Manajemen PMR - Pelatihan Pembina PMR Madya Tahun 2015

10:14 PM Nur Mumtahana 0 Comments

Setelah mendapat Pengantar Pelatihan Pembina PMR Madya Kabupaten Tegal Tahun 2015, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi tentang Manajemen PMR yang disampaikan oleh Ibu Thamalia Haristiani, SH.I.


Sedikit review tentang materi yang beliau sampaikan pada kesempatan kali ini adalah sebagai berikut :

1. Pengertian PMR

PMR adalah satu organisasi dari Binaan Palang Merah Indonesia yang berpusat di sekolah-sekolah maupun kelompok masyarakat yang bertujuan membangun dan mengembangkan karakter kepalangmerahan agar siap menjadi relawan PMI masa depan.

2. Mengapa harus Palang Merah Remaja ?

Alasan yang mendasari tentang pembinaan bagi para remaja adalah di antaranya sebagai berikut :
  • Remaja merupakan prioritas pembinaan, baik dalam keanggotaan maupun dalam kegiatan kepalangmerahan
  • Remaja berperan penting dalam pengembangan kepalangmerahan
  • Remaja berperan penting dalam perencanaan, pelaksanaan kegiatan dan proses pengambilan keputusan untuk kegiatan PMI
  • Remaja adalah kader relawan
  • Remaja adalah calon pemimpin PMI masa depan
3. Ada beberapa tingkatan untuk PMR, di antaranya :
  • PMR Mura (tingkat SD)
  • PMR Madya (tingkat SMP)
  • PMR Wira (tingkat SMA)
Untuk PMR memang merupakan wadah bagi para anggota remaja PMI yang berstatus sebagai pelajar. Dan masih ada beberapa pengelompokan anggota PMI lainnya, yaitu :
  • KSR (Korps Suka Rela) : anggota suka rela PMI yang berusia antara 18 s.d 35 tahun. Untuk menjadi KSR, calon anggota akan mengikuti diklat selama 120 jam untuk mendapat pembekalan yang akan diimplementasikan saat turun ke lapangan dalam kegiatan kemanusiaan.
  • TSR (Tenaga Suka Rela) : anggota suka rela PMI yang sudah memiliki profesi. Sebagai contoh adalah guru. Sebagai seorang guru, di sekolah dapat menerapkan pengetahuan kepalangmerahannya dalam kegiatan belajar mengajar. Misalnya dengan menyusun program kebersihan lingkungan sekolah atau dengan membuat agenda kunjungan ke panti jompo.
4. Siklus PMR
  • Perekrutan. Ada beberapa teknik yang dapat dilakukan dalam perekrutan anggota. Misalnya : melalui kontak personal secara langsung, melalui media masa (majalah sekolah, brosur, dll), melalui surat, melalui teknologi modern, dengan melakukan presentasi, penyelenggaraan pameran, melakukan demo / praktek kepalangmerahan. Dan yang paling penting adalah untuk dapat mempromosikan PMR setiap saat. Ciptakan kesan yang baik pada setiap orang.
  • Pelatihan. Selain menyusun kurikulum, pembina juga diharapkan mampu menciptakan proses pelatihan yang tidak membuat anggota merasa jenuh. Beberapa proses pelatihan yang dianjurkan adalah dengan menerapkan cara belajar yang menyenangkan, belajar dari pengalaman, dan jaring laba-laba (kesinambungan materi).
  • Tribakti PMR. Tribakti PMR adalah suatu implementasi dari pelatihan yang telah diikuti oleh para anggota PMR, yaitu : 1. Meningkatkan keterampilan hidup sehat; 2. Berkarya dan berbakti pada masyarakat; 3. Mempererat persahabatan nasional dan internasional. Contoh implementasi tribakti adalah dengan kegiatan kebersihan dan kegiatan sosial lainnya.
  • Pengakuan dan Penghargaan. Pengakuan dan penghargaan dapat dilakukan melalui beragam cara. Misalnya adalah dengan mengapresiasi prestasi anggota dalam mengikuti lomba. Atau dengan penyematan pin pada anggota yang telah mengikuti uji kecakapan.
  • Pemantauan dan Evaluasi. Dalam pelaksanaan suatu kegiatan, perlu dilakukan pemantauan untuk dapat mengevaluasi guna meningkatkan kinerja dari program-program atau kegiatan yang telah dilaksanakan.
5. Hak dan Kewajiban Anggota PMR
  •  Hak anggota PMR : 1. Mendapatkan kartu tanda anggota; 2. Mendapatkan pembinaan; 3. Menyampaikan pendapat dalam forum; 4. Mendapatkan pengakuan
  • Kewajiban anggota PMR : 1. Membayar iuran keanggotaan; 2. Melaksanakan Tribakti; 3. Menjalankan dan membantu memperluas prinsip Palang Merah Indonesia; 4. Menjaga nama baik dan kehormatan PMI
6. Penyusunan kurikulum

Dalam penyusunan materi, ada beberapa hal yang dapat diperhatikan. Yaitu bahwa dari 7 materi, tidak semua diberikan pada tahun pertama. Pembagiannya dapat dikelompokkan sebagai berikut :

Untuk siswa kelas VII
  • Gerakan Kepalangmerahan (14 jam)
  • Pertolongan Pertama (14 jam)
  • Perawatan Keluarga (14 jam)
  • Kepemimpinan (14 jam)
 Untuk siswa kelas VIII
  • Kesiapsiagaan Bencana (10 jam)
  • Pendidikan Remaja Sebaya (16 jam)
  • Donor Darah Siswa (6 jam)
  • Tribakti 
Bahkan dalam penyusunan kurikulum, kami langsung diberi tugas untuk membuat bagan program kerja (pemberian materi) untuk siswa kelas VII dan kelas VIII selama satu tahun. 

Itu dia sekilas tentang materi tentang Manajemen PMR yang telah disampaikan oleh Ibu Thamalia Haristiani, SH.I pada pertemuan hari ini. Semoga dapat bermanfaat dan dapat diimplementasikan dalam kegiatan pembinaan PMR di sekolah.

0 comments:

Silakan tinggalkan komentar. Boleh kritik, saran atau apapun.. Jangan lupa untuk selalu menggunakan kata-kata yang santun. Terima kasih.