Ayo Sulap Kamar Kost Kamu Jadi Istana Mungil Yang Indah

2:24 PM nmhana 0 Comments

Source : Pinterest
Ulalaaaa... Sekarang saya sudah jadi anak kost beneran. Kalau selama tinggal di Jogja kurang lebih 2,5 tahun saya tinggal ngontrak rumah bersama teman-teman, tiba juga saatnya untuk hidup sendiri. Ada beberapa perbedaan yang saya rasakan. Selain dengan sedikitnya ruang gerak (karena hanya bisa mondar-mandir di kamar), sekarang kalau pulang kerja sudah tidak ada lagi yang diajak ngobrol karena sekarang cuma sendiri. But it's okay. Buat saya ini saatnya untuk benar-benar belajar mandiri. Walaupun kadang saya sedikit ngeri kalau misal bangun kesiangan karena tidak ada yang membangunkan (karena saya tipikal orang yang kalau kecapekan trus tidurnya kaya kebo), atau kalau nanti tiba-tiba saya sakit dan tidak ada yang membantu saya (biasanya ada yang bantuin saya kerokan tiap masuk angin). Ya, begitulah kurang lebih perbedaannya. Tapi dengan hanya tinggal di satu ruang yang tidak terlalu besar, saya akan punya waktu luang lebih banyak karena biasanya saat bersih-bersih ada banyak ruangan yang harus diurus.

Nah, kira-kira apa saja ya yang bisa kita lakukan supaya kamar kost yang sempit bisa selalu rapih, bersih dan wangi? (kaya baju aja). Yuk coba tips-tips berikut ini :D

1. Jangan Menyimpan Terlalu Banyak Barang

Source : Pinterest
Hai para anak kost. Janganlah kalian tergoda beli barang ini-itu, beli baju ini-itu, beli sepatu ini-itu. Selain akan menguras tabungan, membeli banyak barang yang belum tentu bermanfaat hanya akan menambah sumpek kamar kostmu yang mungil. Cobalah untuk memperhitungkan kemanfaatan dari setiap barang yang ada dalam kamar kostmu. Jangan sampai kamu tergoda membeli banyak barang namun hanya dipakai sekali kemudian tergeletak begitu saja. Akan makin banyak barang tak bermanfaat di dalam ruanganmu, dan tentu saja hal itu akan mengganggu keindahan serta kenyamanan kamar.

2. Gunakan Properti Portable Multifungsi


Source : Pinterest
Jangan sepelekan pemilihan setiap perlengkapan/properti yang akan memenuhi kamar kost kalian. Memakai properti portable adalah salah satu pilihan certas. Kenapa? Tentu saja karena properti portable biasanya memiliki ukuran yang minimalis, mudah dipindahkan, dan mudah dibongkar pasang. Hal tersebut akan sangat membantu saat kita hendak pindah kost-kostan. Dengan ukuran yang tidak terlalu memakan tempat, properti portable juga sangat khas dengan kapasitas penyimpanan yang tidak diragukan lagi. Kalau sekiranya lemari pakaian akan memakan banyak tempat, cobalah untuk memakai gantungan baju portable. Sebagai tambahkan kita bisa menggunakan storage/box sehingga kamar akan jauh dari kesan berantakan karena semua barang sudah terorganize rapih di dalam box sesuai kategori barang. Rak portable dengan desain susun vertikal juga bisa menjadi opsi untuk menyimpan buku atau pernak-pernik lainnya tanpa memakan banyak tempat.

3. Hindari Menjemur Pakaian di Dalam Kamar

Source : Pinterest
Seperti yang kita tahu, tidak semua kost memiliki ruang yang cukup untuk menjemur pakaian. Alhasil kadang kita harus menjemur pakaian di dalam kamar kost. Kalau ini sebaiknya jadi pertimbangan saat awal mencari kost. Selain pakaian tidak kering maksimal, menjemur di dalam kamar kost juga akan membuat udara di dalam kamar menjadi lembab. Aroma tak sedap pun akan sangat mengganggu. So, jangan sepelekan untuk urusan cucian yaa.

4. Pentingnya Kebersihan Kamar Mandi

Source : Pinterest
Saat memilih kost biasanya ada dua opsi kamar mandi, yaitu kamar mandi dalam dan kamar mandi luar. Kalau kalian adalah orang yang sangat mengutamakan kenyamanan dan privasi, tentu saja kamar mandi dalam adalah pilihan yang oke. Tapi kalau kalian mencari kost dengan budget yang lebih terjangkau, tidak salah juga memilih kost dengan kamar mandi luar. Kalau kalian memilih kamar mandi luar, pastikan ada jadwal petugas bersih-bersih kamar mandi. Karena kalau hanya mengandalkan satu sama lain pasti kegiatan bersih-bersih hanyalah wacana. Hal itu bisa jadi bencana karena kamar mandi yang kurang terawat bisa jadi sarang penyakit. 

Biasanya ada kamar mandi yang menyediakan bak mandi permanen dan ada juga yang hanya memakai ember. Kalau saya pribadi sebenarnya lebih suka kamar mandi tanpa bak air permanen. Kenapa? Tentu karena akan lebih mudah untuk membersihkan kamar mandi. Tak perlu susah-susah menguras bak mandi, dan tentu saja kamar mandi akan terasa lebih luas. Walaupun tetap saja ada sisi negatifnya karena tanpa bak mandi, kita tidak bisa menampung air dengan kapasitas banyak.

