[Movie] : OVERDRIVE



Yap! Akhirnya malam minggu ini dapat ajakan nonton dari salah satu teman yang juga menyukai film action. Dan ngga nyangka juga kalau ternyata film Overdrive yang trillernya kelihatan seru banget udah mulai tayang di bioskop.

Sebelum bahas lebih jauh tentang filmnya, kita lihat dulu keseruan trillernya!


Gimana? Terkesan dengan trillernya yang seru? Apalagi dengan pemeran-pemerannya yang keren. Jadi bagaimana kalau kita kenalan dulu dengan para pemeran di film ini?


Yang pertama dan yang paling menarik perhatian dalam film ini adalah Scott Eastwood yang berperan sebagai Andrew Foster. Kepribadiaannya yang cool dan cara berpikir yang brilian membuatnya menjadi sosok yang patut dikagumi.


Kalau yang satu ini kayanya wajah baru di dunia perfilman. Tapi jangan diragukan tentang bagaimana dia berperan. Freddie Thorp yang berperan sebagai Garrett Foster, adik Andrew dari ibu yang berbeda. Karekternya ceria, humoris dan pandai dalam bernegosiasi. Di jamin dia adalah satu alasan yang membuat kita tertawa saat menonton film ini.


Kalau yang cantik ini adalah Ana de Armas yang berperan sebagai Stephanie, kawan dari Faster Brothers yang memiliki keahlian dalam menyusup.

Ketika telah melakukan banyak misi bersama. Sayang, misi mereka bukanlah misi dalam memecahkan kasus misteri seperti film Detective Conan atau Sherlock Holmes. Misi yang mereka lakukan adalah misi pencurian mobil-mobil antik bernilai tinggi.

Sampai pada suatu hari Andrew dan Garrett berhasil mencuri sebuah mobil dari seorang kolektor mobil antik bernama Jacomo Morier (Simon Akbarian). Karena hal tersebut mereka harus terlibat dalam hari yang penuh dengan perkelahian, adu senjata dan kejar-kejaran.

Mengetahui bahwa Foster Brothers telah mencuri mobilnya, Mr. Morier nyaris saja membunuh mereka berdua. Beruntung berkat keahliannya dalam bernegosiasi, Garrett berhasil membuat Mr. Morier mengurungkan niatnya menghabisi Foster Brothers. Akhirnya Andrew dan Garrett menjanjikan akan mencuri sebuah mobil antik milik Max Klemp (Clemens Schick).

Setelah dibebaskan oleh Jacomo Morier, mereka mulai menyusun rencana untuk memulai misi pencurian mobil seperti yang dijanjikan pada Jacomo Morier. Namun perdebatan muncul antara Andrew dan Garrett. Karena sesungguhnya Andrew menyadari bahwa mereka harus segera menyudahi perbuatan mereka. Andrew menyadari bahwa apa yang mereka lakukan akan membahayakan nyawa mereka dan nyawa Stephanie. Terlebih lagi Andrew telah memutuskan akan menikahi Stephanie dan memulai sebuah kehidupan yang normal tanpa membawa status sebagai seorang pencuri.

Namun tidak dengan Garrett. Ia masih menikmati apa yang dilakukannya. Karena ia tidak tahu apa yang bisa dia perbuat selain mencuri. Karena ia terlalu takut, bahwa ketika Andrew menikah dengan Stephanie, maka ia akan sendirian.

Terus terang ini adalah satu momen yang cukup menyentuh perasaan dimana ada kakak beradik yang dilahirkan dari dua ibu yang berbeda, namun mereka memiliki ikatan yang demikian dekat. Dan tentu saja, meskipun Garrett memiliki ketakutan akan kehilangan kakaknya, tapi ia juga tak bisa mengenyampingkan kebahagiaan kakaknya.

Jadi yang harus mereka lakukan sekarang adalah menjalankan misi yang mungkin akan menjadi misi terakhir mereka.

