat. DiSMS ngga dibales. DiBBM cuma di-R doang, kadang cuma D, tapi dia ganti DP. Sebel ngga tuh? Itu tanda-tanda ada yang ngga beres. Pasti hal kaya gini bikin bad mood kan? Daripada pusing mikirin orang yang (sama sekali) ngga mikirin kita, lebih baik kita sibuk sama hal yang bisa bikin kita happy. Daripada sibuk nunggu balesan chat atau SMS dari pacar, mending nonton film, jalan-jalan, dengerin musik, nyanyi (di kamar mandi), atau apa aja deh yang bisa bikin kita happy. Lagipula, sumber kebahagiaan ngga cuma dari satu hal kok.
  3. Main sama anak kecil. Jangan salah. Biarpun kadang anak kecil bikin kita kesal sama tingkahnya yang sesuka hati dan susah diatur, tapi mereka ampuh loh buat balikin suasana hati yang lagi buruk. Kita cukup duduk di depan rumah, atau di taman, atau di mana aja yang banyak anak kecil lagi main. Kalo susah cari tempat yang banyak anak kecilnya, boleh tuh pergi ke Sekolah PAUD ata TK. Di sana pasti banyak anak kecil. Liatin mereka yang main bareng sama teman-temannya bisa bikin kita ketawa-ketawa sendiri, jadi ingat masa kecil dulu. Liat mereka ketawa kadang bikin iri juga, mereka kayanya hidup tanpa punya beban. Dan yang pasti, kepolosan tingkah anak kecil itu bisa bikin kita sadar, kalau dulu kita juga sepolos itu. Hihihi
  4. Pergi ke alam terbuka. Ketika kita lagi bad mood, kita sering mengatakan kalau dunia serasa menghimpit. Sebenernya bukan dunianya yang menghimpit, hanya saja kita yang seolah-olah mengurung diri di dalam suasana hati yang buruk. Alhasil dunia ini jadi terasa semakin sesak. Coba, buka pintu rumahmu. Hirup udara segar di luar sana. Kalau susana di sekitar rumah belum bisa membuat hati terasa lebih  baik, coba berjalan lebih jauh. Kalau terlalu jauh, bolehlah naik sepeda atau naik motor. Pergi ke tempat terbuka di mana kalian bisa menghirup udara segar (kalo bisa yang bebas polusi). Udara segar bisa bikin pikiran jernih dan hati tenang. Ngga harus ke gunung atau ke laut kalo emang ngga memungkinkan. Pergi aja ke sawah dekat rumah. Liat pemandangan hijau sama dengerin suara angin aja udah bisa jadi obat ambuh ngilangin bad mood. Kita musti paham, kalo Tuhan menghadirkan alam juga sebagai penghibur hati buat kita.
  5. Curhat. Yang namanya memendam beban sendirian itu bisa bikin sesak di dada. Kadang kalo kita lagi bad mood, kita jadi gampang emosi gara-gara ingin meluapkan perasaan tapi bingung gimana caranya. Kalian bisa coba cari satu atau dua (ngga usah banyak-banyak) teman yang kalian percaya. Ajak dia ngobrol, ceritain semua hal yang jadi beban di hati sampe bikin kalian bad mood. Walaupun teman kita mungkin ngga bisa banyak membantu, tapi setelah curhat biasanya hati jadi lebih plong. Akan lebih baik lagi kalo teman kita bisa ngasih sedikit masukan. Siapa tahu bisa bantuin kita buat nyelesaian masalah yang bikin bad mood. Tapi kalau semisalkan belum ada teman yang bisa dijadikan tempat curhat, kita bisa curhat lewat tulisan. Tulis semua yang jadi beban di hati kalian. Sangat disarankan untuk menulis di buku (saja). Jangan menumpahkan segala curahan di jejaring sosial, karena hal tersebut mungkin dapat menimbulkan dampak negatif untuk orang lain.
  6. Tidur. Yang namanya orang bad mood, biasanya seharian pasang muka cemberut, bibir mecucu dan mulut menggerutu. Ngelakuin hal kaya gitu juga bikin cape dan lumayan menguras tenaga loh. Kalo udah cape, emosi seseorang bisa nambah berkali-kali lipat. Jadi kalau memang udah ngga ada cara buat ngilangin bad mood, coba deh masuk kamar, dan tidur. Jangan lupa putar playlist lagu-lagu yang asik. Biar tidur lelap. Bangun tidur, capenya hilang, badan seger dan pikiran cerah. Apalagi buat kalian yang memang punya hobi tidur. Maka tidur bisa jadi obat dari segala macam penyakit.
Kira-kira begitu cara ngilangin bad mood (based on experience). Tapi kembali lagi, tiap orang kan beda-beda. Bisa jadi beberapa cara di atas ampuh buat ngilangin bad mood kalian. Dan kalau ternyata cara-cara itu ngga bisa balik mood kalian, mungkin kalian memang punya cara tersendiri. Bolehlah bagikan gimana cara kalian ngilangin bad mood gegara sesuatu. Siapa tahu ada teman-teman kita lainnya yang sehati sama kalian.