5. Gunakan Tempat Sampah Mungil

Source : Pinterest
Pengaruh terhadap psikologi terhadap seseorang tidak cuma berlaku pada keranjang belanjaan. Ingat kan kalau ternyata ukurang keranjang belanja di swalayan sangat memberikan pengaruh kepada seseorang saat berbelanja? Makin besar ukuran keranjangnya, maka akan makin banyak barang yang terbeli. Begitu juga dengan tempat sampah. Semakin besar tempat sampahmu, maka akan semakin banyak sampah yang kamu timbun.

Itu adalah alasan mengapa menggunakan tempat sampah kecil menjadi solusi supaya menghindarkanmu dari kebiasaan buruk menimbun sampah. Dengan ukuran yang lebih kecil dan kapasitas yang lebih sedikit, itu akan sedikit memaksamu untuk membuang sampah setiap hari. Tidak percaya? Bagaimana kalau segera kita coba.

6. Buat Indah Kamarmu Dengan Tanaman

Source : Pinterest
Tidak salah juga untuk menempatkan beberapa pot tanaman kecil untuk membuat suasana dalam kamarmu semakin sejuk. Kaktus atau monstera kecil dan tanaman dedaunan lain bisa ditempatkan di sudut ruangan atau di atas rak ambalan yang tertempel di dinding. Dijami warna hijau tersebut akan membuat moodmu oke dan anti stress.

Kost sweet kost. Begitulah. Kost memang merupakah rumah kedua, dan jadi tempat istirahat buat kita dari aktivitas yang melelahkan seharian. Jadi sangat dianjurkan buat kita bisa menciptakan suasana yang mendukung supaya kita bisa jadi anak kost yang lebih produktif. Setuju?

0 comments:

Silakan tinggalkan komentar. Boleh kritik, saran atau apapun.. Jangan lupa untuk selalu menggunakan kata-kata yang santun. Terima kasih.

Hindari Melakukan Hal Ini Saat Berkedara

5:09 PM nmhana 1 Comments

Sumber : Marisa Febrilian

Bisa sangat terasa saat ini, volume kendaraan meningkat drastis, terutama di kota-kota besar. Kemacetan dimana-mana dan yang pasti semakin banyak juga angka kecelakaan lalu lintas. Di balik musibah yang menimpa para pengguna jalan, ternyata ada beberapa faktor penyebab yang terkadang kita abaikan. Kira-kira apa saja hal yang perlu kita hindari saat berkendara di jalan umum agar tidak merugikan pengguna jalan lain? Yuk kita simak bersama.

1. Lampu Isyarat

Sumber : http://clipartix.com/motorcycle-clipart-image-8593/

Jangan pernah mengabaikan hal yang satu ini. Tidak sedikit kecelakaan fatal yang disebabkan oleh kekeliruan dalam menggunakan lampu isyarat kendaraan. Beberapa orang sering melamun saat berkendara, sehingga lupa untuk bersiap-siap menyalakan lampu isyarat saat akan berbelok atau menepi. Alhasil ketika lampu isyarat dinyalakan secara mendadak akan membuat pengguna jalan di sekitarnya merasa terkejut. Efek kejut tersebut bisa menimbulkan bahaya di jalan. Rem mendadak bagi pengguna jalan lain adalah satu-satunya pilihan. Tapi tahu apa yang terjadi? Bisa saja pengendara di belakangnya tidak sigap untuk mengimbangi pengendara di depannya. Akan sangat mungkin terjadi kecelakaan beruntun akibat kelalaian menggunakan lampu isyarat.

Ada yang lebih mengesalkan ketimbang lupa menyalakan lampu isyarat, yaitu ketika seseorang menyalakan lampu ke kanan ternyata belok ke kiri. Atau bahkan orang yang sebelumnya telah menyalakan lampu isyarat dan lupa mematikannya. Terlihat sepele, tapi tetap saja hal tersebut dapat berpotensi menimbulkan bahaya di jalanan.

2. Mengoperasikan Ponsel

Sumber : https://www.deccanherald.com/

Seharusnya memang ada himbauan keras bahwa pengemudi kendaraan dilarang mengoperasikan ponsel di jalan. Walaupun terkadang memang ada beberapa alasan yang menyebabkan seseorang harus menatap layar ponselnya sembari mengemudi. Contohnya, membaca pesan yang sifatnya darurat atau membaca rute google maps. Tapi tetap saja hal tersebut tidak dianjurkan. Akan lebih baik kalau pengemudi menepi terlebih dahulu apabila hendak mengoperasikan ponselnya, pun ketika menggunakan maps. Membagi pandangan saat berkendara di jalan memang kurang baik. Tak jarang ketika kita melihat ke kaca spion barang sedetik saja ada kemungkinan hal tak terduga terjadi, apalagi ketika kita lama melihat layar ponsel dan mengabaikan apa yang ada di jalan.

3. Merokok

Sumber : https://macgyverisms.wonderhowto.com/

Hanya ada satu pertanyaan yang melintas ketika melihat seorang pengguna jalan yang merokok sambil berkendara, "Apa dia tidak pernah tahu bagaimana rasanya abu putung rokok masuk ke dalam mata?". Ini adalah hal yang paling menjengkelkan. Pasalnya tidak jarang orang yang merokok sambil berkendara membuang abu atau bahkan putung rokoknya sembarangan tanpa peduli bahwa di sekitar mereka ada orang lain. Merokok sambil berkendara dapat membuat abunya berterbangan dan sangat mungkin mengganggu pandangan pengemudi yang lain (khususnya pengemudi motor). Tahu apa yang lebih parah? Tidak sedikit juga orang yang membuang putung rokok yang masih menyala begitu saja. Mungkin tidak pernah terlintas dalam pikirannya kalau putung rokok yang masih menyala itu akan membahayakan pengguna jalan lain. Jadi bagi teman-teman yang kadang merokok sambil berkendara, cobalah untuk menjadi lebih bijak demi kenyamanan bersama.