Hal pertama yang harus mereka lakukan adalah membentuk sebuah tim. Mereka pun bertemu dengan seorang pencuri handal asal Prancis bernama Devin (Gaia Weiss). Selain Devin ada pula beberapa orang yang akan dikerahkan untuk melakukan misi pencurian mobil tersebut.

Terus terang, ini adalah bagian yang adeh di film ini. Ada banyak sekali orang yang berperan dalam film ini, tapi mereka tidak memiliki peran. Bahkan bicara sepatah dua patah kata saja tidak. Jadi, mereka mungkin hanya sebagai tambahan pemain untuk bisa menggerakan deretan mobil antik milik Jacomo Morier.

Setelah tim terkumpul, mereka pun mulai menyusun rencana untuk menyusup ke dalam rumah Max Klemp dan mencuri mobilnya. Dan tantangan pertama yang harus dilakukan adalah dengan membajak salah satu pesawat pribadi milik Max Klemp. Setelah misi pertama berhasil, dengan didampingi sapupu Jacomo Morier, mereka berhasil masuk dan bertemu dengan Max Klemp. Bahkan mereka berhasil masuk ke dalam garasi mobil di mana target pencurian mereka berada.

Ini barulah sebuah awal. Karena tak ingin mengundang kecurigaan, akhirnya mereka menyudahi kunjungan di rumah Max Klemp dan mulai menyusun rencana berikutnya. Namun sangat disayangkan karena sesaat setelah kunjungan ke rumah Max Klemp, diketahuilah bahwa Jacomo Morier bersama sepupunya memiliki misi lain. Mereka bahwa memanggil polisi untuk menangkap Foster Brothers dengan menguak kasus-kasus pencurian terdahulu. Bahkan hal tersebut membuat Stephanie berada dalam bahaya. Ia ditangkap oleh beberapa asisten Jacomo dan menahannya.

Mengetahui perbuatan Jacomo Morier terhadap Stephanie membuat Andrew, Garrett dan Devin mengubah rencana mereka. Akhirnya bukan Max Klemp yang menjadi target mereka, melainkan Jocomo Morier itu sendiri. Bersama beberapa orang dalam timnya Andrew dan Garrett berhasil mengambil alih terhadap semua mobil milik Jacomo Morier. Semua itu pun berkat kecerdasan Stephanie yang mampu mengelabuhi sistem keamanan di rumah tempat ia ditahan.

Dan terjadilah aksi kejar-kejaran antara Foster Brothers dengan Jacomo. Beruntuk salah satu anggota dalam tim Andrew memiliki kemampuan dalam merakit bom. Bahkan bom tersebut berhasil menghancurkan sebuah jembatan panjang dari beton.

Pada akhirnya aksi kejar-kejaran itu berakhir di pelabuhan. Ketika semua mobil berhasil diselamatkan. Sementara Jacomo dan sepupunya meninggal dalam menjalankan aksi mereka.

Dari situ Foster Brothers mendapat sambutan baik dari Max Klemp. Dan saat itu pula misi mereka berakhir. Andrew berhasil mengungkapkan perasaan dan niatannya untuk menikahi Stephanie. Sementara Garrett kini tenggelam dalam kesendiriannya karena harus berpisah dengan Davin sementara waktu. Setidaknya sampai ada hari dimana Garrett dan Davin bertemu kembali di bawah menara Eifell.

Itu dia sedikit ulasan tentang film trillernya sangat seru.

Nah kira-kira berapa rating yang bisa saya beri untuk film ini? Mungkin 3,5 dari skala 5 ya.

Kenapa tidak 4,5 atau 5?

Jawabannya adalah karena film ini seperti tidak terfokus pada tujuan utama di awal cerita. Alasan kdua adalah karena terlalu banyak tokoh yang tidak memiliki peran. Mereka jadi seperti orang-orang numpang lewat yang tidak punya peran berarti. Yang ketiga, dibanding dengan alur ceritanya, film ini mungkin lebih memamerkan deretan mobil antik dan lupa menata alur ceritanya.

