Memaknai Tahun Baru 1437 Hijriyah

11:54 AM Nur Mumtahana 0 Comments




Alhamdulillah, rasa syukur senantiasa tercurah kepada Allah SWT yang telah memberikan kesempatan bagi kita untuk dapat terus menapaki bumiNya. Tanpa terasa, setahun berlalu dengan amat cepat. Dan waktu telah mengantarkan kita pada penghujung tahun 1346 hijriah, berganti ke tahun 1347 hijriah.

Secara bahasa, hijriyah sendiri berasal dari kata hijrah yang artinya berpindah. Seperti dalam sejarah yang menerangkan bahwa tahun hijriyah dihitung berdasarkan perjalanan hijrah Rasulullah dari Mekah ke Madinah. Namun hijrah tak selalu dimaknai dengan perpindahan dari satu tempat ke tempat yang lain. Hijrah juga dapat berarti perpindahan dari satu hal ke hal yang lain. Salah satu contohnya adalah perpindahan dari sesuatu yang kurang baik ke sesuatu yang lebih baik. Begitu pula seharusnya kita memaknai peringatan tahun baru hijriyah.

Saat kita memutuskan untuk hijrah, maka kita harus berintrospeksi diri terlebih dahulu. Kita harus bercermin, melihat seperti apa diri kita saat ini. Karena tanpa mengetahui keadaan diri, maka akan sulit bagi kita untuk menentukan tujuan hijrah tersebut. Apakah kita sudah baik? Lantas kalau kita sudah baik, apa yang akan diperbaiki? Dan ketika kita menyadari satu kekurangan dalam diri kita, maka sudah sepatutnya kita berupaya untuk berhijrah dalam rangka memperbaiki kekurangan-kekurangan tersebut.

Sebagai contoh, bila rupanya kita menyadari bahwa sholat wajib kita masih belum terpenuhi, maka hijrah kita dapat bertujuan supaya dapat menyempurnakan sholat lima waktu. Bila kita ternyata masih kurang beramal. maka hijrah kita bertujuan supaya dapat menjadi hamba yang senantiasa mengamalkan sebagian rezeki dari Allah. Bila rupanya kita masih sering menyombongkan diri, maka sudah saat bagi kita untuk dapat mengikis rasa sombong tersebut. Karena hakikatnya, banyak orang yang tidak mau membesarkan Allah, sementara mereka tak mau mengecilkan dirinya. Lalu, apalah makna "Allahu Akbar" yang diserukannya ketika sholat. 

Kekurangan dalam diri adalah satu modal, atau satu motivasi bagi kita untuk dapat memulai hijrah menuju ke jalan-Nya. Ketika kita merasa bahwa diri ini lemah, tak berdaya, penuh kekurangan, maka di situlah kita akan membesarkan Allah. Rasa cinta kepada-Nya akan menjadikan kita selalu ingin membahagiakanNya. Tapi, apakah kita benar-benar sudah mengenal Allah? Banyak orang yang mengaku cinta kepada Allah, tapi mereka melakukan perbuatan yang tidak diridhoi-Nya. Ada pula orang yang menjunjung tinggi sunnah dengan melakukan sesuatu yang haram. Itulah contoh orang yang tidak mengenal Allah tapi mengaku cinta kepadaNya.

Di tahun baru ini pula semestinya kita mulai merubah cara pandang kita. Salah satunya adalah tentang konsep kita terhadap Bangsa Indonesia. Dalam tausiyah yang disampaikan oleh KH. Mustofa Bisri, atau yang akrab kita kenal dengan Gus Mus, beliau bertanya kepada semua jamaah, "Apa arti Indonesia bagi kalian semua?". Beragam jawaban dilontarkan oleh para jamaah. Kemudian beliau menyampaikan konsepnya terhadap Bangsa Indonesia, "Indonesia adalah rumah kita," begitu ujarnya.

Orang mana yang tak marah bila rumahnya di rusak? Bila ada yang ingin merusak rumah ini, maka kalian harus berhadapan dengan kami. Begitulah satu prinsip yang harus dipegang oleh semua orang yang mengaku dirinya adalah warga Indonesia. "Kita adalah orang Indonesia yang beragama Islam. Bukan orang Islam yang kebetulan tinggal di Indonesia". Kalimat itu diserukan oleh Beliau dengan maksud untuk menanamkan rasa cinta Tanah Air dalam benak para jamaah yang didominasi oleh para pemuda.

Disampaikan pula oleh Al Habib Luthfi bin Yanya tentang filosofi laut. Bahwa dalam hidup kita musti konsisten. Seperti air laut. Biar airnya bercampur dengan berbagai jenis air dari muara, tapi ia tetap asin. Dan ia tidak menjadikan asin makhluk yang hidup di dalamnya. Begitulah konsistenitas yang mestinya ada pada diri kita.

Oleh karena itu, marilah kita jadikan tahun baru kali ini sebagai awal untuk mulai memperbaiki konsep-konsep, pandangan hidup, pola pikir, sikap atau menyempurnakan ibadah kita. Karena tujuan hidup kita hanyalah satu, yaitu untuk mendapat ridho Allah SWT.

0 comments:

Silakan tinggalkan komentar. Boleh kritik, saran atau apapun.. Jangan lupa untuk selalu menggunakan kata-kata yang santun. Terima kasih.