4. Membuang Sampah / Meludah

Sumber : http://lingkungan.lovelybogor.com/

Saat tidak sedang berkendara saja kita harus membuat sampah pada tempatnya, apalagi saat berkendara? Membuang sampah atau meludah sembarangan juga sebaiknya tidak dilakukan saat berkendara. Selain mengotori jalanan, hal tersebut juga dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengguna jalan yang lain. Bayangkan kalau ada seseorang yang membuang sampah, atau bahkan meludah ketika sedang berkendara dan mengenai pengendara yang lain. Bayangkan kalau itu terjadi pada teman-teman. Jadi cobalah untuk menahan sebentar. Simpan dulu sampahmu, kemudian buanglah di tempat yang sudah disediakan.

5. Menggunakan Earphone

Sumber : http://www.slate.com/

Tidak ada yang salah sebenarnya menggunakan earphone saat berkendara. Tapi kalau teman-teman menggunakan earphone untuk mendengarkan musik selama perjalanan, pastikan agar volumenya tidak terlalu keras agar tetap dapat mendengar suara di sekeliling. Suara yang kita dengan dapat memberikan gambaran situasi saat itu. Seperti isyarat klakson yang kadang memperingatkan kita saat sedang berkendara. Bahkan bisa menyelamatkan kita saat ada bahaya yang mengancam di jalan. Ya, karena memang klakson adalah satu-satunya isyarat suara yang dapat membantu kita selama berkendara di jalanan.


Itu dia beberapa hal yang sebaiknya kita hindari saat berkendara di jalanan umum. Selain demi keselamatan diri sendiri, hal tersebut juga dapat memberikan keselamatan bagi banyak orang. Dan yang pasti keadaan akan menjadi lebih kondusif tanpa menimbulkan kerugian serta bahaya bagi orang lain.

Selamat berkendara, safety first!

1 comments:

Silakan tinggalkan komentar. Boleh kritik, saran atau apapun.. Jangan lupa untuk selalu menggunakan kata-kata yang santun. Terima kasih.

Pendidkan, Karir atau Keluarga ???

7:58 PM nmhana 0 Comments



Wah wah, kok judulnya agak berat ya? Padahal biasanya kita banyak bicara soal film, travelling, tips-tips dan sesuatu yang sifatnya hiburan saja. Mungkin karena selama ini kita banyak bercanda dan kurang serius. Apa? Serius? Yakin sudah siap melangkah  ke jenjang yang lebih serius?

Di malam minggu yang dingin ini (bukan karena sendirian, tapi karena efek tiupan angin dari Australia yang sedang musim dingin) tiba-tiba rasanya ingin membicarakan tentang sesuatu yang  terdengar agak serius. Tapi semoga saja apa yang saya tulis malam ini tidak membuat kalian mual-mual. Kalau mulai terasa gejala mual dan pusing, segera tutup halaman ini dan pergilah ke dapur. Masak mie instan atau telur dadar pasti akan membuat keadaan membaik. #abaikan bagian yang ini.

Bicara tentang pendidikan, karir dan keluarga, itu artinya kita bicara tentang fase kehidupan. Banyak orang yang akan kesulitan memilih di antara tiga hal tersebut. Mayoritas akan menjawab, "Semuanya penting.". Kalau saya ditanya, jawabannya juga sama. Semua memang penting. Tapi kalau kalian hanya punya satu pilihan, kalian akan memilih apa?


Oke. Dari mana kita akan memulainya? Mungkin kita mulai dengan satu pertanyaan sederhana. "Berapa usia kita saat ini?". Eiiitsss! Tahan emosi dulu. Kalau kita bicara soal usia, jangan pernah merasa marah, tersinggung, apalagi minder. Karena hakikatnya usia yang kita miliki adalah satu nikmat yang patut disyukuri. Apabila dalam satu waktu kita merasa marah, kesal, tersinggung, atau bahkan minder saat ditanya tentang usia, ingatlah kembali bahwa usia itu relatif, tidak menjamin apapun. Cobalah untuk merubah pola pikir. Jangan hanya menilai sesuatu dari sisi kuantitas, tapi kualitas. Kenapa? Karena usia yang bertambah belum tentu menjamin kualitas diri seseorang. Menua itu pasti, tapi menjadi dewasa, belum tentu. Jadi, daripada merasa kesal hanya karena membahas tentang usia, akan lebih baik kalau kita mulai membuka diri, membuka pikiran. Melihat sesuatu dari perspektif yang berbeda, membuka cara pandang yang luas dalam menilai keadaan.

Apabila ditanya mana yang penting di antara pendidikan, karir dan keluarga? Coba tengok ke pertanyaan sebelumnya. "Berapa usiamu?". Kalau kita bicara tentang usia, itu artinya kita bicara tentang fase kehidupan, tentulah kita mulai dari sesuatu yang kecil. Dimulai sejak usia muda kita. Usia kanak-kanak. Seorang anak bilamana mendapat pertanyaan semacam ini, mereka akan menjawab tanpa harus berpusing-pusing memikirkan banyak pertimbangan. Jadi bila mendapat pertanyaan "Pilih pendidikan, karir, atau keluarga?" Jawablah pendidikan. Karena pendidikan adalah titik dimana kita bisa memulai membentuk diri. Percayalah, belajar membaca, menulis dan berhitung adalah sesuatu yang teramat penting yang akan menjadi dasar bagi seseorang belajar tentang ilmu kehidupan. Tapi ingat. Pendidikan tak melulu tentang belajar berhitung dan menulis. Karena disamping pendidikan akademis, pendidikan spiritual juga menjadi hal utama yang tidak boleh terlewatkan. Keseimbangan antara pendidikan akademis dan spiritual akan membentuk kepribadian yang senantiasa berpikir dan bersikap positif. Dari pribadi selalu bersikap dan berfikir positif akan mampu menebar kebaikan bagi orang-orang dan lingkungan di sekitarnya.