Tapi lumayan. Setidaknya mata kita akan dimanjakan dengan tokoh-tokohnya yang tampan dan cantik. Selain itu kita juga bisa belajar macam-macam mobil antik yang tidak ada di Indonesia.

Terlalu Bersemangat

Beberapa waktu terakhir volume kerja sedang padat-padatnya. Bahkan hari minggu juga (hampir) selalu dihabiskan dengan bekerja. Jadi liburnya kapan? Kapan-kapan mungkin.

Di long weekend kedua minggu ini, lagi dan lagi saya gagal pulang kampung. Padahal sudah banyak sekali undangan dari teman-teman yang mendadak menikah tanpa kabar-kabar. Dan sedihnya, saya tidak bisa hadir untuk melihat momen-momen tersebut.

Memang, sejak bekerja di Jogja, ada begitu banyak momen penting yang saya tinggalkan di kota tercinta. Mulai dari nikahan teman samping rumah, nikahan teman sekolah, kelahiran anak dari teman kerja di sana, dan masih banyaaaak lagi.

Sedih sih, tapi mau bagamana lagi? Ya sudahlah...

Terlepas dari semua kerinduan pada kampung halaman, hari ini mumpung libur, sebenarnya saya sudah merencanakan untuk bangun siang. Rencananya saya ingin bangun jam sembilan, sepuluh atau tepat saat makan siang. Itu rencananya. Karena saya merasa butuh waktu untuk memanjakan badan yang sudah bekerja lebih dari yang seharusnya.

Tapi rencana tinggallah rencana. Niatnya ingin bangun siang, pagi-pagi sekitar jam lima justru sudah bangun. Ingin tidur lagi, tapi tidak bisa. Hah! Menyebalkan.

Akhirnya bangun pagi di hari libur pun terjadi. Dapur selalu jadi tempat yang menyenangkan. Beruntung menemukan roti tawar, mentega dan meses. Dan jadilah roti bakar. Lumayan bisa untuk camilan di pagi hari.



Mendadak hasrat untuk mencuci baju muncul. Cucian sekeranjang penuh pun berhasil mendarat di jemuran, beserta jaket-jaket tebal. Tidak hanya itu. Setelah mencuci langsung memasak. Beruntung di dapur masih ada stok sayur. Dan jadilah tumis pokcoy.

Sementara orang rumah mulai sarapan, saya justru ingin meneguk kopi yang sudah saaaangaaat lama ditinggalkan. Begitu kopi diseduh, aromanya seperti percikan kembang api di dalam kepala. Heran saja tiba-tiba muncul banyak ide untuk ditulis. Tak mau membiarkan momen-momen emas tersebut hilang, langsung saya siapkan peralatan tempur pagi ini.

Laptop, koneksi internet, setangkup roti bakar dan kopi. Perfect!

Dan....

Well done!


Pagi-pagi sudah berhasil membuat review film Fast and Furious 8. Dilanjut dengan tulisan bertema hari kartini yang sudah terlambat. But it's ok. Walaupun struktur tulisannya masih sangat sederhana dan sedikit kacau, tapi lumayan untuk pemanasan. Siapa tahu, di gelas kopi kedua akan ada tulisan yang lebih dari itu.

Ya, nampaknya hari ini saya terlalu bersemangat. Tidak malas, tidak mengantuk dan tidak bisa tidur. Apakah itu berarti saya sudah sangat siap untuk kembali ke 'dunia yang itu'?

Emansipasi Wanita dan Kemandirian

Hasil gambar untuk kartini

Walaupun (sangat) terlambat, tapi saya pribadi ingin mengucapkan selamat hari kartini untuk para kartini Indonesia. Para kartini masa kini, wanita-wanita luar biasa yang masih terus berperan aktif menjadi bagian dalam pembangunan negeri. 

Kalau saya masih duduk di bangku sekolah, pasti hari Jum'at (21/4) lalu akan menjadi perayaan yang meriah dengan para siswi berseragam kebaya. Ditambah dengan lomba-lomba seperti paduan suara, menulis surat, puisi atau berpidato. Rasanya rindu juga dengan masa-masa itu.

