Terlalu Bersemangat

Beberapa waktu terakhir volume kerja sedang padat-padatnya. Bahkan hari minggu juga (hampir) selalu dihabiskan dengan bekerja. Jadi liburnya kapan? Kapan-kapan mungkin.

Di long weekend kedua minggu ini, lagi dan lagi saya gagal pulang kampung. Padahal sudah banyak sekali undangan dari teman-teman yang mendadak menikah tanpa kabar-kabar. Dan sedihnya, saya tidak bisa hadir untuk melihat momen-momen tersebut.

Memang, sejak bekerja di Jogja, ada begitu banyak momen penting yang saya tinggalkan di kota tercinta. Mulai dari nikahan teman samping rumah, nikahan teman sekolah, kelahiran anak dari teman kerja di sana, dan masih banyaaaak lagi.

Sedih sih, tapi mau bagamana lagi? Ya sudahlah...

Terlepas dari semua kerinduan pada kampung halaman, hari ini mumpung libur, sebenarnya saya sudah merencanakan untuk bangun siang. Rencananya saya ingin bangun jam sembilan, sepuluh atau tepat saat makan siang. Itu rencananya. Karena saya merasa butuh waktu untuk memanjakan badan yang sudah bekerja lebih dari yang seharusnya.

Tapi rencana tinggallah rencana. Niatnya ingin bangun siang, pagi-pagi sekitar jam lima justru sudah bangun. Ingin tidur lagi, tapi tidak bisa. Hah! Menyebalkan.

Akhirnya bangun pagi di hari libur pun terjadi. Dapur selalu jadi tempat yang menyenangkan. Beruntung menemukan roti tawar, mentega dan meses. Dan jadilah roti bakar. Lumayan bisa untuk camilan di pagi hari.



Mendadak hasrat untuk mencuci baju muncul. Cucian sekeranjang penuh pun berhasil mendarat di jemuran, beserta jaket-jaket tebal. Tidak hanya itu. Setelah mencuci langsung memasak. Beruntung di dapur masih ada stok sayur. Dan jadilah tumis pokcoy.

Sementara orang rumah mulai sarapan, saya justru ingin meneguk kopi yang sudah saaaangaaat lama ditinggalkan. Begitu kopi diseduh, aromanya seperti percikan kembang api di dalam kepala. Heran saja tiba-tiba muncul banyak ide untuk ditulis. Tak mau membiarkan momen-momen emas tersebut hilang, langsung saya siapkan peralatan tempur pagi ini.

Laptop, koneksi internet, setangkup roti bakar dan kopi. Perfect!

Dan....

Well done!


Pagi-pagi sudah berhasil membuat review film Fast and Furious 8. Dilanjut dengan tulisan bertema hari kartini yang sudah terlambat. But it's ok. Walaupun struktur tulisannya masih sangat sederhana dan sedikit kacau, tapi lumayan untuk pemanasan. Siapa tahu, di gelas kopi kedua akan ada tulisan yang lebih dari itu.

Ya, nampaknya hari ini saya terlalu bersemangat. Tidak malas, tidak mengantuk dan tidak bisa tidur. Apakah itu berarti saya sudah sangat siap untuk kembali ke 'dunia yang itu'?

Emansipasi Wanita dan Kemandirian

Hasil gambar untuk kartini

Walaupun (sangat) terlambat, tapi saya pribadi ingin mengucapkan selamat hari kartini untuk para kartini Indonesia. Para kartini masa kini, wanita-wanita luar biasa yang masih terus berperan aktif menjadi bagian dalam pembangunan negeri. 

Kalau saya masih duduk di bangku sekolah, pasti hari Jum'at (21/4) lalu akan menjadi perayaan yang meriah dengan para siswi berseragam kebaya. Ditambah dengan lomba-lomba seperti paduan suara, menulis surat, puisi atau berpidato. Rasanya rindu juga dengan masa-masa itu.

Sosok Kartini kita kenal sebagai seorang pahlawan wanita yang memperjuangkan hak-hak para wanita. Kita ketahui bersama, dari kisah-kisah sejarah masa lampau, bahwa dulu wanita tak berhak memperoleh pendidikan sebagaimana kaum laki-laki. Hal tersebut menggerakkan hati Kartini muda. Baginya, wanita juga berhak menentukan arah kehidupannya. Memperoleh pendidkan. Karena keberadaan sosok wanita bukanlah hanya untuk diperistri dan mengurus rumah tangga.