Pendidikan, karir dan keluarga memiliki keterikatan yang kuat. Apabila usai mengenyam pendidikan, maka pertanyaan ini akan menjadi lebih mudah. Lulus sekolah, sudah. Beruntung kalau bisa lulus dengan nilai baik. Mau apa lagi? Saatnya mengaplikasikan semua yang telah dipelajari ke dalam ruang lingkup berbeda. Walaupun faktanya profesi dan pendidikan yang dienyam tidak selalu berkaitan. Banyak sarjana pendidikan yang menjadi seorang wirausahawan. Banyak juga orang sekolah otomotif yang bekerja di kantor keuangan. Itu baru segelintir contoh, realitasnya ada banyak sekali ketidaksesuaian antara pendidikan yang dienyam dengan pekerjaan yang dilakoni. Tapi tidak salah juga, karena hidup itu memang penuh kejutan.

Usia 20an adalah usia produktif dimana seseorang sedang semangat-semangatnya mencoba hal-hal baru, bertemu dengan banyak orang, menjalani rutinitas penuh tantangan, dan merasakan bagaimana belajar hidup mandiri. Bahkan tak sedikit orang yang memutuskan untuk merantau untuk memulai karirnya, walaupun sebagian lagi memilih untuk tetap tinggal di kota kelahiran. Bagi para perantauan,  akan semakin terasa bagaimana memulai hidup dengan bertumpu pada kaki sendiri. Pada fase ini biasanya seseorang akan mulai menemui jati dirinya, mengenal diri lebih dalam dan mantap menentukan arah langkah untuk kehidupannya yang lebih baik. 

Setelah pendidikan dan karir. Apa lagi? Bisa ditebak?

Saya harap kalian tidak akan kecewa, karena setelah ini pertanyaan pendidikan, karir atau keluarga akan menjadi sesuatu yang tidak mudah. Baik, anggaplah teman-teman telah menyelesaikan pendidikan. Kita persempit pertanyaannya. Karir atau keluarga?

Coba kita buat gambaran bersama. Kita sudah bekerja, dan akhirnya menemukan cinta sejati, kemudian menikah.... #ciieee

Pertanyaan ini tidak akan menjadi terlalu rumit bagi seorang laki-laki. Karena seorang laki-laki apabila sudah berkeluarga tetap wajib untuk menafkahi keluarganya. Bagaima caranya? Dengan bekerja tentu saja.  Tapi beda lagi kalau kalian adalah para wanita, apalagi seorang wanita yang sudah meniti karir sejak usia muda. Setelah menikah, inginkah tetap menjadi seorang wanita karir? Atau memilih resend dari pekerjaan dan fokus pada keluarga baru?

Memilih antara karir dan keluarga seringkali menjadi dilema bagi para wanita yang baru menjalani kehidupan baru. Tak sedikit kita lihat bersama bahwa hal sepele seperti ini menjadi pokok utama permasalahan kehidupan rumah tangga di era milenial. Sebenarnya kalau jam kerja seorang wanita lebih konsisten, seperti misalnya berangkat pagi pulang sore, akhir pekan libur, itu tidak masalah. Sayangnya, keadaan seringkali memaksa seseorang untuk lembur sampai malam bahkan di akhir pekan, yang menyebabkan kurangnya waktu bersama keluarga. Padahal kodratnya seorang istri adalah untuk mendampingi, membantu suami untuk dapat mengurus semua kebutuhan hariannya.

Setelah mendapat gambaran di atas, bagaimana, masih bingung memilih antara karir dan keluarga? Sebenarnya hanya ada satu cara untuk menemukan jawabannya. Yaitu berkomitmenlah. Buat kesepakatan dengan pasangan hidupmu. Apabila memang sulit untuk meninggalkan karir yang telah susah payah dibangun, coba ajak diskusi pasanganmu. Segala sesuatu selalu memiliki sisi baik dan buruk.  Begitu juga dengan seorang istri yang berprofesi sebagai wanita karir. Bisa saja di satu sisi istri membantu suami dalam memenuhi ketubuhan hidup keluarga. Tapi pada sisi lain mungkin akan ada waktu yang tersita, dimana seharusnya istri selalu ada untuk mengurus keluarga.

Jadi, coba tanyakan kembali pada diri sendiri. Tanyakan pada lubuk hati yang paling dalam. Coba tanyakan, apa tujuan hidupmu saat ini, yang sesungguhnya? Karena pertanyaan ini akan membuatmu menemukan jawaban terbaik.

0 comments:

Silakan tinggalkan komentar. Boleh kritik, saran atau apapun.. Jangan lupa untuk selalu menggunakan kata-kata yang santun. Terima kasih.

Rekomendasi Cafe di Jogja

6:15 PM nmhana 0 Comments




Jogja, kota pelajar, kota budaya, kota gudeg dan masih banyak lagi julukan yang diberikan kepada kota tersebut. Siapa yang menyangka kalau saya akan tinggal di Jogja sekarang. Antara senang dan galau sebenarnya. Kenapa senang? Kenapa galau? Yang pasti saya senang karena pada akhirnya seorang Hana yang anak rumahan bisa berkelana keluar dari kota kelahirannya. Mungkin waktu itu Allah bilang, "Sekarang sudah saatnya kamu keluar. Mencari sesuatu yang berbeda. Biar kamu bisa merasakan bagaimana hidup jauh dari orang tua. Biar kamu merasakan bagaimana harus mengurus semua kebutuhan hidup sendiri. Supaya kamu tahu betapa berartinya orang-orang yang saat ini tinggal jauh darimu. Dan yang pasti ucapan-ucapanmu yang selalu bilang ingin tahu rasanya mudik menjelang lebaran."

