Aku Sekarang ...

6:18 PM Nur Mumtahana 0 Comments

Aku tidak pernah bisa menulis tanpa kopi ada di dekatku. Entah mengapa. Tapi yang kurasakan, saat ada aroma kopi tercium, rasanya ada hal yang mendadak menyerbu isi kepalaku. Ribuan ide-ide cemerlang hinggap begitu saja tanpa permisi, sampai aku bingung harus menulis yang mana dulu. Tapi, sejak saat itu, sejak perutku tak bisa diajak berkompromi, aku mulai berhenti meminum kopi. Dan itu artinya aku juga mulai berhenti menulis.

Selain karena kopi yang begitu jauh dariku, kini semua aktivitas di 'dunia lain' yang menghabiskan sebagian (atau bahkan hampir keseluruhan) waktuku, seolah-olah perlahan membekukan salah satu sisi di dalam otak kiriku. Hingga akhirnya tak pernah satu katapun tertulis setelah berjam-jam duduk di depan monitor. 

Menggambar, mewarnai, membuat kerajinan, fotografi, desain grafis juga mendadak lenyap dari duniaku. Rasanya, seperti ada jiwa lain yang mengisi diriku. Aku merasa menjadi orang lain yang hidup di dunia lain. Aku rindu diriku yang dulu, aku dengan duniaku yang tak pernah mengenal kata jenuh. Dunia yang selalu dipenuhi banyak warna-warni atau bentuk abstrak yang selalu mampu kuekspresikan. 

Aku jadi nampak mengabur. Langkahku seperti bukan aku. Dan keramahanku mendadak hilang. Mudah marah, mudah panik dan tak sabaran. Yang seperti itu kadang membuatku ingin lari ke masa lalu. Mencoba mengingat bagaimana aku menjalani hari-hari yang dulu.

Kadang aku bingung. Harus bagaimana untuk memulai sebuah langkah. Haruskah berjalan perlahan atau berlari kencang? Semua pertanyaan-pertanyaan mendadak timbul ketika aku hendak bersikap. Padahal, dulu semua mengalir begitu saja. Jadi, apa yang salah dengan diriku?

Keanehan keanehan itu makin menjadi. Biasanya, membereskan kamar adalah hal yang sangat senang aku lakukan. Rasanya ada kebahagiaan tersendiri saat melihat kamar yang awalnya seperti kapal pencah berubah jadi bersih dan wangi. Bahkan dulu tak jarang aku merubah tatanan kamar. Menggeser tempat tidur, meja, kursi dan lemari. Berusaha membuat agar kamarku menjadi seperti apa yang aku inginkan. Merubahnya menjadi istana kecil di dalam rumah, dan aku adalah ratunya. 

Bagaimana dengan sekarang?

Jangan kaget bila melihat kamarku yang nampak kacau. Baju berserakan dimana-mana. Cucian kotor sekeranjang penuh. Buku, kertas bertebaran. Kalian dijamin pusing melihat kondisi kamarku saat ini. Memalukan memang. Tapi aku tak bisa mengelak. Bahkan secuil waktu untuk membuat kamarku jadi tempat yang nyaman saja aku kesulitan. Lalu bagaimana aku akan membuat orang lain senang?

Satu-satunya alasan mengapa aku merubah tatanan kamar dan menggeser tempat tidur adalah karena aku sering tak nyenyak tidur. Bangun di malam hari dengan perasaan tak karuan. Jadi kupikir aku mulai jenuh dengan suasana di sekitarku.

Kalau boleh, aku ingin mendapat kesempatan. Setidaknya untuk beristirahat dari segala hal yang membingungkan ini. Aku ingin menemukan diriku kembali. Menemukan duniaku yang hilang. Setidaknya, aku bisa menjalankan dua duniaku bersamaan. Ketika aku lelah dengan segala aktivitas dan pekerjaan, aku bisa menemukan semangat baru di duniaku (yang sebenarnya).

Aku ingin menyeimbangkan keduanya. Walaupun nampak sulit. Tapi aku akan mencoba memulainya sekarang. Siapa tahu, duniaku yang pergi juga ingin kembali. Beradu dalam pemikiran-pemikiran rumit yang menyenangkan.

0 comments:

Silakan tinggalkan komentar. Boleh kritik, saran atau apapun.. Jangan lupa untuk selalu menggunakan kata-kata yang santun. Terima kasih.