Sosok Kartini kita kenal sebagai seorang pahlawan wanita yang memperjuangkan hak-hak para wanita. Kita ketahui bersama, dari kisah-kisah sejarah masa lampau, bahwa dulu wanita tak berhak memperoleh pendidikan sebagaimana kaum laki-laki. Hal tersebut menggerakkan hati Kartini muda. Baginya, wanita juga berhak menentukan arah kehidupannya. Memperoleh pendidkan. Karena keberadaan sosok wanita bukanlah hanya untuk diperistri dan mengurus rumah tangga.

Beberapa orang menyebut bahwa emansipasi itu adalah kesetaraan. Ya, memang demikian. Emansipasi wanita adalah penyamaan derajat antara pria dan wanita. Wanita berhak memperoleh hak-hak sebagaimana para pria. Namun emansipasi tak berarti bahwa perempuan harus mampu melakukan semua tugas laki-laki. 

Memang ada banyak wanita yang kini telah mampu melakukan tugas-tugas yang wajarnya dikerjakan oleh laki-laki. Seperti polisi, pilot, sopir bus, drummer, binaragawati, tukang ojek, bahkan kuli panggul. Hal tersebut tak berarti bahwa wanita harus mampu mengerjakan semua hal. Karena inti dari emansipasi (menurut saya pribadi) adalah bahwa seorang wanita harus mampu mandiri. Mandiri dalam berpikir, dalam menghidupi penghidupan dan dalam melaksanakan kewajiban-kewajibannya.

Tapi ingat. Mandiri bukan berarti tidak membutuhkan orang lain. Mandiri itu berarti tidak selalu bergantung pada orang lain, dan tidak melepas tanggungjawab.

Menanamkan sikap bertanggungjawab akan menumbuhkan sikap mandiri. Melatih diri untuk mampu menyelesaikan permasalahan. Itulah alasan mengapa pendidikan menjadi hal yang penting. Agar setiap wanita mampu berperan dan berkontribusi untuk membangun negeri.

Walaupun peran wanita dalam membangun negeri tak selalu dengan menyumbangkan pemikiran-pemikiran brilian, tapi setidaknya dengan ilmu yang cukup para kaum wanita akan mampu mencetak generasi penopang kemajuan bangsa.

Dalam agama sendiri dikatakan bahwa wanita adalah sosok yang istimewa dan dijunjung tinggi derajatnya. Walaupun kadang kita sering salah dalam mengartikan sesuatu yang sudah terlanjur membudaya. Bahwa ketika seorang pria telah menikahi wanita, maka pria tersebut bertanggungjawab terhadap tiga hal. Yaitu sandang, papan dan pangan. Semua itu kadang diartikan terbalik.

Kata seorang ustad, dalam tausiyahnya, beliau menyampaikan bahwa ketika seorang suami bertanggung jawab terhadap sandang, papan dan pangan itu berarti seorang suami seharusnya mampu menyiapkan sandang (pakaian) dalam artian mencuci, menjemur, menyetrika, sampai pakaian siap dikenakan. Menyediakan tempat tinggal dan bertanggungjawab terhadap kebersihannya. Menyiapkan makanan, berbelanja memasak sampai masakan siap disantap. Itu semestinya. Dan kehadiran sosok wanita (istri) sebagai pendampingnya bukanlah sebagai seorang ibu rumah tangga yang harus mengurus ini itu. Kehadiran seorang wanita pendampingnya adalah untuk membantu, meringankan tugas-tugas yang seharusnya menjadi tanggungjawab sanga suami. 

Itu dia mengapa emansipasi wanita menjadi hal yang penting. Karena dengan adanya emansipasi, wanita akan mampu menjadi sosok yang mandiri. Mampu melaksanakan tanggungjawab, mampu meringankan beban orang lain, dan mampu menjadi titik awal lahirnya generasi berprestasi.