Oh Allah, Kau memang Mahabaik. Kau kabulkan kata-kataku yang tanpa kusadari pun menjadi do'a yang kini Kau ijabah. Alhamdulillah.

Itu hanya prolog. Kembali lagi ke judul.

Ternyata Jogja itu bukan cuma kota pelajar, buka cuma kota budaya. Di sini juga ada banyak hal-hal unik yang mestinya jadi julukan lain dari kota Jogja.

Dari sekian tahun (weiiitsss kaya udah puluhan tahun aja) tinggal di Jogja, akhir-akhir ini lagi sering banget jalan-jalan, menghafalkan jalanan Jogja yang (terus terang) sulit untuk dipahami. Seperti hatinya. Ciiiieeee...

Dan dari jalan-jalan tanpa tujuan itu jadi sering nemu tempat-tempat yang asik buat nongkoron (sebut saja cafe). Dari beberapa kafe yang pernah saya kunjungi, ayo coba kita ulas satu-satu. Siapa tahu besok-besok kalian mau main ke Jogja bolehlah cobain datang ke salah satu tempat ini.

1. SILOL Cafe and Eatery

Lokasinya ada di Jl. Suroto, Kotabaru, Gondokusuman, Yogyakarta. Sebenarnya kafe ini hadir belum lama, dibandingkan dengan ratusan kafe lain yang ada di Jogja. Tapi tiba-tiba.... BOOOMMMM! Mendadak kafe ini jadi idola semua kalangan, apalagi untuk para pecinta motor antik. Karena ketika kita masuk ke dalam kafe tersebut, kita akan mendapati deretan motor gede yang dipajang rapi dalam ruangan bersekat kaca. Ada juga mobil VW dan motor vespa yang bisa kita coba naiki dan menjadi spot foto. Selain itu, tempat yang luas memungkinkan bagi kita untuk melakukan satu even di cafe tersebut. Kafe tersebut tersusun atas 3 lantai yang dijamin bisa menampung orang-orang satu desa.

2. EKOLOGI

Tidak akan menyesal datang ke tempat ini. Tak cuma dimanjakan oleh aneka minuman yang disediakan, kafe yang ini adalah yang paling saya sukai karena arsitekturnya 'saya banget'. Rasanya sejuk sekali saat masuk ke dalam kafe ini. Bukan hanya sejuk karena pendingin ruangannya, tapi karena di tiap-tiap meja dan sudut ruangan ada tanaman-tanaman di dalam pot yang bikin moodmu oke.

Atau untuk kalian yang ingin langsuh bersentuhan dengan udara segar, coba untuk menikmati sisi outdoor kafe tersebut. Kalian akan menemukan dinding-dinding yang dihiasi tanaman merambat, rumput hijau, pohon rindang dan gemercik air mancur. Bayangkan betapa sejuknya tempat itu. 

Tapi sedikit saran, untuk teman-teman yang menghidari asap rokok lebih baik pilih tempat yang indoor saja. Karena yang outdoor memang dikhususkan untuk smoking area. 

Oh ya! Kafe ini juga menyediakan workspace yang berada di lantai dua. Kalau kalian ingin mencari suasana yang lebih nyaman untuk mengerjakan tugas kantor atau kuliah, cocok sekali tempat yang satu itu. Apalagi dengan dilengkapi wifi berkecepatan super, mencapai 100 Mbps. Kurang apalagi coba?

3. GYA CAFE

Ini adalah salah satu cafe favorit saya. Kenapa? Karena cafe ini berlokasi dekat dengan sebuah masjid di wilayah Demangan. Tepatnya ada di samping gedung RRI. Jadi tidak perlu khawatir kalau waktu sholat tiba.

Bisa dibilang ini adalah cafe yang paling sering saya kunjungi. Kenapa? Karena selalu ada promo setiap hari. Apabila teman-teman datang di antara jam 11 siang sampai jam 6 sore, akan ada harga khusus untuk beberapa menu. Wifi di tempat ini juga lumayan kencang. Ditambah dengan tempatnya yang terbuka membuat udara lebih segar. Kalau kalian membutuhkan peralatan seperti kabel rol dll, mereka siap membantu. Tahu sendiri kan jaman sekaran colokan listrik itu lebih penting daripada semangkok bakso panas.

4. JEEVA

Kalau menurut saya tempat ini lebih cocok untuk nongkrong-nongkrong cantik. Gimana engga? Settingan tempatnya memang terlihat lebih feminim dibandingkan cafe cafe yang lain. Kopi di tempat ini bisa dibilang yang terbaik yang pernah saya coba. Cocok jadi tempat kumpul bersama teman-teman. Apalagi tersedia juga desert yang rasanya sangat enak. Pilihan menu camilannya juga lengkap.

5. SINERGI.CO

Cafe yang satu ini hadir belum lama. Sekitar bulan Januari 2018. Tempatnya tidak jauh dari Gya Cafe. Terus terang tempat ini memiliki desain tempat dan interior yang paling saya sukai. Perpaduan antara interior kayu dan tanaman di banyak sudut ruangan memberikan kesan segar dan tidak membosankan. Apalagi dengan disediakannya meja bundar yang mengelilingi pohon palm di tengah ruangan.

