Memilih

8:24 PM Nur Mumtahana 0 Comments



Sejujurnya, saya merasa sedikit gagu untuk membahas tentang hal ini. Apalagi saya hanyalah seorang bocah yang sedang berada pada masa peralihan. Saya tidak pandai merangkai kata-kata bijak, tidak pandai pula dalam menasihati seseorang. Tapi meski begitu, di sini saya ingin sedikit berbagi tentang apa  yang pernah disampaikan oleh salah satu kawan saya. Katanya, ini adalah berdasarkan penuturan seorang ulama.

Bicara tentang pilihan, pada akhirnya kita harus menjatuhkan pada satu pilihan di antara banyaknya pilihan. Bahkan kalaupun kita hanya diberi satu pilihan, bisa jadi kita akan memilih di luar dari apa yang dipilihkan buat kita. Apalagi seperti kita tahu, pilihan itu erat hubungannya dengan perasaan, ego dan (maaf) ambisi. Kalau diberi pilihan, tentu saja kita akan memilih apa yang kita suka, apa yang kita inginkan, apa yang membuat kita nyaman dan senang. Tapi rupanya pilihan yang satu ini tak semudah memilih es krim coklat atau stroberi yang ketika ternyata tak enak, kita bisa memilih untuk membeli yang baru.

Kaitannya dengan memilih pasangan hidup, ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan bersama. Beberapa hal yang perlu dijadikan pertimbangan ketika hendak memilih pasangan hidup di antara lain adalah sebagai berikut :


  1. Memahami karakter calon pasangan. "Jangan memilih kucing di dalam karung". Sebagian orang pasti sudah paham terhadap istilah tersebut. Tentu saja, dalam membuat sebuah pilihan, kita harus kenal benar tentang apa yang akan kita pilih. Contoh kecil saja. Kalau semisalkan kita ditawarkan sebuah pekerjaan. Sebelum kita memutuskan untuk menerima tawaran tersebut, kita pasti akan menelusuri, mencoba mengenali tentang pekerjaan itu. Setidaknya, kita akan berusaha mengumpulkan informasi yang bisa dijadikan bahan pertimbangan. Jangan dianggap sepele, karena salah memilih akan dapat membawa kita pada penyesalan berkepanjangan. Bayangkan saja kalau kita ditawarkan pekerjaan, tanpa pikir panjang kita langsung menyetujuinya. Menandatangani kontrak, rupanya dalam pekerjaan tersebut kita dituntut untuk melakukan kejahatan. Resikonya akan menimpa diri kita sendiri, bahkan bisa berimbas pada orang lain pula. Begitu pula yang harus kita lakukan dalam memilih pasangan. Tidak salah kalau kita berusaha menelusuri kepribadian calon pasangan kita. Karena kebanyakan orang yang menjalin hubungan 'pacaran' cenderung hanya menunjukan baik-baiknya saja. Tapi di balik semua itu, kita tidak tahu seperti apa kepribadian sesungguhnya. Dan kita harus memahami bagaimana karakter calon pasangan kita dalam memposisikan diri di keluarganya. Bagaimana sikapnya pada kedua orang tua, bagaimana sikapnya pada kakak-adik, saudara, atau pada lingkungannya. 
  2. Memahami karakter keluarga calon pasangan. Biasanya, seorang laki-laki atau perempuan yang sudah menikah akan ikut dengan keluarga pasangannya. Dan dalam hal ini, mereka diibaratkan seperti tanaman dalam pot. Sementara keluarga dari pasangannya diibaratkan seperti pekarangan luas, tempat di mana tanaman tersebut akan dipindahkan. Karenanya, sebelum seorang laki-laki atau perempuan menjatuhkan pilihan untuk meminang atau dipinang, mereka harus memahami betul karakteristik keluarga calon pasangannya. Seseorang memilih bukan karena mereka terlalu pemilih, tetapi seperti perumpamaan tanaman dalam pot yang akan dipindah ke pekarangan, maka kita harus paham betul tentang karakter pekarangan tersebut. Bagaimana keadaan tanahnya, bagaimana pencahayaannya, dan lain-lain. Dari situ kita dapat melihat, mampukah tanaman tersebut tumbuh subur dan berbuah atau justru layu dan tak berkembang dengan baik setelah dipindahkan dari pot.
  3. Kedekatan calon pasangan terhadap agamanya. Sebagaimana kita tahu, agama adalah pondasi yang mampu membentuk karakter seseorang. Semakin dekat seseorang dengan agamanya, (biasanya) akan semakin baik kepribadian orang tersebut. Paling tidak, seseorang yang dekat dengan agama akan memiliki tujuan hidup yang lebih terarah, lebih memiliki prinsip dan lebih bijaksana dalam menyikapi segala persoalan hidup. 
  4. Rasa tanggungjawab calon pasangan. Pernikahan merupakan satu ikatan suci yang amat sakral, bukan ikatan yang bersifat sementara. Bahkan, semenjak ijab qobuk terucap, maka saat itulah mereka telah diberi tanggungjawabnya masing-masing sebagai pasangan hidup. Seseorang yang telah menanamkan sikap tanggungjawab sejak dini, akan mampu membawa sikap tersebut hingga pada jenjang kehidupan barunya. Dengan adanya sikap bertanggungjawab, pasangan akan lebih mampu menghargai hak dan kewajiban satu sama lain.
  5. Kesiapan mental calon pasangan. Tak sedikit pasangan yang memilih untuk menikah di usia dini lantaran gejolak cinta sesaat. Pada usia muda, biasanya seseorang hanya berorientasi pada masa 'sekarang' tanpa memiliki pandangan ke depan. Fenomena kawin-cerai yang marak akhir-akhir ini adalah salah satu dampak dari pernikahan yang dilakukan hanya atas dasar 'rasa ingin', tanpa dibekali kesiapan mental. Ada pula yang pernah mengatakan, bahwa materi adalah salah satu hal yang amat berperan dalam kehidupan berumahtangga. Padahal, untuk dapat memperoleh kebahagiaan hakiki, pasangan tak cukup dibekali dengan kesiapan materi saja. Seperti kita tahu, bahwa kehidupan berumahtangga tidak akan selamanya bahagia tanpa ada masalah. Ada kalanya akan muncul koflik yang menggoyahkan pendirian pasangan tersebut. Di sinilah, mental akan menjadi satu pondasi bagi setiap pasangan untuk bertahan dalam menghadapi masalah yang menerpa bahtera rumahtangganya.

Jangan menghardik orang yang bimbang dalam memilih, karena sebenarnya memilih (khusunya memilih pasangan hidup) bukanlah sebuah perkara mudah. Memilih juga bukan berarti kita sulit menerima sesuatu apa adanya. Tapi dengan memilih, kita mencoba mengenali, dan dengan begitu kita akan lebih punya kesiapan untuk dapat memulai satu langkah menuju ridho-Nya.

Kita hanya perlu ingat, bahwa tidak ada sosok yang sempurna di dunia ini. Tapi, kesempurnaan akan hadir dengan sendirinya ketika kita bisa saling menerima dan melengkapi kekurangan satu sama lain.



Gambar : www.wix.com

0 comments:

Silakan tinggalkan komentar. Boleh kritik, saran atau apapun.. Jangan lupa untuk selalu menggunakan kata-kata yang santun. Terima kasih.