Rambu-Rambu Curhat

5:41 PM Nur Mumtahana 0 Comments

Siang tadi, sepulang kerja, saya liat keponakan saya lagi duduk asik di ruang tamu sambil baca. Serius banget. Saya jadi penasaran, anak kelas 1 SD itu lagi baca apaan sih? Akhirnya saya hampiri. Ternyata dia lagi baca majalah lama punya saya. Majalah Bobo. 

Kalian pasti kenal dong sama majalah anak yang satu ini? Majalah yang punya ikon sosok kelinci bernama Bobo. Majalah ini udah terkenal dari zaman dulu, dari saya belum sekolah. Dan ternyata masih eksis sampe sekarang.

Kebetulan dari sekolah dulu saya juga seneng banget ngumpulin uang saku buat beli Majalah Bobo. Waktu itu harganya Rp. 6.000, sekarang kisaran Rp. 10.000. Saya sendiri beli Majalah Bobo sampe hampir lulus SMP. Kebayang dong ada berapa banyak Majalah Bobo yang ada di rumah. Sampe berkardus-kardus. Kadang saya baca-baca lagi. Dan ternyata keponakan saya yang satu itu juga suka banget sama Majalah Bobo. Gimana engga? Yang namanya anak-anak pasti suka dong sama bacaan yang halamannya warna-warni dan bergambar. Terus terang aja, sampe sekarang pun saya masih suka baca Majalah Bobo. Pengin juga berlangganan lagi.

Dari Majalah Bobo edisi lawas yang saya baca hari ini, ada bahasan yang cukup seru nih. Judulnya Rambu-Rambu Curhat. Dan setelah saya baca, kayanya bagus nih buat diulas lagi. Siapa tahu bermanfaat.

motivasidiri99.blogspot.com

RAMBU-RAMBU CURHAT :
  1. Curhat masalah keluarga. Kadang ada saja masalah dalam keluarga. Mulai dari masalah yang kecil sampe masalah yang berat. Kebayang dong gimana ngga enaknya ada masalah dalam keluarga. Apalagi yang namanya keluarga seharusnya bisa jadi tempat ternyaman buat kita. Kalau sekiranya masalah dalam keluarga sudah sangat berat untuk dipendam sendiri, alangkah baiknya kita coba mencari orang yang bisa dijadikan teman curhat. Tapi kalau kamu pengin curhat masalah keluarga, lebih baik kamu curhat sama saudara terdekat. Bisa sama ayah, ibu, kakak atau adik. Kalau bisa, jangan sembarangan curhat masalah keluarga sama orang lain. Curhatlah dengan orang-orang yang benar kamu percaya. Pasalnya, kalau kamu curhat tentang keluarga ke orang lain, dan orang tersebut tidak menjaga kepercayaanmu, bisa-bisa keluarga kamu akan jadi buah bibir orang sejagad. 
  2. Masalah dengan sahabat dekat. Biasanya, kalau lagi ada apa-apa kita pasti curhat sama sahabat. Tapi kalau ternyata kita justru lagi ada masalah sama sahabat, trus kita mau curhat sama siapa? Jangan khawatir. Kalau ternyata kalian sedang ada masalah sama sahabat, jangan lantas kalian mencari-cari teman lain untuk dijadikan teman curhat. Boleh kalian curhat sama teman, tapi tetap harus teman yang udah kalian percaya. Curhat itu emang punya kaitan yang erat sama kepercayaan. Ketika kita curhat sama seseorang, itu artinya kita udah ngasih kepercayaan kita sama dia. Jadi, saat kalian sedang ada masalah tentang sahabat, kalian bisa curhat sama keluarga. Bisa dengan ayah, ibu, kakak atau bahkan adik. Biar bagaimanapun, keluarga kita adalah tempat terbaik untuk mencurahkan segala masalah yang menimpa kita. Mereka pasti akan berusaha untuk membantu menyelesaikan masalah kita. Atau paling tidak, setelah curhat dengan keluarga akan bisa membuat hati lebih lega.
  3. Batasi tema curhat. Biar bagaimanapun, kita harus tetap bisa mengontrol diri saat curhat kepada seseorang. Bolehlah kita curhat, tapi sebatas tentang masalah yang umum. Sebagai contoh masalah sekolah atau masalah pergaulan dengan teman. Kalau mau curhat tentang sesuatu yang memang bersifat sangat pribadi lebih baik curhat dengan orang yang paliiiiiiiing dekat. Amannya sih curhat sama Ibu. Tapi kalau malu, mungkin kalian bisa curhat sama buku diary. Ngga ada salahnya kita curhat lewat tulisan. Biar suatu saat bisa dibaca-baca lagi. Lalu senyum-senyum sendiri :D
  4. Curhat berbeda dengan menggosip. Yang namanya curhat biasanya kita lakukan karena ada masalah yang sedang dihadapi. Tujuannya, selain bikin hati lega, juga berharap bisa dapat solusi dari teman atau keluarga yang dicurhatin. Kalau kita mengatas namakan curhat tapi ujung-ujungnya malah menggunjing orang lain, itu namanya menggosip. Jadi kalian harus bisa membedakan keduanya. Ingat! Curhat itu buat cari solusi, bukan justru menggosip dan nambah masalah.
Kira-kira itu bahasan tentang rambu-rambu curhat yang ada di Majalah Bobo (lupa edisi berapa). Jadi, biar bagaimanapun, kita juga mesti bijak dalam mengambil sikap. Karena yang namanya curhat ngga boleh sembarangan. Cukuplah dengan orang-orang yang memang kita percaya, dengan keluarga, atau dengan sahabat yang sudah kita kenal baik.

Semoga, sedikit kilasan tersebut dapat bermanfaat. Rupanya, biar membaca majalah lama, tapi isinya tetap bisa dinikmati sampai saat ini.

0 comments:

Silakan tinggalkan komentar. Boleh kritik, saran atau apapun.. Jangan lupa untuk selalu menggunakan kata-kata yang santun. Terima kasih.