Selain tempat yang luas dan bernuansa menyejukkan, Sinergi juga menyediakan beberapa ruang-ruang kecil yang bisa digunakan untuk rapat atau berbagai forum. Tersedia fasilitas meja panjang, kursi dan TV LCD yang bisa menunjang kegiatan presentasi. Cocok sekali bagi teman-teman yang ini mengadakan rapat dengan suasana berbeda.


Nahh... Itu dia beberapa cafe yang bisa menjadi rekomendasi bagi teman-teman saat berkunjung ke Jogja. Sebenarnya cafe di Jogja ada sangaaaat banyak. Dan beberapa yang saya review adalah cafe yang memang pernah saya kunjungi. Kalau teman-teman punya rekomendasi cafe lainnya, coba komen di bawah. Nanti setelah saya kunjungi mungkin bisa masuk ke dalam tambahan list postingan ini.

0 comments:

Silakan tinggalkan komentar. Boleh kritik, saran atau apapun.. Jangan lupa untuk selalu menggunakan kata-kata yang santun. Terima kasih.

Serba Serbi Perantauan dari Tegal ke Jogja

8:37 PM nmhana 0 Comments

Hai hai! 

Sudah lama sekali rasanya saya tidak tulis-tulis di sini. Sayang sekali. Selain karena domain yang tetap harus dibayar tiap tahunnya (ups! kecepolsan), ternyata ada juga looh yang diam-diam menunggu posting terbaru dari blog ini. Kemajuan. Ternyata ada juga orang yang mau membaca tulisan useless kaya gini. Mesti bersyukur atau malu nih?

Tidak terasa, sekarang sudah memasuki tahun kedua, jalan tiga bagi saya tinggal di kota perantauan yang alhamdulillah membuat saya tetap merasa nyaman. Senyaman di tempat asal saya, yaitu di Tegal. Selain karena budaya dan bahasa yang tidak terlalu berbeda, makanan di Jogja juga cocok-cocok saja dengan dengan lidah saya. Katanya masakan Jogja itu cenderung manis. Sebenarnya tidak semua masakan Jogja itu manis, karena itu sih tergantung yang masak.

Tapi kalian tahu tidak sih, kalau ternyata tinggal di Jogja juga ada banyak hal-hal unik yang mungkin hanya akan dirasakan oleh orang-orang Tegal. Kira-kira apa saja coba? Yuk Simak!

1. Susahnya Cari Tiket Kereta Terusan

Ini adalah problematika pertama yang sangat saya rasakan saat pertama kali merantau di Jogja. Terus terang, dibandingkan dengan moda transportasi lain seperti bus atau travel, saya lebih suka menggunakan kereta. Kenapa? Saya rasa kalian semua tahu jawabannya.

Tapi sangat disayangkan karena tidak ada kereta dari Tegal dengan tujuan Jogja. Dulu susah sekali mencari jadwal dua kereta yang cocok dan bisa membawa saya ke Jogja. Setelah mencari beberapa sumber, akhirnya ketemu juga. Jadi kalau mau ke Jogja dari Tegal, ada 2 opsi. Pertama, kalau memilih jam pagi, berangkatlah dari Stasiun Tegal (kalau saya dari Slawi) menggunakan kereta Kamandaka dengan tujuan Purwokerto. Kereta berangkat sekitar pukul 07.40 dan akan tiba di Puwokerto sekitar pukul 09.30. Setelah itu dilanjutkan dengan kereta Joglokerto yang berangkat pukul 10.40 dan akan tiba di Stasiun Yogyakarta pukul 13.55. Selisih waktu antara dua kereta tersebut sangat pas. Hanya sekitar satu jam. Dan itu adalah waktu menunggu yang ideal menurut saya. Disarankan agar kalian sudah memiliki dua tiket sekaligus. Kenapa? Karena banyak hal yang kadang tidak terduga. Seperti antrian yang panjang, sampai kehabisan tiket.

Kalau kalian ingin alternatif siang hari, bisa juga dengan menggunakan kereta Kamandaka pukul 14.00, dan akan tiba di Stasiun Purwokerto pukul 16.00. Setibanya di Purwokerto, ada 2 pilihan tiket. Kalian bisa menggunakan Bengawan yang berangkat pukul 16.45 atau dengan kereta Jaka Tingkir yang berangkat pukul 17.20. Sebenarnya waktu menunggu yang paling ideal adalah kereta Bengawan. Tidak perlu menunggu sampai satu jam, dan harga tiketnya relatif lebih murah. Tapi kalau menurut saya akan terasa lebih nyaman menggunakan kereta Jaka Tingkir. Ya, walaupun harga tiketnya hampir dua kali lipat.

2. Kenapa Semua Soto di Sini Bening ? (Sebening wajahnya  >.<)

Tahu apa salah satu makanan favorit saya? Soto. Dan tahu sendiri lah, kalau soto asli Tegal adalah soto dengan sambal tauchonya yang khas. Dan soto taucho itu ibarat barang langka yang sangat sulit ditemukan. Sulit ditemukan memang bukan berarti tidak ada. Ada sih, tapi bedaaaaaaaaa jauh dengan soto yang biasa dimakan. Memang pakai taucho, tapi tauchonya berbeda, dan rasanya juga tidak sama. Mungkin, setiap mudik harus bawa taucho untuk buat soto sendiri. Tapi, apa yang lain mau makan? Harap maklum, karena aroma taucho itu sendiri agak menyengat.

3. Tahu Aci Paket Telur Kocok?

Jadi ceritanya saya pernah bawa oleh-oleh dari Tegal untuk teman-teman kantor. Saya bawa tahu aci yang sudah digoreng setengah matang untuk kemudian digoreng kembali. Saya titipkan ke ibu kantin dan meminta tolong untuk digorengkan. Tahu apa yang terjadi? Saya kaget bukan main begitu melihat tahu aci tersebut diangkat dari penggorengah dengan balutan telur kocok. Mungkin ibu kantin kira perlakuan terhadap tahu aci itu sama dengan tahu bakso. Hhhmmm. Ya sudah, mau bagaimana lagi? 

