Keberadaan Gadget di Lingkungan Sosial

8:59 AM Nur Mumtahana 0 Comments



Image : yourbudgetcover.co.uk
Siapa yang menyangka kalau perkembangan teknologi akan sepesat ini? Dulu, di tahun 90an sampai awal tahun 2000an, saya yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar hanya mengenal permainan-permaian sederhana yang bahkan berkesan tradisional. Anak-anak pada zaman itu lebih sering menghabiskan waktu bersama teman sebaya di pekarangan atau lapangan luas. Bermain engklek atau gobak sodor. Beberapa duduk melingkar di teras rumah dan bermain bola bekel atau congklak. Ketika malam hari di bulan purnama, sebagian memilih bermain di luar rumah, petak umpet. Menggunakan sarung sebagai penutup wajah, bahkan tak jarang bertukar baju agar tidak mudah dikenali dalam permaian tersebut. Menyenangkan sekali.

Ketika semua berkumpul, ada komunikasi yang benar-benar mengikat keakraban, menumbuhkan kebersamaan dan rasa saling peduli. Bahkan pada masa itu, waktu pulang sekolah adalah waktu yang ditunggu-tunggu untuk bisa berkumpul bersama teman-teman. Sekedar untuk ngobrol atau bercanda. Beberapa anak yang rajin pun gemar mengerjakan tugas bersama. Ketika sore hari adalah saat paling menyenangkan untuk menyegarkan pikiran. Tapi, kini keadaan tak sama lagi.

Tidak bisa dipungkiri, perkembangan teknologi memang memberikan banyak sekali dampak positif. Kalau dulu kita harus membolak-balik halaman buku sekedar untuk mencari satu istilah, kini kita hanya perlu mengetiknya pada aplikasi pencarian, kemudian muncullah semua yang kita cari. Ketika kita butuh satu tutorial untuk menyelesaikan suatu pekerjaan, kita tinggal cari saja di internet. Kemudian semua yang kita butuhkan terpapar dengan jelas, dengan banyak pilihan dari berbagai referensi. Tapi coba kita ketikkan kata 'teman'. Yang akan muncul hanyalah deretan tulisan atau gambar. Sementara pertemanan tidak hanya bisa didefinisikan dalam gambar atau kalimat. Pertemanan itu erat hubungannya dengan rasa kebersamaan dan keterikatan emosional.

Mirisnya, keberadaan gadget canggih yang mampu memberikan apa yang kita inginkan justru seolah-olah telah merampas apa yang sudah kita miliki. Sesuatu yang amat berharga, namun menjadi berkurang nilainya ketika semua itu tergantikan oleh keberadaan perangkat teknologi yang canggih.

Apa-apa yang jauh menjadi dekat, bahkan kadang ada yang mengatakan bahwa gadget membuat dunia ada di tangan kita. Tapi hal tersebut justru menjauhkan apa-apa yang sudah dekat. Sangat memprihatinkan ketika melihat segerombolan anak duduk bersama tapi tidak terasa adanya kebersamaan. Tidak ada suara, karena pikiran mereka berada jauh di dalam deretan aplikasi atau jejaring sosial yang makin beragam. Pasangan mata mereka hanya terfokus pada layar gadget di tangannya masing-masing. Kemudian perlahan mereka sibuk dengan dunia yang dibangun sendiri, - dunia maya, sampai lupa pada dunia nyata tempat tinggalnya, lupa dengan orang-orang yang berada sangat dekat dengannya.

Beberapa orang berpresepsi bahwa pengenalan gadget sejak dini akan membuat anak-anak dapat mengikuti perkembangan zaman dan tidak gagap teknologi. Namun di sisi lain hal tersebut mendapat tentangan dari beberapa pihak. Apalagi bila pemberian fasilitas gadget tidak disertai pengawasan orang tua secara langsung. Dapat dilihat bersama bahwa penyalahgunaan teknologi sudah amat marak. Anak-anak pun kerap menjadi korban. Ketika masa kecil mestinya menjadi satu masa bagi mereka untuk dapat belajar bersosialisasi dengan teman sebaya, mereka justru sibuk dengan game-game yang menjadikannya terlalu nyaman duduk di dalam rumah.

Gadget kini memiliki peran penting dalam kehidupan banyak orang. Tapi biar bagaimanapun tetap saja diperlukan kontrol yang tepat dalam penggunaannya. Apalagi dewasa ini makin marak penipuan-penipuan yang berawal dari dunia maya. Walaupun keberadaan gadget dapat memberikan kemudahan dalam mengakses informasi, tapi hal tersebut justru memudahkan bagi orang-orang tak bertanggung jawa untuk menyebarkan isu-isu yang menjurus pada pembohongan publik.

Dari sekian banyak kelebihan dan kekurangna gadget, sudah semestinya kita menjadi lebih bijak dalam memanfaatkan perkembangan teknologi. Jangan sampai teknologi yang mestinya memberikan kemudahan dalam banyak hal justru menimbulkan kerugian yang fatal. 

0 comments:

Silakan tinggalkan komentar. Boleh kritik, saran atau apapun.. Jangan lupa untuk selalu menggunakan kata-kata yang santun. Terima kasih.