Beberapa orang menyebut bahwa emansipasi itu adalah kesetaraan. Ya, memang demikian. Emansipasi wanita adalah penyamaan derajat antara pria dan wanita. Wanita berhak memperoleh hak-hak sebagaimana para pria. Namun emansipasi tak berarti bahwa perempuan harus mampu melakukan semua tugas laki-laki. 

Memang ada banyak wanita yang kini telah mampu melakukan tugas-tugas yang wajarnya dikerjakan oleh laki-laki. Seperti polisi, pilot, sopir bus, drummer, binaragawati, tukang ojek, bahkan kuli panggul. Hal tersebut tak berarti bahwa wanita harus mampu mengerjakan semua hal. Karena inti dari emansipasi (menurut saya pribadi) adalah bahwa seorang wanita harus mampu mandiri. Mandiri dalam berpikir, dalam menghidupi penghidupan dan dalam melaksanakan kewajiban-kewajibannya.

Tapi ingat. Mandiri bukan berarti tidak membutuhkan orang lain. Mandiri itu berarti tidak selalu bergantung pada orang lain, dan tidak melepas tanggungjawab.

Menanamkan sikap bertanggungjawab akan menumbuhkan sikap mandiri. Melatih diri untuk mampu menyelesaikan permasalahan. Itulah alasan mengapa pendidikan menjadi hal yang penting. Agar setiap wanita mampu berperan dan berkontribusi untuk membangun negeri.

Walaupun peran wanita dalam membangun negeri tak selalu dengan menyumbangkan pemikiran-pemikiran brilian, tapi setidaknya dengan ilmu yang cukup para kaum wanita akan mampu mencetak generasi penopang kemajuan bangsa.

Dalam agama sendiri dikatakan bahwa wanita adalah sosok yang istimewa dan dijunjung tinggi derajatnya. Walaupun kadang kita sering salah dalam mengartikan sesuatu yang sudah terlanjur membudaya. Bahwa ketika seorang pria telah menikahi wanita, maka pria tersebut bertanggungjawab terhadap tiga hal. Yaitu sandang, papan dan pangan. Semua itu kadang diartikan terbalik.

Kata seorang ustad, dalam tausiyahnya, beliau menyampaikan bahwa ketika seorang suami bertanggung jawab terhadap sandang, papan dan pangan itu berarti seorang suami seharusnya mampu menyiapkan sandang (pakaian) dalam artian mencuci, menjemur, menyetrika, sampai pakaian siap dikenakan. Menyediakan tempat tinggal dan bertanggungjawab terhadap kebersihannya. Menyiapkan makanan, berbelanja memasak sampai masakan siap disantap. Itu semestinya. Dan kehadiran sosok wanita (istri) sebagai pendampingnya bukanlah sebagai seorang ibu rumah tangga yang harus mengurus ini itu. Kehadiran seorang wanita pendampingnya adalah untuk membantu, meringankan tugas-tugas yang seharusnya menjadi tanggungjawab sanga suami. 

Itu dia mengapa emansipasi wanita menjadi hal yang penting. Karena dengan adanya emansipasi, wanita akan mampu menjadi sosok yang mandiri. Mampu melaksanakan tanggungjawab, mampu meringankan beban orang lain, dan mampu menjadi titik awal lahirnya generasi berprestasi.

FAST AND FURIOUS 8


Hasil gambar untuk fast & furious 8

FAST AND FURIOUS 8, siapa yang tahu film ini? Mungkin hampir sebagian besar orang di dunia ini tahu tentang film balapan yang keren tersebut. Walaupun kenyataannya bapak dan ibuku tidak tahu tentang film ini. Kalaupun melihat film tersebut komentarnya hanya, "numpak mobil koh banter-banter" */ "naik mobil ko kencang-kencang."

Setelah para penggemar film balapan ini dimanjakan dengan suguhan race seru dari seri pertama sampai ke tujuh, kini di pertengahan April 2017 kita disuguhi kembali dengan serial ke delapan yang benar-benar lebih seru dari serial sebelumnya. Walaupun di serial ke tujuh ada beberapa bagian yang menggugah sisi emosional, tapi di seri ke delapan ini juga lebih banyak mengangkat tentang sisi kehidupan di sela-sela adu kecepatan yang menegangkan.


Semua dimulai dari Dominic Toretto dan Letty yang sedang berbulan madu di luar negeri. Mendadak terjadi kekacauan yang melibatkan orang lokal. Dan semua permasalahan selalu ditentukan pemenangnya dengan balapan.

"Bukan tentang apa mobilnya, tapi tentang siapa yang mengendarainya," Dom berhasil membuktikan kemampuannya berbalapan. Mobil butut milik kerabatnya berhasil dia sulap menjadi mobil super kencang. Mengalahkan mobil tercepat yang ada.