4. Mendoan

Tahu apa arti mendoan? Mendoan itu sebenarnya adalah tempe yang dibalur tepung kemudian digoreng. Menggorengnya hanya sebentar, hanya setengah matang kemudian langsung diangkat. Jadi tekstur tepungnya tetap kenyal dan sedikit berminyak. Rupanya sulit sekali menemukan gorengan jenis seperti itu di Jogja. Karena hampir semua penjual gorengan menggoreng tempe tepung tersebut sampai kering, kriyuk-kriyuk. Kalau itu namanya tempe goreng, bukan mendoan. Jadi kalau ingin makan mendoan, mau tidak mau harus membuatnya sendiri.

5. Alu-Alu

Apakah makanan itu hanya ada di Tegal? Kalian tahu alu-alu? Itu adalah makanan terbuat dari beras ketan yang dibungkus dengan daun pisang. Hampir seperti lontong, tapi lebih kecil, panjang. Menyerupai sosis. Dan tidak bisa saya temukan di Jogja. Mungkin di Jogja menyebutnya lopis. Hanya saja lopis berbentuk kerucut. Dari segi rasa, sama. Ya, makluk saja. Namanya juga beda daerah, beda juga nama sebutannya.

6. Sate Kambing Sambel Kacang (?!)

Syok awalnya. Ketika saya pesan sate kambing kemudian disuguhi sate kambing berbalur sambal kacang. Apakah ini mimpi?! Itu yang ada dalam benak saya untuk pertama kali. Pasti sulit bagi orang Tegal membayangkan sate kambing dengan sambal kacang. Mengetahui kalau memang seperti itu cara sate disajikan di Jogja, setiap membeli sate saya selalu memberi catatan 'pake sambal kecap'. Kalau tidak seperti itu pasti sate akan disajikan dengan sambal kacang layaknya sate ayam.

Nah, itu dia beberapa hal yang paling terasa bagi saya selama merantau di Jogja. Dan hampir semuanya didominasi oleh masalah makanan. Tentu saja. Karena kadang kalau rindu Tegal salah satu cara mengobatinya adalah dengan mencari kuliner khas Tegal. Atau mungkin, apa saya harus buka warung makan khas Tegal? Hhhmmm ide bagus sepertinya. Atau kalian punya list yang bisa ditambahkan? Silakan komen di bawah ini.

0 comments:

Silakan tinggalkan komentar. Boleh kritik, saran atau apapun.. Jangan lupa untuk selalu menggunakan kata-kata yang santun. Terima kasih.

Menghibur Hati yang Tersakiti

4:21 PM nmhana 0 Comments



Manusia itu punya mata, sebab itu dia bisa sakit mata. Manusia juga punya perut, sebab itu ia bisa merasa sakit perut, dan masih banyak lagi. 

Seperti halnya mata dan perut, manusia pun punya hati, yang bila mana tergores sedikit saja maka akan menyakiti jiwa raganya. Tak percaya? Percayalah. Karena hati itu seperti gelas kaca. Yang bila kau ketuk-ketuk dengan keras menggunakan ujung jarimu, ia takkan pecah. Tapi sedikit saja kau tanpa sengaja menampiknya, walau dengan sangat pelan, kemudian ia jatuh, maka selamanya ia takkan bisa kembali utuh.

Bila seseorang telah merasakan sakit hati, biasanya hal tersebut akan mempengaruhi hari-harinya, aktivitasnya, moodnya dan emosionalnya. Orang yang sedang sakit hati cenderung murung, menutup diri dan sulit diajak berkomunikasi. Oleh sebab itu, apabila ada teman, saudara atau kerabat yang sedang mengalami permasalahan seperti di atas, salah satu hal yang dapat kita lakukan adalah dengan menemaninya. Menemaninya bukan berarti kita berusaha membuatnya bicara, tapi cukup dengan selalu ada saat ia membutuhkan kita.

Lalu bagaimana kalau kita yang sedang merasakan sakit hati? Apa yang harus kita lakukan untuk menyikapinya?

Karakter orang itu berbeda-beda. Ada yang mudah tersinggung terhadap perkataan orang lain, ada yang biasa-biasa saja, dan ada yang tebal telinga, alias kebal terhadap omongan orang lain. Nah, kalian termasuk yang mana nih?


Biar bagaimanapun, sehebat apapun orang di sekitar kita, tetaplah berhati-hati dan selalu berusaha menjaga perasaannya. Karena kita tidak pernah tahu, bagaimana lawan bicara kita menerima sebuah statement. Mungkin untuk kita sekedar candaan, tapi bagi orang lain? Siapa yang tahu isi hati orang.

Lalu apabila kita sendiri yang merasa sakit hati, harus bagaimana?

Cerita sedikit, ini benar-benar dari pengalaman pribadi. Yuk disimak...

Suatu hari, ada satu kejadian. Ini adalah kejadian yang tidak biasa. Untuk kali pertama di kontrakan kami (saya dan tiga teman lainnya) mengalami kemalingan. Setelah melalui analisa dan lain-lain, muncullah satu statemen dari seseorang yang menyebutkan, "Bisa jadi pelakunya salah satu di antara kalian berempat. Coba nanti kalian duduk bersama. Pasti ketemu siapa pencurinya."

Deg! Saya syok bukan main. 