1 comments:

Silakan tinggalkan komentar. Boleh kritik, saran atau apapun.. Jangan lupa untuk selalu menggunakan kata-kata yang santun. Terima kasih.

Referensi Blog yang Keren Buat Anak Muda

7:15 PM Nur Mumtahana 2 Comments

Uhuuuiiiy!!! Setelah sekian banyaknya posting yang ngomongin tentang hal-hal serius, akhirnya dapat pencerahan juga buat bikin posting yang mudah-mudahan juga bisa mencerahkan hati dan pikiran teman-teman semua #ciiieee...

Kali ini kita ngomongin yang seneng-seneng aja deh. Mumpung masih muda. Sayang juga kalau waktu yang ada buat mikirin hidup yang kalaupun dipikirin ngga bakal ngasih perubahan. Yang lagi patah hati, buruan move on. Di luar sana mungkin ada orang spesial yang udah Tuhan siapin buat kamu. Buat yang lagi patah semangat, ingat satu hal ini, kesuksesan itu dimulai dari diri sendiri. Semangat dong, semangat. Yakin. Keep moving forward! Buat yang kurang piknik, buruan kemasi tas kalian dan pergi ke tempat yang bisa bikin fresh pikiran (kalo dana mencukupi). Yang cuma ndongo di rumah kaya jomblo kesepian #uupss mending pantengin posting ini sampe habis.

Sebelumnya, saya pengin ngucapin Alhamdulillah dulu. Kenapa? Jangan tanya kenapa deh! Kita kan memang harus mensyukuri apapun yang Tuhan kasih buat kita #ciieee mendadak agamis :D. Rasanya seneng aja, akhirnya dapat pencerahan sampe bisa nulis dengan suasana hati yang luar biasa bahagia. Padahal biasanya saya sering bikin orang pusing sama posting yang isinya berat banget buat dicerna (serat kali, sulit dicerna). 

Dulu tuh saya suka banget nulis pake gaya bahasa formal (kaya lagi pidato kenegaraan). Sebenernya sampe sekarang juga masih sering. Tapi kadang suka nyleneh sedikit. Nah, sebenernya apa sih  yang mempengaruhi saya sampe beralih dari bahasa formal ke bahasa yang sok yeeaah kaya gini?

Kebetulan saya punya beberapa referensi blog yang memang asik banget buat bacaan sehari-hari (koran kaliiii). Jadi, yuk kita ulas satu persatu.

