(Masih) Menunggu Hujan

10:43 PM Nur Mumtahana 2 Comments



Pagi tadi, ketika saya bangun, saya melihat langit yang berselimut awan pekat. Ketika saya mendengar beberapa orang mengeluh akan turun hujan, dalam hati saya justru merasa senang. Mungkin penantian saya selama ini akan segera berakhir. Rasa rindu saya pada titik-titik air dari langit akan segera terobati. Pagi itu juga saya sangat bersemangat bangkit dari tempat tidur. Tapi rupanya langit berubah cerah ketika matahari mulai meninggi.

Kemudian, siangnya, menjelang sore, saya mendapati beberapa status kawan-kawan di media sosial, di BBM, di facebook dan twitter. Mereka menulis kalau di Jakarta hujan sudah mulai turun. Bahkan ketika saya memasang status tentang kerinduan akan hujan, salah satu teman saya justru nampak kesal, "kamu di situ minta hujan. Saya di jakarta sudah kebanjiran." Saya tidak tahu harus senang atau sedih. Tapi, setidaknya saya tahu kalau musim penghujan memang sudah di depan mata.

Udara di malam hari mendadak jadi sangat panas, tidak nyaman. Itu adalah salah satu tanda yang paling dirasakan sebagian orang ketika musim hujan hampir tiba. Bagaimana penjelasannya secara keilmuan, saya sendiri belum begitu paham. Tapi orang-orang telah membuat pernyataan tersebut hanya atas dasar apa yang terjadi setiap tahunnya.

Sulit tidur karena udara yang panas menjadikan banyak orang yang mengeluh, dan saya mungkin termasuk salah satunya. Tapi saya percaya, kalau ketidaknyamanan seperti ini akan segera berakhir. Saya bisa membayangkan ketika akhirnya musim hujan benar-benar datang. Di malam hari udara terasa dingin, sejuk. Meringkuk di atas tempat tidur berbalut selimut tebal. Mendengarkan suara gemercik air hujan yang menenangkan pikiran. Hah! Tak sabar rasanya untuk bisa merasakan momen-momen seperti itu.

Walau begitu besar kerinduan pada hujan, tapi jangan lantas membuat kita jadi kufur akan nikmat yang didapat saat ini. Setidaknya, sebelum musim hujan datang, kita bisa lebih mempersiapkan diri. Sedia payung sebelum hujan. Kalau tak payung, mungkin bisa pakai jas hujan. Bahkan tetangga di kanan-kiri mulai sibuk membuat tempat menjemur pakaian di dalam rumah. Itu adalah salah satu antisipasi menyambut musim hujan. Ada pula yang mulai sibuk membersihkan saluran di sekeliling rumah, agar ketika musim hujan datang, tidak perlu lagi khawatir dengan saluran yang tersumbat dan bisa menyebabkan luapan air hujan.

Selain mempersiapkan hal-hal seperti tersebut di atas, sebelum musim hujan datang, kita juga harus bisa memanfaatkan setiap momen yang ada saat ini. Salah satu hal yang akan sulit kita jumpai ketika musim penghujan adalah langit cerah. Saya sendiri adalah seorang penikmat senja, yang selalu ingin melihat langit sore ketika matahari hampir terbenam. Melihat matahari sore yang indah adalah salah satu hal yang hanya bisa dinikmati ketika langit sedang cerah. Dan saat musim hujan datang, tentu saja saya akan sulit mendapatkan momen-momen seperti itu.

Intinya, manfaat masa-masa penantian musim penghujan sebaik mungkin. Jangan sampai kita terlalu sibuk merengek minta hujan, sementara begitu musim hujan datang, kita malah mengeluh ini itu lantaran tak punya persiapan untuk menghadapinya.

2 comments:

Silakan tinggalkan komentar. Boleh kritik, saran atau apapun.. Jangan lupa untuk selalu menggunakan kata-kata yang santun. Terima kasih.