Mencuri Waktu

7:18 PM Nur Mumtahana 0 Comments

Sudah cukup lama tidak merasakan yang seperti ini. Terjebak dalam kebingungan. Aku mau berjalan. Tapi tak tahu mau berjalan ke mana. Aku mau berlayar, tapi tidak ada pulau untuk disinggahi. Aku mau terbang, tapi aku takut ketinggian. Aku di sini saja. Bingung.

Kalau saja ada kesempatan buat kita menjadi seperti kupu-kupu yang kemudian menjadi indah pada waktunya, kenapa waktu itu tak datang juga? Aku harus menunggu berapa lama lagi? Aku saja kadang masih sering terperangkap dalam jaring yang dirajut oleh para serdadu kecil. Kadang, aku memang tak berdaya. Tak punya daya.

Aku selalu merasa kalau 24 jam teramat singkat untuk merasakan kegembiraan. Tapi, 8 jam kesedihan kurasakan teramat panjang. Di antara 24 jam yang aku miliki, kuharap aku bisa hidup dengan normal. Seperti manusia pada umumnya yang tidur 8 jam sehari. Aku pun bekerja 8 setiap hari, walaupun terkadang justru lebih dari itu. Dan aku mau, 8 jam sisanya menjadi waktu untukku benar-benar menyiapkan diri.

Aku sadar, bahwa 8 jam tidurku akan terbayar kelak, saat pada akhirnya aku tidur panjang. 8 Jam waktu bekerjaku pun akan usai ketika aku memang harus melanjutkan tidurku. Dan aku mau, 8 jam sisa waktu yang aku miliki menjadi satu cara untukku merasakan kebahagiaan yang abadi.

Kadang, aku ingin mencuri waktu dari 8 jam tidurku atau dari 8 jam kerjaku. Aku ingin menambahkan secuil waktu untuk sisa 8 jam yang aku miliki. Biarpun kadang aku lalai, tapi setidaknya sekarang aku sedang ingat. Waktuku tak banyak untuk nanti dipertanggungjawabkan dalam kurun waktu yang tidak bisa dihitung.

Setidaknya, kadang hal itu membuatku merasa tenang. Di antara kesedihan dalam 8 jam yang kumiliki, aku bisa mencuri semua waktu tidurku dan 8 jam sisa waktuku untuk kelak membuatku bahagia di kehidupan yang sesungguhnya. Iya, aku tahu bahwa waktu yang kumiliki saat ini belum ada apa-apanya di bandingkan waktu yang ada di depan sana. Kesediha dan kesusahanku saat ini pun tak semestinya menjadi sebab terpuruknya hati, yang kemudian menjadi kian jauh dari jalan semestinya akan mengantarkan pada tempat yang lebih baik.



0 comments:

Silakan tinggalkan komentar. Boleh kritik, saran atau apapun.. Jangan lupa untuk selalu menggunakan kata-kata yang santun. Terima kasih.