1. Poconggg

Eeeitts! Jangan takut dulu sama pocong yang satu ini. Kenalin, namanya Poconggg. Ingat, Poconggg ya, bukan Pocong. Ini pocong bukan sembarang pocong. Pocong yang satu ini imut banget. Makhluk yang satu ini sering menyebut dirinya dengan The Jumping Candy (Permen Loncat). Cucok ngga tuh??? Kerjaan pocong yang ini ngga cuma keliling komplek tiap malam. Dia juga hobi banget bikin twit sejak pertama kali kenal sama jejaring sosial mirip facebook yang gambarnya burung biru kecil (sebut aja twitter). Akun twitternya punya follower dengan jumlah yang fantastis. Dan yang bikin saya sebel, kenapa dia ngga following satupun akun. Itu kenyataan yang kadang bikin saya geram. Setan macam apa dia sebenernya? Tapi beneran deh. Sejak awal baca bukunya yang berjudul Poconggg juga Pocong, saya langsung klepek-klepek sama makhluk yang satu ini. Gimana engga? Dia itu bisa dibilang makhluk paling unik sedunia. Di mana coba yang ada pocong sampe harus guling-guling buat lewatin portal perumahan yang udah ketutup? Ngebayanginnya aja bikin saya gemes. Dan ternyata si Poconggg juga punya kisah cinta tragis yang bikin kita bakal netesin air mata (karna ketawa). Beneran, kisah cintanya yang tragis beneran bikin saya lupa kalau seharusnya saya sedih, bukan malah ketawa terbahak-bahak. Mungkin kalian juga perlu coba baca bukunya. Dijamin bikin kita lupa kalau kita lagi patah hati. Dan biar makin kenal sama Poconggg imut ini, kalian bisa kunjungi blogsitenya atau langsung follow twitternya. Telusur punya telusur, setelah cukup lama orang dibuat penasaran, akhirnya terbongkar juga identitas Poconggg yang sebenarnya. Arief Muhammad, dulu pernah kuliah di Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Ruaaarr biasaaa...

2. Benablog

Masih satu aliran sebenernya. Sosok kribo yang satu ini punya segudang inspirasi yang luar biasa. Kalau kita lihat blognya yang bertajuk life journal, kita bisa lihat bagaimana Bena mengulas tentang banyak hal di situ. Mulai dari life style, hobi, traveling, movie review, what's new, sampe tulisan tulisan absurd yang kadang bikin pembaca geleng-geleng. Hehehehe. Apalagi Bena juga adalah seorang videografer yang tergabung dalam co-founder Indovidgram. Kita bisa melihat posting video di dalam blognya yang bener-bener bisa bikin pikiran fresh. Kreatifitas makhluk kribo yang satu ini tidak diragukan lagu. Dijamin kalian bisa makin banyak pengetahuan dan makin banyak inspirasi kalau menjadikan Belablog sebagai salah satu referensi. Dan bakalan asik lagi kalau kalian menjadikan Benabook (buku tentang si Bena) sebagai bacaan pelengkap. Kalau kalian punya Benabook, kalian bisa ikut kuis yang ada di Benablog. Tinggal ikuti tata cara dan alurnya yang ada di Benabook. Seru banget pokoknya!

3. Shitlicious

Sempat ngetren dengan sebutan mahasiswa abadi. Ngga tahu kenapa dia ngga buru-buru buat nyelesain kuliah. Mungkin Bang Alitt terlanjur cinta sama kampusnya. Tapi biar gimanapun, lewat blognya, mahasiswa abadi bernama Alitt Susanto Sugiono (nama belakang pinjam dari Christian Sugiono, diakui sebagai kakaknya. Tapi jangan percaya). Mahasiswa jurusan Bahasa Inggris ini juga sering menunangkan pemikiran-pemikirannya yang kadang kelihatan kritis, kadang kelihatan nyleneh. Selain tulisan yang kocak dan bisa bikin kita ketawa, blogger yang satu ini juga sering menyajikan tulisan yang menginspirasi dan menambah pengetahuan. Jadi cocok banget dijadiin referensi buat anak muda yang mau gaul tapi tetap berisi (bukan gemuk).

Itu dia tiga blog favorit saya yang bisa bikin masa muda jadi lebih asik. Biarpun semua yang ditulis bertujuan untuk dapat menghibur, tapi ada banyak hal positif yang bisa kita ambil. Setiap blog punya karakter masing-masing. Tapi intinya tetap asik buat dijadiin referensi. Yuk coba kita telusuri bersama. Jalani aja dulu. Siapa tahu cocok #plakk (ngomong apa saya ini?)

2 comments:

Silakan tinggalkan komentar. Boleh kritik, saran atau apapun.. Jangan lupa untuk selalu menggunakan kata-kata yang santun. Terima kasih.