Pengantar Pelatihan Pembina PMR Madya Tahun 2015

9:15 PM Nur Mumtahana 0 Comments

Alhamdulillah, saya mendapatkan kesempatan untuk mengikuti Pelatihan Pembina PMR Madya Tahun 2015 yang diselenggarakan mulai tanggal 23 s.d 26 November 2015. Terus terang, sebenarnya ini adalah kali pertama bagi saya mendapatkan pelatihan semacam ini. Itu pun karena saya mendapat tugas tambahan dari sekolah sebagai pembina di ekstrakurikuler tersebut.


Pengetahuan saya tentang kepalangmerahan pun belum seberapa. Bahkan bisa diibaratkan tidak sampai semata kaki. Karena sejak sekolah dulu saya memang tidak menggeluti bidang tersebut. Saat SMP saya lebih fokus ke Pramuka, dan saat SMK saya mengambil ekstrakurikuler Paskibra. Dan amanat dari kepala sekolah sebagai pembina PMR adalah satu pengalaman baru bagi saya. Jadi ketika saya ditunjuk untuk mengikuti pelatihan ini, jujur, batin saya merasa campur aduk. Antara takut, bingung dan senang juga. Karena saya pikir, sebagai seorang pembina saya juga harus memiliki pengetahuan terhadap ekstrakurikuler yang akan dibina nantinya.

Markas PMI Kabupaten Tegal
Berlokasi di Markas PMI Kabupaten Tegal, tepat pukul 07.30 semua peserta melakukan registrasi dan memasuki ruangan di gedung PMI yang baru selesai pembangunannya beberapa waktu lalu. Tepat pukul 08.30 kegiatan dimulai dengan perkenalan peserta. Setelahnya disusul dengan pengukuran kemampuan sikap dan keterampilan atau yang disebut KAP (Knowledge, Attitude and Practice). Pengukuran KAP sendiri dilakukan dengan cara menempelkan label bertuliskan nama kita pada sebuah gambar pohon. Peserta diminta untuk menempelkan label tersebut sesuai dengan tingkat KAP masing-masing. Untuk saya sendiri menempelkan label pengukur KAP pada tingkat paling bawah. Karena saya memang masih sangat awam dalam bidang kepalangmerahan.

Bagan Pengukur KAP (Knowledge, Attitude, Practice)

Usai mengukur KAP, masing-masing peserta diminta untuk menuliskan dua harapan. Harapan yang pertama adalah yang berkenaan dengan materi, dan harapan yang kedua ditujukan untuk penyelenggaraan pelatihan itu sendiri. Harapan-harapan yang ditulis pada label kembali ditempel pada tempat yang sudah disediakan, kemudian dibacakan oleh perwakilan peserta. Itu adalah sekilas tentang pembukaan pada acara Pelatihan Pembina PMR Madya Tahun 2015 ini.

Harapan-harapan para peserta pelatihan
Sebelum melanjutkan ke materi berikutnya, pukul 10.00 para peserta dipersilakan untuk coffee break sejenak. Dalam Markas PMI Kabupaten Tegal terdapat satu ruangan yang cukup serbaguna. Awalnya saya mengira kalau tempat yang terdiri atas meja-meja dengan dikelilingi beberapa kursi adalah tempat pelatihan akan dilaksanakan. Ternyata itu adalah tempat untuk istirahat.

Acara berikutnya dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Ibu Thamalia Haristiani, SH.I. Ada dua materi yang beliau sampaikan, yaitu : Pengantar Pelatihan dan Manajemen PMR.

Dalam materi Pengantar Pelatihan, beliau menyampaikan sedikit ulasan tentang apa-apa yang akan disampaikan pada kegiatan Pelatihan Pembina PMR Madya tahun ini. Secara singkat, dalam empat hari ke depan ada agenda-agenda yang harus diikuti oleh peserta pelatihan, di antaranya :
  1. Setiap hari akan diadakan review materi yang telah disampaikan pada hari sebelumnya.
  2. Akan diadakan evaluasi harian meliputi : evaluasi kepanitiaan, materi dan fasilitator
  3. Akan ada pembagian kelompok spesialisasi berdasarkan hasil pretest. Kelompok dibagi menjadi 3, yaitu : 1. Pertolongan Pertama dan Kesehatan Keluarga (PP & PK); 2. Antsisipasi dan Kesiapsiagaan Bencana (ASB) & Donor Darah; 3. Pendidikan Remaja Sebaya (PRS) & Kepemimpinan.
  4. Di hari ketiga akan ada kegiatan outbond yang dirancang oleh kelompok 3 (Kepemimpinan).
  5. Postest diberikan berdasarkan materi spesialisasi
  6. Pada hari keempat akan diadakan micro teaching perorangan sesuai dengan materi spesialisasi dalam pembagian kelompok
Dalam pelatihan tersebut, ternyata pihak PMI telah menetapkan adanya SMK (Standar Minimal Kelulusan) atau yang sering kita kenal dengan KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). Jadi bagi peserta yang belum dapat memenuhi standar minimal kelulusan diharuskan untuk mengikuti remidi.

Untuk menentukan SMK tidak serta merta melalui kesepakatan peserta dan pemateri seperti pengalaman yang sudah-sudah. Kali ini ada 3 komponen yang akan menentukan Standar Minimal Kelulusan, yaitu :
  1. Nilai input (Latar belakang pendidikan, pelatihan yang sudah pernah diikuti dan pretest)
  2. Nilai kompleksitas (Tingkat kesulitan materi yang akan diberikan dalam pelatihan)
  3. Nilai pendukung (Fasilitas tempat pelatihan, alat peraga, modul, kurikulum, pelatih, kondisi tempat pelatihan, dll)
Itulah sekilas tentang Pengantar Pelatihan Pembina PMR Madya Tahun 2015. Setelahnya makan siang, materi lanjutkan dengan Manajemen PMR yang juga disampaikan oleh Ibu Thamalia Haristiani, SH.I.

0 comments:

Silakan tinggalkan komentar. Boleh kritik, saran atau apapun.. Jangan lupa untuk selalu menggunakan kata-kata yang santun. Terima kasih.