Sudah dua tahun kami berempat tinggal serumah. Bagaimana mungkin insiden kemalingan ini pelakunya adalah salah satu di antara kami. Bayangin, buat apa coba kita mencuri di rumah sendiri. Na'udzubillah... 

Saya tidak habis pikir ada yang mengambil kesimpulan seperti ini. Dan yang membuat saya sangat syok, tuduhan itu mengarah ke saya. Tahu kenapa? Karena saya adalah orang terakhir yang meninggalkan rumah dan orang pertama yang kembali. Mudah sekali bagi orang lain mengambil kesimpulan seperti itu.

Itu adalah satu hal yang paling menyakitkan hati saya. Seumur hidup saya. Bayangkan saja, bagaimana rasanya difitnah dengan tuduhan semacam itu. Kalau harus menilai kadar kesakitannya, mungkin ini ada di angka 95 dari 100. 

Saya berusaha mengabaikan tuduhan tersebut. Tah, bukan saya pelakunya. Saya cuma bisa berpegang bahwa Allah tidak tidur. Ia ada dan melihat segala kebenaran.

Awalnya semua baik-baik saja, sampai akhirnya orang-orang yang mendengar tuduhan tersebut. Mulai bersikap aneh terhadap saya, seolah-olah mereka sepaham tentang tuduhan tersebut. Sungguh, kadar kesakitanku meningkat menjadi 98. Dan rasanya aku hampir meledak.

Kutahan, kutahan, tapi akhirnya meledak juga.

Malam itu saya menangis sejadi-jadinya. Dan saya terus mempertanyakan, "Kenapa saya? Kenapa harus saya? Kenapa orang-orang melihat saya dengan pandangan seolah-olah saya memang bersalah?"

Rasa kesal saya memuncak pada Mr. X yang memulai isu tersebut. Tapi saya bisa apa? Memberi penjelasan pun tak ada guna. Saya cuma berharap, bahwa saya bisa segera memaafkannya, melupakan perlakuannya yang sangat menyakitkan.

Sudah tiga hari sejak hari itu, dan sayatan-sayatan lukanya masih membekas begitu jelas. Lalu apa yang bisa saya lakukan? Ini dia beberapa hal yang saya lakukan untuk bisa menghibur diri dan membantu mengobati luka hati. Yuk disimak.

1. Curhatlah

Selama ini saya memang cenderung tertutup. Sangat jarang menceritakan isi hati kepada siapapun, bahkan kepada teman terdekat. Namun ketika saya pendam sendirian, semua terasa semakin berat dan menyakitkan. Yang berujung pada tangis panjang sesenggukan. Dan mengalirlah semua. Begitu saya ceritakan semua kesedihan dan beban perasaan, rasanya sangat melegakan.

2. Cari Ketenangan

Usai meluapkan semua perasaan, cobalah untuk menjauh dari keramaian. Pergilah ke huta, ke gunung atau ke laut. Alam ini punya kekuatan yang ajaib. Yang ketika ke gunung, dinginnya perlahan membekukan rasa sakit. Yang bila ke hutan, anginnya bantu mengusir lara. Dan suara ombak yang perlahan membawa pergi kesedihan. Sungguh, saya tak berbohong. Jadi, bila teman-teman sedang merasakan sakit hati, pergilah kegunung, lari ke hutan, atau belok ke pantai. Ketika kembali, kalian akan merasa lebih baik.

3. Carilah yang Kamu Suka

Ayo bangkit! Mungkin kamu butuh sedikit hiburan. Bagaimana dengan makan makanan enak? Atau menonton film di bioskop, beli baju incaran dan jalan-jalan ke tempat favorit. Itu akan sedikit menghibur sakit hatimu. Atau bisa juga dengan melakukan hobimu. Kamu suka berkebun? Ayo berbelanja tanaman dan tambah koleksi. Suka menulis? Tuliskan semuanya. Pokoknya hibur dirimu. Buat dirimu merasa bahagia. Dan itu akan membuatmu semakin bersyukur dengan hidup yang kamu miliki meski terkadang ada saja masalah.

4. Renungkan

Take it easy. Tak ada masalah yang tak bisa diselesaikan. Allah memberikan ujian sesuai dengan kemampuan tiap manusia. Ujian itu pertanda kita mau naik kelas. Setuju? Kalau kalian setuju, dijamin kalian akan lebih bijak dalam menghadapi segala permasalahan. Bila ada prasangka-prasangka tak benar yang membuat kita tersakiti, percayalah. Allah itu Maha Mengetahui. Ia tahu apa yang kita perbuat. Allah melihat semuanya. Dan yakin. Suatu saat, akan Allah tunjukkan kebenarannya. 

5. Maafkan

Bagian tersulit. Saya ingat, do'a saya kala itu, "Ya Allah, saya tidak ingin membenci siapapun. Saya tidak ingin menyimpan dendam, apalagi sampai mendo'akan kejelekan-kejelekan bagi orang yang telah menyakiti saya. Saya cuma minta satu hal. Tunjukkan kebenarannya. Tunjukkan. Dan semoga tak ada lagi orang yang tersakiti seperti saya."

Pada bagian ini, kamu tak akan membutuhkan permintaan maaf dari orang yang telah menyakitimu. Kamu hanya butuh waktu supaya lukamu perlahan sembuh. Itu saja. Dan biar waktu yang menjawab.

---

Nah, itu dia...

Bagaimana? Semoga bisa sedikit membantu ya. Atau kalau teman-teman punya tips-tips yang lain bisa coba komen di bawah.

See yaa...

0 comments:

Silakan tinggalkan komentar. Boleh kritik, saran atau apapun.. Jangan lupa untuk selalu menggunakan kata-kata yang santun. Terima kasih.