Di tengah-tengah bulan madu Dom dan Letty, tiba-tiba Chiper hadir dan merusak segalanya. Ia berhasil mengintimidasi Dom untuk bekerja untuknya. Hal tersebut mengacaukan kehidupan rumah tangga Dom dan Letty. Tiba-tiba Dom menghilang dan kembali sebagai sosok yang berbeda.

Di bawah perintah Chiper, Dom berhasil mencuri program mata tuhan. Parahnya lagi, ia juga berhasil mengambil EMT yang akan digunakan untuk misi pembajakan kapal selam Rusia. Tak cuma sampai di situ. Chiper juga memerintahkan Dom untuk mencuri kode nuklir untuk menjalankan misinya.

Kejar-kejaran terjad ketika Letty dan timnya mencoba menghentikan Dom. Namun semua itu sia-sia saja. Dom terlalu kuat dengan Chiper di belakangnya. Letty semakin geram melihat perbuatan Dom. Bahkan ketika mereka berhadapan Dom tak menunjukkan sedikit pun rasa kasihan terhadap istrinya.

"Satu hal yang aku tahu," ucap Letty ketika berhadapan dengan Dom, "Kau mencintaiku." 

Ikatan emosionalnya terasa sekali. Namun tetap saja hal tersebut tidak merubah pendirian Dom. Apalagi karena ancaman-ancaman Chiper untuk membunuh Elena dan anknya. Hal tersebut membuat Dom tidak punya pilihan, apalagi untuk menolak perintah Chiper. Dan akhirnya ia berhasil mengambil kode peluncuran nuklir tersebut.

Letty bersama timnya tidak menyerah untuk menghentikan misi Chiper. Setelah berhasil menembus pertahanan di garis depan, Megan dengan kemampuan programingnya mencoba mencegah pembajakan kapal selam tersebut. Pertarungan melalui program komputer yang rumit pada akhirnya dimenangkan oleh Chiper. Beruntungnya Tej dan dua kawan timnya telah berhasil mengambil kepingan peluncuran nuklir di dalam kapal selam.

Dom merasa muak dengan segala bentuk perintah dan intimidasi Chiper. Ia moncoba melawan dan berhasil membunuh Rhodes. Kembalilah ia ke dalam timnya. Dan hal tersebut disambut dengan gembira oleh teman-teman timnya, terlebih lagi oleh Letty. 

Dom bersama timnya mencoba untuk mencegah kapal selam tersebut mencapai laut lepas. Namun tiba-tiba kapal selam tersebut muncul ke permukaan seperti paus besar yang hendak melompat ke udara. Hal tersebut membuat permukaan es pecah. Adu kecepatan pun terjadi.

Tidak hanya itu. Melihat Dom yang pada akhirnya kembali berpihak pada timnya membuat Chiber geram. Ia pun mencoba membunuh Dom dengan menggunakan senjata pendeteksi panas tubuh. Namun kekompakan tim tersebut berhasil menyelamatkan Dom.

Di sisi bagian lain, setelah kematian Elena beberapa waktu lalu, rupanya Dom tak kehabisan akal. Ia telah meminta pertolongan kepada ibunya untuk menyelamatkan putranya yang masih di sandera oleh Chiper. Ibunya mengirimkan Shaw bersama salah satu kawannya untuk menyusup ke dalam pesawat dan menyelamatkan putra Dom.

Pertarungan seru dan sedikit menggelitik terjadi di sini. Namun sangat disayangkan, ketika Shaw telah berhadapan dengan Chiper, dan hampir saja menghabisi wanita tersebut, Chiper berhasil kabur dari pesawat.

Terlepas dari kaburnya Chiber, Shaw bersama kawannya telah berhasil menyelamatkan putra Dom yang kini menjadi bagian keluarga besar mereka.

Terus terang, film ini memang sangat bagus. Dan menurut saya pribadi memang lebih bagus dari beberapa seri sebelumnya. Walaupun tidak ada balapan yang benar-benar adalah balapan untuk mencapai garis finis, tapi tetap saja ada adu kecepatan dengan segala kerumitan masalah yang ada. Seru sekali.

Walaupun dulu sempat terdengar kabar kalau seri ke tujuh Fast And Furious adalah seri terakhir, ternyata masih muncul seri berikutnya. Dan bisa ditebak kalau setahun atau dua tahun lagi akan muncul seri ke sembilan. Pastinya dengan tampilan para pemain yang semakin menua.

Entah film ini akan berakhir pada seri ke berapa. Tapi yang pasti setiap seri-seri mendatang akan menghadirkan cerita yang semakin rumit, seru dan menegangkan.