What's Success - Sukses Itu Apa ???

2:06 AM Nur Mumtahana 0 Comments


Gambar : barrachd.co.uk

Semua orang pasti ingin meraih kesuksesan. Tapi, sukses itu apa sebenarnya? Apakah sukses itu berarti punya jabatan tinggi, punya mobil mewah dan bergelimbang harta? Atau berprofesi jadi pegawai negeri, yang punya gaji tetap dan masa tuanya terjamin? Atau kesuksesan itu ditandai dengan bisa jalan-jalan ke luar negeri, makan enak dan memakai produk-produk terkenal? Mungkin.

Dulu, saat kecil, kita sangat mudah menatap masa depan. Aku ingin jadi dokter, polisi, guru, pilot dan banyak cita-cita luar biasa lainnya. Semua cita-cita itu bahkan membuat masa kecil jadi terasa penuh semangat. Kadang dalam benak muncul pertanyaan, kenapa anak kecil punya keoptimisan yang lebih tinggi ketimbang manusia dewasa?

Ketika orang dewasa bertanya kepada anak kecil, "Nanti kalau sudah besar ingin jadi apa?"

Dengan girang anak kecil itu menjawab, "Aku mau jadi dokter!"

Ketika anak kecil beranjak remaja, ia ditanya lagi, "Nanti setelah lulus SMA mau ke mana?"

Nada bicaranya tak segirang di waktu kecil, "Ingin melanjutkan kuliah di universitas."

Waktu berlalu, kemudian si anak kini sudah lulus dari perguruan tinggi. Ia ditanya, "Sekarang kerja di mana?"

Ia bingung. Wajahnya nampak masam setiap kali ada orang yang bertanya tentang hal itu. Semakin waktu berlalu, ia mulai menyadari, bahwa masa dewasa tak semudah masa kanak-kanak yang bisa menyebutkan ingin jadi ini dan itu. Bahkan ketika kecil kita penuh semangat berseru "Aku ingin jadi dokter", saat dewasa bisa jadi kita hanya berharap 'yang penting dapat pekerjaan'.

Masa-masa pencarian pekerjaan adalah masa pencarian jati diri yang sebenarnya. Kita mulai sering bertanya pada diri sendiri, mau jadi apa kita di tengah-tengah masyarakat nantinya?

Banyak orang yang bingung memikirkan hal tersebut. Tak sedikit pula yang mengalami frustasi karena melihat status sosial dalam dirinya yang tidak jelas. Bahkan orang kadang menilai, bahwa menjadi pengangguran adalah sesuatu yang hina. Ada pula orang yang berpikir kalau pengangguran adalah orang yang tidak berguna. Orang yang malas dan tidak punya masa depan. Padahal belum tentu begitu.

Siapa orang yang mau jadi pengangguran? Siapa orang yang mau menghadapi masa depan dengan kesusahan? Orang normal pasti tak menginginkan itu. Dan kalaupun ada seseorang yang belum mampu memiliki satu pekerjaan, bisa jadi bukan karena dia malas mencari. Tapi karena dia sudah berusaha namun belum membuahkan hasil.

Kita juga pasti menyadari bersama, zaman sekarang mencari pekerjaan semakin sulit. Bahkan kualifikasi pendidikan yang tinggi pun belum tentu dapat membawa kita pada satu profesi yang menjanjikan kesuksesan. Alhasil beberapa orang memilih untuk tidak bekerja ketimbang bekerja di bidang yang tidak disukainya.

Menjadi seorang pengangguran sangatlah menjenuhkan. Selain itu, kita juga sering merasa tertekan oleh cara orang memandang kita. Orang tua pun kadang ikut cemas memikirkan nasib anak-anaknya yang tak kunjung mendapat pekerjaan. Keadaan yang seperti ini semakin memberi tekanan di dalam batin. Akhirnya kita berusaha untuk mendapatkan pekerjaan yang tidak dipandang sebelah mata oleh orang lain. Atau setidaknya, pekerjaan tersebut dapat membuat orang tua kita tenang dan tidak cemas memikirkan nasib anaknya. 

Mendapat pekerjaan dengan penghasilan tinggi tentu saja menjadi keinginan banyak orang. Tapi apakah gaji tinggi bisa mengartikan bahwa orang tersebut telah mendapat kesuksesan?

Bekerja dan mendapat gaji tinggi, namun kita tak nyaman dengan pekerjaan tersebut. Apakah bisa mewakili kata sukses bagi kita? Kalaupun mendapat pekerjaan yang dipandang luar biasa, tapi tak sesuai keinginan, apakah bisa disebut kesuksesan? Lalu, jika kita memperoleh pekerjaan seperti yang diharapkan orang orang tua tapi tidak sejalan dengan keinginan hati, apakah itu juga sudah bisa dikatakan sukses? Jadi, sukses itu apa sebenarnya?

Orang lain mengatakan kita sukses kalau kita menjadi seperti orang sukses di dalam pikiran mereka. Orang tua mengatakan kita sukses kalau kita menjadi seperti apa yang diinginkannya. Sekarang bagaimana kita akan mendefinisikan sukses bagi diri kita sendiri?

Orang lain punya pandangan masing-masing. Dan saya pun punya pandangan sendiri untuk mendefinisikan kesuksesan.

Bagi saya, sukses itu bukan untuk menjadi seperti yang orang lain harapkan. Sukses tak harus punya profesi yang diaku oleh semua orang. Orang sukses tak melulu harus bekerja di kantor dengan pakaian necis dan bersepatu mengilap. Sukses juga tidak bisa dikaitkan dengan punya mobil mewah atau rumah gedongan. Faktanya, tak sedikit orang kaya yang sibuk mencari kebahagiaan hingga lupa kalau mereka adalah orang kaya yang bisa mendapatkan segalanya.

Kesimpulannya, sukses itu ketika kita bisa merasa bahagia dengan hidup kita. Ketika kita senang dengan apa yang kita lakukan. Dan ketika kita benar-benar bisa menjadi diri sendiri. Saat bisa bekerja dengan sepenuh hati, tanpa peduli bagaimana orang lain berpresepsi. Ketika gaji tak menjadi satu-satunya motivasi utama, karena dalam bekerja kita mampu merasakan kesenangan. Sukses itu kepuasan batin. Ketika kita bisa merasa kalau hidup ini indah, itu adalah tanda kalau kita telah sukses.

0 comments:

Silakan tinggalkan komentar. Boleh kritik, saran atau apapun.. Jangan lupa untuk selalu menggunakan kata-kata yang santun. Terima kasih.